Review: Cuddle Me Lite Carrier

Halo, saya mau review Cuddle Me Lite yang baru keluar. Produk ini dibandrol 250rb saja. 100% made in Indonesia. Kelebihannya: beratnya tidak lebih dari 500gr! Wow!

Bahannya katun 100%, busa pada waist strap walaupun tipis tapi cukup kokoh (ngga meletot), busa pada shoulder strap juga empuk, bikin bahu nyaman. Motif pada body panel ngga pasaran, karena diprint sendiri oleh Cuddle Me. Tersedia 8 macam motif dan warna. Dilengkapi pouch untuk menyimpan. Ada sleeping hood yang tersimpan rapih di kantong bagian atas body panel (bisa untuk menyimpan dompet kecil juga). Webbing strap sengaja dijahit supaya bisa ditarik 2 arah (untuk shoulder strap dan waist strap), semua dilengkapi elastic loop supaya tali yang berlebih bisa digulung rapih.

Cuddle Me Lite

Dimensi:
Body Panel : 31 x 40 cm
Waist Belt : 147 cm
Hoodie :40 x 40 cm
Folded Inside Pouch : 28 x 15 x 13 cm

Secara umum produk ini cukup simpel dan mudah digunakan sebagai pemula. Cocok yang suka carrier praktis dan ngga bulky.

Cuddle Me Lite ini adalah produk terbaru dari Cuddle Me, menggantikan Cuddle Me Neo yang tidak diproduksi lagi.

Review: Agabang Podaegi

Hari ini saya mengunjungi toko peralatan bayi dr Korea, AGABANG, berada di Mall Pondok Indah 2. Toko Agabang juga buka di Mall Gandaria City. Gendongan yg mereka jual ada 3 tipe: SSC, Hipseat dan Podaegi.

Yang bikin saya tertarik adalah gendongan PODAEGI, gendongan tradisional dari korea. Wide-blanket wrap. Podaegi Agabang dijual tanpa boks dan tanpa manual book. Kata SPG-nya, yg biasa beli ya orang korea saja, orang indo belum ada. Podaegi Agabang ada 2 tipe, yg pakai buckle untuk cangklongan bahu dan yang tidak ada cangklongan bahu sama sekali. Saya cobain yang ada cangklongan bahunya, ada 2 buckle. Cangklongan bahu ini gunanya memudahkan penggendong newbie unt memasukkan bayi ke dlm kantong dudukan.

Saya dibantu SPG untuk mencobanya. Podaegi Agabang sengaja dibuat dengan bahan mesh (masih kaku karena masih baru), untuk udara tropis. Toko ini juga menjual Podaegi Agabang yang berbahan bukan mesh, biasanya untuk udara agak dingin.

Cara menggunakan Podaegi yg tradisional (tidak ada cangklongan bahu yg ber-buckle):



Kalau di link youtube ini sangat-sangat tradisional, yang podaegi Agabang bagian panel lebarnya terdapat kantong yg dijahit seperti celana, jadi baby bisa dimasukkan ke kantong celana supaya tidak merosot. Tidak penting apakah kantongnya sempit/lebar, karena pada ikatan terakhir, ada tali lebar yang menopang pantat baby supaya posisi duduk, knee-to-knee.

Jadi podaegi versi summer (musim panas) yg berbahas mesh, dengan kantong celana unt dudukan dan cangklongan bahu, bisa dilihat di sini: http://mstrade21.blogspot.co.id/2013/06/introduction-summer-baby-carrier.html

Kesan:
Unik banget! Bahannya sangat ringan! Posisi baby seperti duduk dalam kantong. Kata SPG, biasanya orang korea gendong pakai podaegi untuk back carry.

Harga yang tanpa buckle bahu: 600-an (yg tradisional).
Harga yang pakai buckle bahu: 862.500.

Review: Hugaroo Mamaway

Saya mau review gendongan SSC merk Mamaway, tipe Hugaroo. Saya ngga beli, tapi saya cobain di tokonya, di Pondok Indah Mall. Harganya 1.990.000. Saya lebih tertarik cobain berbagai macam inovasi dari gendongan tipe SSC, karena suka unik-unik.

Nah yg ini, kelebihannya adl: bagian pundak berupa kain kanvas bisa dilebarkan supaya beban tersebar rata. Mirip wrap ya. Untuk lebar dudukan saya lupa ukur, tapi kira-kira 30cm-an (atau lebih), karena buat anak saya masih kelebaran. Sepertinya bisa dipakai untuk anak 4 bulan ke atas. Di manual book-nya sih ditulis 5kg ke atas.

Bahan kanvas lemes, lembut. Belt panel busa kaku tp ngga terlalu tebal. Ada topi unt menahan kepala ketika baby tidur, bukan sistem copot pasang / masuk kantong, tapi digulung lalu ditahan 2 strap. Bagian body panel ada ‘kantong’ dgn bukaan kiri dan kanan. Jadi tangan kiri dan kanan penggendong bisa masuk. Saya juga ngga tau gunanya apa, mungkin supaya tangan penggendong ngga kedinginan? ????

Ohya tali bagian belakang ini agak unik. Jadi bucklenya ada 2. Buckle untuk waist pad, sama buckle untuk tali pengencang bahu. Cara pakainya juga agak sedikit beda (agak susah menjelaskan, saya sertakan link youtube).


Overall: gendongan ini menarik! Unik!
M-shape OK
C-shape OK
TICKS OK

Demikian review saya.

Review: SSC Pognae (Discontinued)

Saya mau review ya.

SSC Pognae, distributor Pognae Indo masuk tahun akhir 2013 / awal 2014, blm jualan hipseat, masih SSC. Motifnya sangat menarik. Setelah stok SSCnya habis, mereka ngga restok model SSC, tapi fokus di jualan hipseat (pertama masuk sebelum i-Angel). Saya sempet dapat harga diskon ketika beli SSC Pognae, sekitar 600rb.

Dari semua SSC yg saya punya, ini favorit saya. Ukuran panel body termasuk kecil, memang ditujukan untuk ukuran baby asia yg lebih kecil dr baby bule. Bayi saya 3 bulan (kepala sudah tegak) bisa pakai ini, penopang kaki sudah knee-to-knee. Itu pros-nya. Consnya, bayi menjelang setahun sudah harus ganti ukuran ssc, karena paha sudah tidak tertopang penuh (knee to knee).

Body panel ada semacam ventilasi. Flap kain yg bisa dibuka (resleting), digulung dan ditahan di bagian bawah dgn velcro. Panel ventilasi berbahan mesh, cocok untuk suhu tropis, punggung dan pantat atas bayi ngga keringetan. Ketika dilipat, SSC Pognae termasuk lentur dan ringkes, ngga terlalu bulky.

Ujung tali buckle terdapat karet penggulung, buckle menggunakan 2 point safety. Busa padding bahu: tebal dan lentur. Busa pada pinggang: tebal dan agak lentur. Bahan: Canvas dan Mesh.

Ini foto penampakan headrest, menambah tinggi body panel +/- 7 cm untuk NB. Saya tidak beli infant insert/padding, tapi saya gunakan gulungan handuk.

Ukuran leg opening (lebar dudukan kaki): 29 cm
Panjang body panel: 38 cm
Lebar body panel: 37 cm
(saya ukur sendiri).

Saat ini saya lihat masih dijual di Lazada seharga 1.059.000, tapi pilihan warna terbatas.

http://www.pognaeindo.com/pognae-baby-carriers/
http://www.pognae.sg/baby-carrier/

Older posts →