Summer 2003

My Tatto
My temporary tatto (bikin nya di Blok M yg emperan – gilee)

Selama sebulan aku berlibur dengan mama dan Tibi (my little bro) ke Yugoslavia, Hungary dan Singapore. Aku ingat di siang hari kita berangkat (pesawat kita malam hari) aku masih sibuk ngepak, sambil memamerkan tatto temporary yang baru aku buat kemarinnya.. bergambar bunga mawar di bahu belakang kanan ku. Perjalanan selama +/- 20 jam melewati Changi, Frankfurt dan tiba di Ferihegy (baca: Ferihej; Budapest, Hungary) membuat aku tidak sabar segera ke kampung halaman mama. Kita naik mobil melewati perbatasan Hungary dan Yugoslavia (di Tompa) lalu dilanjutkan sampai ke Zenta; ditempuh sekitar 3 jam. Bertemu dengan kakek dan nenek (mereka hanya tinggal berdua saja). Perjalanan kali ini adalah pertama kali bagi Tibi. Jadi semua di rumah itu adalah hal baru bagi dia. Aku langsung pilih kasur yang biasa ku tempati, mama sibuk ngobrol dengan mereka, Tibi melihat-lihat seisi rumah. Habis itu aku ajak Tibi untuk jalan-jalan di kota. Kota Zenta itu kota kecil, aku ngga tau berapa penduduknya, tapi yang aku tau kota ini hanya punya 1 pasar, 1 pom bensin, 1 pemakaman, 1 kolam renang, 1 kantor walikota. Untuk menjelajahi kota ini bisa dilakukan dengan bersepeda dan akan habis dalam beberapa jam. Kebetulan rumah nenek kakek ku dekat dengan alun-alun kota, jadi kita tinggal jalan kaki untuk ke tengah kota. Saat musim panas banyak sekali toko yang menjual es krim, anak-anak muda pasti ngumpul di kolam renang (seperti yang biasa kulakukan tahun-tahun yang lalu).

My Family Tibi (my bro), Me, Mom, Anyu and Apu (that’s how I call them) 🙂

Hari-hari di Zenta cukup membosankan bagiku. Teman-teman ku banyak yang liburan ke luar kota, ada juga yang malas bertemu dengan aku lagi. Yah.. bahasa magyar ku (bahasa yang dipakai di Hungary) tidak sefasih tahun-tahun yang lalu, membuatku tambah malas berkomunikasi. Hari-hari ku kuhabiskan di rumah (karena aku sempet sakit panas selama beberapa hari), malas berenang, malas keluar malam-malam, bahkan ke toko kelontong saja malas. Kali ini giliran Tibi yang menjelajahi semua tempat-tempat asik di Zenta. Seperti kolam renang (yang tahun ini kurang begitu ramai), toko-toko kecil, pasar tradisional (yang jauh lebih bersih ketimbang pasar mayestik – atau pasar tradisonal lainnya di Jakarta), resto pizzeria, resto Papuli (makanan khas Hungary), Csarda (baca: Charda) adalah pantai di pinggir sungai Tisza (baca: Tisa). Tempat-tempat ini semua sudah kujelajahi 2 tahun lalu. Aahhh.. mungkin aku lagi ngga mood menceritakan (maaf).

at Vaci Utca, Budapest Tibi and Me at Vaci Utca – Budapest

2 minggu telah lewat, saatnya kita melanjutkan liburan kita ke Budapest. Aah.. kota besar! Sangat banyak bangunan-bangunan kuno, mobil-mobil aneh (yang pasti modelnya beda dengan yang di Jakarta). Banyak sekali resto-resto unik, café-café di pinggir jalan (open air!!), sungai Danube yang melewati kota Buda dan Pest (karena itu dinamakan Budapest). Kita naik subway (underground train) untuk nonton circus (Russia terkenal dengan sirkusnya yang kocak, dan tentu saja amazing!). Kita juga jalan kaki menuju suatu tempat bernama Csodak Palotaja (baca: Chodak Palotaya = Palace Of Wonder), aku bingung bagaimana cara mengartikannya, tapi isinya adalah rumah hiburan interaktif segala macam permainan (ataupun puzzle) yang dihasilkan rumusan fisika, kimia dan matematika.

Me and Mom Me and Mom at Csodak Palotaja – Budapest

Setelah seminggu di Budapest, kita terbang menuju arah pulang, tapi berhenti sejenak selama seminggu di Singapore. Kalian pasti berpikir tentang shopping! Haha.. aku tadinya juga begitu, tapi Singapore tidak hanya tempat belanja. Salah bila Singapore tempat belanja, karena barang-barang di Singapore itu mahal, daripada berburu barang murah di Mangga Dua ataupun ITC. Tapi yah.. kita belanja juga koq (maklum, kita kan cewek-cewek).
Selama di Singapore, mama mengajari aku dan Tibi memakai Eazy-Link Card untuk naik MRT. Kita tinggal di hotel dimana MRT station City Hall. Dari situ kita naik sekali dengan jalur merah ke Orchard Road. Nah, itu saja yang kita perlu hafal, katanya. Setelah itu, setiap hari mama pergi sendiri berburu buku-buku di Borders, Tibi ke Internet Café (warnet) untuk bermain CS atau browsing mainan seperti Lego di Raffles City, dan aku menjelajahi Orchard Road dari ujung ke ujung. Wah! Puas sekali jalan kaki (sayang di Jakarta tidak bisa bebas berjalan kaki). Ke Takashimaya, Paragon, Center Point, Sembawang CD Store, Borders, dan yang lain lupa namanya. Makanannya pun sesuai selera kita; tidak seperti di Zenta dan Budapest yang ayam dan daging melulu dengan rasa garam. Setiap pagi sebelum sarapan, aku menghabiskan waktu berjemur (sun-bathing) dengan bikini, biar pulang aku bisa memamerkan bikini-line ku. Tapi sayang, Singapore sering berawan, jadinya kedinginan melulu.. hihihi. Well.. intinya, kita bertiga sangat menikmati Singapore.

Cerita mengenai Singapore masih berlanjut, karena Nov – Des 2003 aku kembali jalan-jalan ke Singapore (dengan tour Malaysia – Genting – KL – Bangkok – Pattaya – Singapore) dan November 2004 juga ke Singapore selama seminggu (sangat mengesankan!).

You Might Also Like

3 thoughts on “Summer 2003
  1. sounds like a real fun summer ya;). weks, pake bikini? udah ngetren ya buat anak sekarang? *berasa tua mode on*

    budapest kayaknya kota yang keren banget yaaa… tua dan klasik. pengen deh ke eropa:D.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *