Warna – Warna Aura

Ungu: sensitif, spiritual, fokus
Biru: tenang, pendiam, spiritual
Merah: fisikal energi, sensual
Merah Tua: emosional, marah, melonjak-lonjak
Merah hangat: sehat, berenergi
Merah Muda: tenang, difusi dari energi fisik
Kuning: intelektual
Hijau: seimbang, masuk akal, percaya diri, sehat
Jingga: ramah tamah, bersahabat
Abu-Abu/Hitam: tertutup, misterius
Putih: energi berlebihan, atau dalam keadaan sakit parah
Campuran Warna: emosi bercampur, tidak seimbang
Abu-Abu: pikiran gelap, maksud tersembunyi
Coklat: materialistik, negatif spiritual

(dikutip dari Pintu, Fira Basuki)

Semalam aku membaca Pintu dan Atap sampai habis. Trilogi ini mengisahkan konflik percintaan, dengan detail mistis kejawen, dan hubungan interaksi didalamnya. Buku pertama, Jendela-Jendela, menceritakan pengalaman June, kehidupannya masa kuliah sampai menikah. Buku kedua, Pintu, menceritakan Bowo (kakaknya June), kehidupannya masa kuliah, juga sampai menikah. Dan buku ketiga merupakan percakapan cerita June dan Bowo.

Dalam buku Pintu, diceritakan Bowo bisa membaca aura. Dia memiliki mata ketiga. Aku jadi ingat, my first job di toko buku QB di Pondok Indah. Hari-hari terakhir sebelum aku resign, ada OB baru, namanya Mas Muji. Dia pernah bercerita bahwa bisa membaca aura. Saat kutanya, apa auraku (saat itu), dia bilang warnaku hijau. Aku tidak tahu apa artinya saat itu, tapi kata-katanya akan aku ingat terus. Aku juga tanya, apa warna aura teman-temanku. Ada yang dia bilang biru, ada juga kuning. Saat itu, store managerku lewat, Mas Muji bilang warnanya coklat. Hmm.. aku sih tidak suka warna coklat, meski sekarang baru ngerti apa artinya. Store Manajer itu memang orang yang sering slack denganku.

Aura Kuning itu sangat spresial. Ingat gambar Yesus? Di lingkar kepalanya ada halo berwarna kuning. Konon katanya, seorang guru mesti mempunyai aura kuning, atau mempunyai halo kuning dikepalanya.

Fira Basuki, kenapa aku sangat nge-fans dia? Aku tidak kenal dia. Membaca bukunya bisa jadi merupakan waktu luang saat menjadi staff operasional di Qb.Aku tau bahwa bos-ku, Babeh Richard Oh (seorang pengarang juga) kenal dengan Fira Basuki. Kutahu dari buku terakhirnya Fira Basuki, tercantum nama Babeh. Ya kita-kita memanggilnya Babeh. Ngga tau kenapa, ya sejak aku masuk kerja di Qb.

Kemarin temanku cerita, bahwa adiknya kenal dengan seseorang temannya yang adalah sekretaris Fira Basuki. Aku teriak! Waah.. Aku pengen banget kenal dengan Fira (or should I say, Mbak Fira?). Ingin ngobrol dengannya, tukar cerita, ketawa-ketawa. Dengan membaca novelnya, seakan-akan aku mengenal dirinya, lingkungannya, keluarganya. Aku titip pesan ke temanku, mintain dong alamat e-mail nya Fira Basuki, karena yang kemarin aku dapat itu sudah tidak dipakai, jadi bounce back. Akan kuundang dia untuk membaca blog ku! Hihihi.. senangnya. Bayanganku, aku ingin menemuinya di Singapore, kita ngopi di pinggir jalan, sambil cerita-cerita. Wah..my wish!

You Might Also Like

4 thoughts on “Warna – Warna Aura
  1. aku suka warna coklat.tapi menurutku aku gak materialistis.ada yang bilang kalo warna coklat itu berarti penuh kehangatan,bersahabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *