diary of golda

About | Archives | Lyrics | Flickr | 365 Days
Ah, it's time to relax. Lean back and and just enjoy the melodies. After all, music soothes even the savage beast.

Likewise..

Likewise
Jan
05

Review Beberapa Baby Carrier

Posted @ 12:19 pm - View Comments (0) -

Diposting di TUM pada: 2013-12-16 02:10:03

Moms, aku mau review baby carrier nih. Sekarang anakku udah 6 bulan.

Pas lahir, dapet kado Hanaroo Wrap dan Pupsik Sling. Oke, ini jenis wrap yang stretchy (melar) dan sling (ada ukurannya, aku dapet ukuran #2, yang besar). Jarik sudah aku lupakan karena gagal melulu makenya. Disarankan model jarik tapi pakai ring, aha, namanya Ring Sling, beli deh merk Obayiku. Sempet beli juga Wrap Bobita (bahan fleece) , beda bahan sama Hanaroo (bahan jersey, 2 lapis).

Aku mulai beranikan gendong pakai baby-carrier ketika anakku umur 1 bulan. Maksud hati mau ‘digendong kemana-mana’ di seputaran rumah aja. Berhubung aku terbiasa menggendong tangan anakku dengan model berdiri (maksudnya sambil disendawakan), jadi anakku ngga begitu suka digendong tiduran ala NB. Percobaan pertama pada Bobita Wrap. Oke, nyaman, anakku nyaman, tidur. Tapi aku mulai kegerahan. Lalu di posisi tertentu Bobita terlalu stretchy, jadi aku pegangin anakku, takut jatuh. Mungkin aku kurang kenceng ngiketnya, tapi ngga berani kenceng karena baru 1 bulan.

Hanaroo Wrap, dingin di kulit, stretchy tapi tidak semolor Bobita. Tapi lama-lama aku kepanasan. Anakku sih nyaman-nyaman aja, tidur juga. Berarti pakainya kalau ngemol doang nih..

Umur anakku 2 bulan, baru aku diajarin enaknya pakai Ring Sling. Ooo baru tau caranya. Posisi tegak, tiduran, sambil menyusui tipe a, menyusui tipe b. Tapi leherku pegal. Ternyata setelah googling, salah taruh penyangga. Harusnya di bahu, bukan di samping leher. Otot samping leher tidak sekuat otot di bahu. Sedangkan model Ring Sling Obayiku ini ngga bisa ditaruh di bahu karena bidangnya sempit. Jadi lari-lari terus ke leher. Ring Sling Sakura Bloom baru bener nih, bidang untuk di bahunya lebar jadi ngga mudah bergeser. Tapi harganya alamakjang. Oke lewat.

Flea TUM ada Manduca? Racun memang. Beli deh. Anakku masih 3 bulan aja udah punya Manduca. Cobain Manduca ke anakku, kyknya kakinya masih kurang lebar untuk posisi ngangkang. Tapi kalau pakai infant insertnya, ngga muat (paha anakku gede). Huft.. belum sukses juga pencarian baby carrier ini.

Berhubung masih beranggapan bahwa carrier yang nyaman adalah bentuk wrap, maka.. racun kedua = Baby K-Tan. Beli yang half mesh biar ngga kepanasan. Sukses dipakai hampir tiap hari, tiap bepergian, mantap, nyaman, praktis, simpel, ringan, tapi mahal. Habis beli, baru liat website yang bilang kalo Baby K-Tan itu kejelekannya adalah: MELAR. Ternyata, umurnya hanya sampai anakku umur 5 bulan. Karena bahan kaosnya molor sampai aku ngga bisa cium kepala anakku lagi (tadinya bisa).

In the mean time, aku akhirnya mencoba Sling Pupsik yang sejak awal sudah punya karena dapet dari kado. Awalnya ngga tertarik sama gendongan ini, tapi ternyata menyenangkan juga. Dan bagusnya, bisa dikaitkan di bahu, bukan di samping leher! Jeleknya, bagian kantong tempat anakku duduk rada ngablak, jadi kudu agak hati-hati. Atau akunya yang salah pakai? Haha.

Ring Sling Obayiku masih dipakai, gantian dengan Sling Pupsik, kalau di rumah.

Setelah TUM meracuniku 2 baby carrier mahal.. apakah berhenti sampai di sini saja? Hahaha. Padahal mata suami udah melotot aja tiap aku browsing baby carrier.

Yang bikin penasaran sejak anakku umur 2 bulan adalah: Mei Tai. Kenapa di Indonesia ini sulit sekali mencari yang jual Mei Tai. Setelah banyak waktu aku habiskan untuk mencari The Ideal Baby Carrier *tsahhh*, menurutku Mei Tai jenis woven dengan bagian bahu yang melebar pasti nyaman! Pilihanku jatuh pada Baby Sachi, buatan Malaysia. Tapi belinya lewat mana?

Hari berganti, saatnya anakku sudah muat di Manduca. Yay, gendong sana gendong sini.. hmm.. gendongan mahal nih, mestinya nyaman.. gendong sana gendong sini.. koq pegel ya? Aaak! Ternyata pegelnya ada di bahu. Walaupun kaitan di belakang SSC ini bentuk X ataupun H, tetep aja pegel. Kenapa? Karena busa pada bahunya relatif sempit (dibanding wrap yang bisa menyebar lebar di bahu). Sedih bener deh. Tapi Manduca (atau jenis SSC lainnya) memang praktis untuk dibawa kemana-mana. Mulai dari mall megah sampai pasar tradisional. Tinggal CLAP di pinggang belakang, taruh anak di dada, kalungkan penyangga bahu kiri dan kanan, CLAP di bagian belakang (model H), siap jalan. Pengalaman bersama Manduca, .. lebih dari sejam = pegal. Selain sakit pada bahu, sendi lutut juga pegal. Ups, anakku sudah 8 kilo.

Di tengah kegalauan, akhirnya aku memberanikan diri beli.. Mei Tai Bebe Sachi. Baru bilang ke suami setelah transaksi, hiks (jangan ditiru, Moms). 2 minggu paket sampai, langsung dicoba. Aaak, ringan, nyaman, my first woven baby carrier (maklum, woven wrap termasuk tipe baby carrier yang mahal dan eksotis). Tipenya mirip wrap jadi berasa ‘menyatu’ sama anakku. Selamat tinggal bahu yang pegal karena penyangga bahunya lebar seperti wrap. Dari semua baby carrier, sepertinya anakku paling terlihat ceria ketika bersama Bebe Sachi Mei Tai ini. Mudah-mudahan ini pertanda bahwa dia akhirnya menemukan kenyamanan, aku juga nyaman, suamiku juga ‘nyaman’ (ngga melotot lagi). *peluk suami*.

Oia Moms, hormon oksitosin ngga boleh dijadikan alasan pembenaran untuk belanja kalap ya. *pengalaman pribadi*, hihi.

Sekian dulu. Mudah-mudahan menjadi bahan pertimbangan buat Moms sekalian.

Feb
12

DIY Insektisida Ramah Lingkungan

Posted @ 4:31 am - View Comments (0) -

Jaman sekarang pestisida jenis racun ada di mana-mana. Tiap beli brokoli (misalnya), suka ragu-ragu, kalau tidak menemukan ulet, langsung curiga petaninya pakai pestisida. Tapi kalau menemukan ulet, geli dan jijik, malah jadi parno (paranoid) saat mencuci, sampai harus dibongkar kecil-kecil (membutuhkan waktu yang lama), padahal sudah direndam dengan garam dan cuka apel. Dampak konsumsi pestisida ke tubuh kita cukup fatal. Belum lagi dampak pada lingkungan. Bisa dibaca di sini.

Mari beralih ke bahan yang aman dan alami. Indonesia kita ini benar kaya alam dan segala jenis flora fauna. Apalagi sekarang jaman internet, mudah mendapatkan informasi, essential oil sedang rame, mari kita kenalkan.. Neem Oil. Pertama kali dengar Neem Oil saat mencari mosquito repellent yang aman untuk anak. Ketemu website ini. Tidak hanya menjual cairan yang sudah dicampur untuk aman kita gunakan pada kulit sebagai mosquito repellent, tapi juga menjual variasi ekstrak dari pohon neem untuk pengendalian hama pada pertanian.

The best part is: murah.

Saya beli Neem EO (essential oil) yang pure, 110ml hanya Rp.
Penggunaannya hanya 10-20 tetes dalam 1 botol semprot (sekitar 500ml), cukup dicampur air.
Tidak hanya mengusir serangga dewasa, tapi juga membunuh telur dan larva. Tapi harus diperhatikan, dosis Neem Oil harus kecil karena bisa berdampak pada manusia. Khususnya ibu hamil, menyusui dan bayi dan anak-anak jangan sampai terpapar Neem Oil.

Jangan lupa, selalu mengocok botol kuat-kuat semprot tiap mau memakai.

Selain Neem Oil, masih ada:

  • Rosemary Oil: mengusir nyamuk, lalat, kutu, ulat daun
  • Peppermint Oil: mengusir aphids, squash bugs, lalat putih, semut, kepik, kutu, laba-laba, curut, tikus)
  • Thyme Oil: mengusir chiggers, kutu, kecoak
  • Clove Oil: mengusir serangga terbang
  • Tea Tree Oil: untuk menanggulangi jamur pada tanaman (dosis: 1 sdm per 1 cup air, semprot pada tanaman yang terkena jamur atau 1-2 kali per minggu)
  • Pine Oil: mengusir bekicot, slug

..dan oil favorit adalah Citronella Oil. Citronella Oil diambil dari daun dan batang dari tanaman sejenis sereh dapur (lemongrass). Bedakan dengan lemongrass (sereh dapur / Cymbopogon). Walau dilarang untuk digunakan sebagai insektisida secara massal, tapi untuk menanggulangi serangga pada taman di rumah cukup ampuh. Citronella Oil menanggulangi jamur pada tanaman (antifungal), dan insektisida

Saya sudah lebih dari 5 tahun tidak lagi menggunakan obat semprot nyamuk yang dijual bebas mengandung racun (DEET). Saya menggunakan kombinasi tirai nyamuk (kasa nyamuk), lilin citronella, raket nyamuk, diffuser dengan Lavender Oil (saya tidak begitu suka wanginya), dan mosquito repellent alami:

Citronella Mosquito Repellent:

  • 2 oz (60 ml) air
  • 30 tetes Citronella Oil

Selain Citronella Oil, untuk mengusir nyamuk juga bisa menggunakan: Lavender Oil, Lemongrass Oil, Rosemary, Tea Tree, Cajeput (Kayu Putih), Eucalyptus, Cedar, Catnip, Mint. Perbandingan EO dengan carrier oil atau air atau Witch Hazel adalah 10-20 tetes untuk 2 oz air (atau 1 oz air dan 1 oz Witch Hazel). Perbandingan ini tidak mutlak, tapi EO bisa ditambah untuk variasi aroma dan juga segi kekuatan daya kerja. Jangan lupa kocok kua-kuat sebelum memakai.

Perlu diperhatikan, selalu campur EO dengan carrier oil atau air sebelum digunakan pada tubuh kita (dihirup, diminum maupun dioles).

Resep Mosquito Repellent ada banyak, bisa dicari di internet. Beberapa yang sudah saya kumpulkan: sini, sini, dan sini.

Feb
04

DIY Masker Wajah Mochaccino

Posted @ 1:18 pm - View Comments (0) -

Nemu resep masker DIY mudah, bahan bisa didapat dari dapur saja. Sumber dari sini. Takaran aku ubah supaya sesuai dengan sekali pakai.

Mochacinno Face Mask

1/4 sdt kopi bubuk
1/4 sdt coklat bubuk
1/8 sdt madu
1 sdt plain yoghurt

Untuk menakar, saya campurkan 2 sdm kopi bubuk dan 2 sdm coklat bubuk dalam 1 tempat kecil, lalu dikocok hingga bercampur rata. Tiap pakai, saya tinggal ambil 1/2 sdt dari campuran kedua bubuk tersebut. Madu tinggal colek (hihi).

Khasiat:
Kopi & coklat kaya banget antioksidan. Secara alami mengandung kafein yang bisa mengurangi kemerahan dan mengencangkan kulit (sifatnya vasodilator = mengerutkan pembuluh darah). Yoghurt, mengandung asam laktat yang secara alami mengelupas sel kulit mati secara lembut. Kalau manfaat madu, banyak banget. Melembutkan, menenangkan kulit, anti bakteri, melembabkan.

Digunakan setiap pagi, rasa dingin dari yoghurt membuat wajah tambah segar.

Mar
21

Buku Non Fiksi : Biografi, Self Help, Pengetahuan

Posted @ 7:03 am - View Comments (0) -

Mar
21

Buku Fiksi : Novel

Posted @ 6:13 am - View Comments (0) -

Feb
21

DIY: Sabun ASIP

Posted @ 3:58 pm - View Comments (0) -

Do It Yourself kali ini diilhami dari stok ASIP beberapa botol yang menganggur di dalam kulkas. Resep didapat dari sini. Di translate dan di convert ukuran takarannya. Saya menambahkan butiran muesli yang nganggur ke setengah dari adonan sabun, supaya sabunnya ada scrub / exfoliation. Takaran yang saya dapat dari resep tersebut menghasilkan banyak sekali sabun. Saran saya, gunakan 1/4 dari bahan yang saya tulis, supaya tidak merepotkan.

Bahan:

  • 1361 gr Vegetable Shortening / Mentega Putih
  • 482 gr Dark Olive Oil (saya pakai Extra Virgin Olive Oil)
  • 510 gr Canola Oil / Corn Oil / Soybean Oil / Peanut Oil (saya pakai Canola Oil)
  • 1462 gr ASI defrost (jangan dimasak)
  • 340 gr NaOH / soda api
  • 28 gr borax (saya tidak pakai)
  • 2 sdm madu
  • 3 liter es batu

Peralatan:

  • Baskom stainless steel
  • Sendok stainless steel / kayu
  • Koran untuk menutup bagian atas
  • Termometer tusuk
  • Gelas ukur
  • Timbangan
  • Hand Blender / Mixer
  • Gunakan sarung tangan dan kaca muka, soda api bisa membakar kulit
  • Jangan gunakan baskom, panci, sutil/sendok, maupun cetakan dari bahan Alumunium atau Copper (tembaga) karena akan bereaksi dengan soda api, ini bukan hal yang kita inginkan.

Cara Pembuatan:

  1. Lelehkan mentega putih dalam panci dan tambahkan minyak. Naikkan suhu sampai semua meleleh. Jangan terlalu panas atau mendidih.
  2. Sumbat wastafel, isi wastafel dengan air dan es batu. Rendam baskom/panci berisi ASIP, ASIP harus tetap dingin. Masukkan soda api sedikit demi sedikit ke dalam ASIP cair (jangan tuang ASIP dalam soda api, BAHAYA), jangan sampai ASIP panas/matang. Penambahan soda api ke dalam cairan ASIP akan membuat suhu ASIP memanas. Ukur suhu ASIP menggunakan termometer supaya menjaga suhu ASIP tetap dingin. Aduk perlahan-lahan. Putar-putar es batu di luar panci/baskom isi ASIP, supaya suhu dingin merata. Hindari menghirup asap yang dihasilkan soda api. Lakukan proses ini di tempat yang berventilasi dengan baik. Penambahan soda api pada ASIP memakan waktu, jangan terburu-buru menambahkan, karena ASIP akan memanas/matang. Kalau kena tangan, segera bilas. Setelah tercampur semua, tetap aduk selama 5 menit. Campuran ASIP dan soda api akan berubah menjadi kekuningan, itu normal.
  3. Tambahkan madu dan boraks ke minyak yg masih hangat tapi tidak panas.
  4. Sekarang, perlahan-lahan dan hati-hati tuangkan campuran ASIP alkali ke dalam panci minyak. Aduk terus sampai itu semua tercampur rata. Gunakan mixer/hand blender dengan kecepatan pelan, lalu sedang (demi keamanan, 60 putaran / sec).
  5. Tuangkan adonan ke dalam panci yang bersih. Ulangi proses blender untuk kedua kalinya. Ini adalah waktu untuk menambahkan minyak esensial jika mau. Setelah campuran telah dicampur dua kali, akan siap untuk dituangkan ke dalam cetakan. Adonan akan mengeras dan siap untuk dipotong setelah 24 jam.
  6. Potongan sabun siap dipakai, 2 – 4 minggu setelah pembuatan.

Aug
05

Setahun

Posted @ 10:31 am - View Comments (3) -

Setahun ngga ngeblog, rasanya kyk cuti panjang. Materi sih banyak, tapi tingkat privacy sudah berubah. Yang dulu dengan mudahnya mengumbar nama, lokasi, foto, sekarang sepertinya ngga gitu lagi. Umur bertambah, tingkat keparnoan juga bertambah. Apa kabar yang masih ngeblog? Apa blog ini masih ada pembaca? Sudah sangat sedikit ya, yang blog walking. Apalagi berharap kuantitas pemberi komen. Ibarat mencari follower di twitter. Follow dong kak.

Sibuk, itu yang aku rasakan. Bersyukur harusnya, punya kegiatan baru, lingkungan baru, kehidupan baru. Ngga pernah menyesali resign dari kantor, karena hidup harus muvon. Semua dinikmati. Pikiran kreatifku masih liar, bikin ini itu, coba ini itu. Yang penting otak terpakai, menghasilkan sesuatu.

Tadinya mau ngeblog lagi pas tanggal 2 Agustus, ya biasalah, kelupaan. Padahal udah install WP di hp Android. Udah kepikiran mau pasang alarm, tapi koq berasa lebay. Mau bikin postingan dengan tanggal yang di set tanggal 2, tapi rasanya ngga seru. Lebih seru nulis langsung saat itu juga, biar nulis impulsif. Ribet yah. Hihi.

Ya segini dulu nulisnya. Mudah-mudahan masih bisa rajin nulis.

Jul
19

Dear Lord

Posted @ 7:38 pm - View Comments (0) -

Aug
02

8 tahun 7 bulan

Posted @ 3:42 pm - View Comment (1) -

Hari ini sudah serah terima tugas kerjaku ke orang baru. Yup, I’m resigning. Cukup mellow mengingat kebiasaan perjalanan ke kantor, lika liku tugas di kantor, teman-teman sekantor. I’ll be missing you all.

Saatnya melihat ke depan, sabtu nanti akan ada serah terima yang baru. Yay.

Jun
25

Oeltah

Posted @ 10:20 am - View Comment (1) -

Akhirnya menginjak umur 31.. umur yang kurang keren menurutku, tapi si mamah tadi bilang “I would love to be 31 years old again” hihihi. Si mamah mustinya juga ngerasa dong kalo ‘gile aje anak gw udah umur 31′ .. udah sama-sama dewasa, ga bisa dibilangin lagi kyk anak kecil dulu.. yang ada malah masing-masing punya pemikiran yang dewasa dan berbeda (mungkin).

Nah.. aku.. malah harus siap-siapin diri untuk bertanggung jawab untuk mempunyai anak. Tanggung jawab besar dan berlaku seumur hidupku.. mendidik anak. Hufft. Ngga berasa mudah memang, tapi kyknya emang udah kodrat kudu punya anak yah kalo udah menikah itu.

Di hari ultah ini, aku koq ya extra kepedean untuk ngetwit ultah sendiri, posting di milis sendiri.. hihihi. Ya biar beda aja ateuh. Sampe tadi si Miund juga sempet ngucapin akoh via Motion Radio *ahak*. Pas denger, ampe blushing-blushing sendiri di dalem mobil. Aku bersyukur banget ditengah temen-temen.. diucapin sama adek ipar, sama mertua, sama kakak ipar juga, sama simamah, sama sipapah juga (makin rame ajah keluarganya). Jam 12 teng aja swamih udah ngucapin (kirain tu dia tidur pules). Trus temen-temen juga rame ajah ngucapin tengah malem via sms, bbm, tuwiter. Yang rencananya udah ngantuk en mau tidur sampe gajadi (kepending).

Pagi ini, rada telat ngantor juga karena cibuk mbalesin ucapan-ucapan.. *senangnya*. Di kantor, baru aja masuk udah seneng soalnya temen-temen pada nyelametin. Tadinya mah mau bolos ajah hahaha, tapi udah kadung dijanjiin makan siang bareng, kudu masuk deh :p .. Mudah-mudahan sampe penghujung akhir hari ini, aku ga merasa sedih sedikitpun. Say no to stupidity di kantor yg udah menyita waktuku 2 minggu ini.

Pokoknya bersyukur, masih panjang umur, diberi kesehatan, punya banyak temen di sekelilingku *hugs you all*. I’m enjoying my life.

Mau nikmatin lemony rainbow cake ajah ntar malem. My own rainbow cake. Ini semua gara2 9gag!

free web site hit counter