Counter Tool Is Cool

Dua minggu yang lalu, Nauval menulis artikel/postingan berjudul Statistik. Tentang suatu counter tools perekam data-data record dalam dunia maya, yang sering tidak banyak berpengaruh bagi kebanyakan orang. Data-data ini berupa data page-hopping, seberapa sering, dari mana, kemana, bagaimana spesifikasinya, dll. Data ini diperlukan khususnya untuk men-track siapa saja yang sempet singgah di blog/homepage. Aku tertarik untuk pasang juga di blog ku. Aku jadi pengen tau seberapa banyak orang membaca blog ku, plus sebagai masukan apakah blog ku itu banyak pembaca atau tidak (menarik atau tidak). So, aku pasang juga NedStat.

Ternyata ngga hanya aku yang langsung pasang counter tools karena tulisan Nauval. Mas Q (baca: qyu) juga tertarik, sehingga di blognya dipasang counter yang lebih canggih dan lengkap dari NedStat, yaitu StatCounter. Mas Q cerita juga bahwa counter ini bisa men-detect data pengunjung dari kota, negara, ISP, berapa lama stay di blog, bagaimana bisa singgah di blog, dll. Nah, yang terakhir ini membuat aku tertarik untuk pasang StatCounter. Lho, pasang counter tool kok banyak? Ngga papa selama ngga diharamkan. Hahaha.

Tentang siapa saja yang mampir di blog ku, ini yang membuatku amazed!

IP Address Host Query
10.11.18.108 search.yahoo.com da vinci code yesus
10.11.18.108 search.yahoo.com da vinci code yesus
161.142.87.211 search.yahoo.com ariel peterpan dan istri
161.142.87.211 search.yahoo.com gambar ariel peterpan
172.16.11.22 www.google.co.id cerita sensual
192.44.63.47 www.google.fr golda
193.17.175.6 www.google.com diary of dreams lyrics
193.17.175.6 www.google.com diary of dreams lyrics
202.152.170.254 search.yahoo.com personil peterpan
202.152.64.242 search.yahoo.com akhiran kan
202.188.73.227 search.yahoo.com gambar ariel peterpan
202.51.228.241 search.yahoo.com irham nazril
202.6.236.78 search.yahoo.com penulis mira w
202.65.124.25 www.google.co.id contoh skripsi
202.73.106.212 www.google.co.id lambang cakra nada
202.73.124.6 www.google.co.id tempat belanja singapore
203.130.233.165 www.google.com cerita esek-esek
216.236.100.2 www.google.co.id pertanyaan untuk ujian komprehensif manajemen
217.197.179.92 www.google.co.hu the hospital cheat
218.208.231.70 search.yahoo.com profile ariel-peterpan
219.95.29.154 search.yahoo.com gambar ariel peterpan
219.95.96.167 www.google.com.my bilangan a-z dalam bahasa cina
60.48.33.32 search.yahoo.com gambar ariel peterpan
61.14.53.166 www.google.com kejawen
61.247.56.167 www.google.co.id contoh skripsi
61.5.108.15 www.google.co.id gambar ariel peterpan
61.5.16.91 www.google.co.id nazril irham
61.5.41.8 uk.search.yahoo.com mangga dua toko puzzle
61.94.130.144 www.google.co.id tour malaysia
62.100.224.16 www.google.co.hu theme hospital
81.182.207.86 www.google.co.hu theme hospital
84.27.227.102 search.yahoo.com puisi humor suroboyoan

Hasil data ini membuatku berpikir bahwa:
Banyak yang tertarik pada Ariel Peterpan (nama aslinya Irham Nazril)
Masih ada yang suka main dan penasaran dengan game Theme Hospital
Dan segala penasarannya kebanyakan orang tentang cerita esek-esek, pengarang Mira W, humor suroboyoan yang ternyata banyak penggemarnya, dan buku fiksi Da Vinci yang sampai sekarang masih dalam perdebatan. Yah, kalian bisa lihat sendiri. Padahal ini hanya data dalam kurun waktu dua minggu.

Hasil data ini tentu tidak akan se-WAH hasil data dari blog nya Mas Q, yang tulisannya mengandung Da Vinci Code, Ayat2 Cinta, Eksploitasi, hingga Teori Kuantum. Tulisanku hanyalah tulisan seorang mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsinya sambil sesekali mengurus blog.

Ngga Tahan Kalo Ngga Diceritain

Transaksi Telur dan Mangga di pasar

Di suatu pasar terjadi transaksi antara penjual telur dan mangga yang seorang madura dengan pembeli.
Pembeli: “Bang! Telur satu biji berapa?”
Penjual: “Seribu mas..!”
Pembeli: “Telur kecil-kecil segini seribu? Mahal banget..!”
Penjual: “Yah..! Kalo telurnya besar-besar ya jebol pantat ayamnya dik!”
Pembeli: “Trus..kalo mangga ini berapa bang?”
Penjual: “Kalo yang mentah seribuan yang masak seribu maratus dik!”
Pembeli: “Ha?! Mahal banget..!”
Penjual: “Ya soalnya saya baru keluar dari penjara.”
Pembeli: “(dengan heran) Keluar dari penjara apa hubunganya?”
Penjual: “Ah ndak enak dik diceritakan.”
Pembeli: “(tambah heran) Ngga pa’pa cerita aja, pak!”
Penjual: “Ah ngga usahlah dik, ngga enak!”
Pembeli: “Ngga pa’pa cerita aja, ngga pa’pa!”
Penjual: “Begini lho dik, saya masuk penjara itu, ya karena nylurit pembeli yang rewel kayak sampean ini!”

Jeruk manis-manis

Suatu hari seorang ibu sedang pergi kepasar, disapa pedagang jeruk…
Pedagang: “Jeruk nya Bu…nis manis…”
Ibu: “Yang betul pak…”
Pedagang: “Lho sampeyan nggak percaya..”
Ibu: “Iya deh pak.. (tanpa mencicipi) beli 2 kilo…”
Sampai dirumah jeruk itu dimakan… ternyata asem-asem semua. Si ibu marah. Lalu kembali ke pasar untuk mengembalikan.
Ibu: “Pak, jeruknya asem semua! Gimana see? Kok bohong sama saya??”
Pedagang: “Sampeyan masih untung beli 2 kilo, lha saya beli dua karung, asem semua, ngga marah”

taken from: http://ketawa.com/cari.php?q=madura

Legjobb Barát

Volt három legjobb barát. A Béka, a Téknõsbéka és a Százlábú. Egy nap, a Béka meghivta a Téknõsbékat és a Százlábút egy kávéra a házába. Beszélgettek és jól érezték magukat. Akkor béka megkérte a Téknõsbékat hogy vegyen cigarettát a sorkibolt ban. De a Téknõsbéka azt mondta ha õ megy, sokáig fogtortoni. Jobb lenne ha Százlábú menne mert õneki sok lábo van. Tehát Százlábú elment.

Egy-két orát várt a Béka és a Téknõsbéka, de a Százlábú nem jött. Kiváncsiak voltak, hol van a Százlábú. Mikor õk kinyitották a ajtót, ott volt a Százlábú az ajtó elõtt. “Hát te itt vagy? Most jöttél? Gyere be.” mondta a Béka.

“Hogy-hogy jöttem, most indulok. Most vettem fel csak a cipõimet” mondta a Százlábú.

***

Cerita ini aku buat saat liburan panjang 2 bulan di Zenta, Yugo. Tentang 3 sahabat (három legjobb barát) yaitu kodok (béka), kura-kura (téknõsbéka) dan ulat kaki seribu (százlábú). Bahasa Hongaria atau yang disebut Magyar (baca: majar) sih katanya bahasa ke3 tersusah. Nomer satu ditempati oleh bahasa cina dan nomer duanya bahasa arab. Btw, bahasa Hebrew itu sama susahnya lho dengan bahasa arab, karena dua-duanya tidak pakai petunjuk vokal (biasa yang dibilang arab gundul). Kalo magyar sendiri terdiri dari 40 alfabet.

Vokal: a, á, e, é, i, í, o, ó, ö, õ, u, ú, ü, û
Konsonan: b, c, cs, d, f, g, gy, h, j, k, l, ly, m, n, p, q, r, s, sz, t, v, w, x, y, z, zs

Magyar juga menggunakan 3 petunjuk waktu: past, present dan future, dimana hal ini sangat susah bagi orang indonesia yang tidak biasa / kurang jeli menentukan petunjuk waktu dalam kalimatnya. Magyar sangat singkat untuk penyusunan subjek-predikat-objek. Magyar mempunyai kata-akhiran untuk setiap subjek dan objek (aku, kamu, dia, kita, kalian, mereka). Hasilnya, hanya dengan 1 kata kerja dasar ditambah dengan kata-akhiran tertentu, dapat menjelaskan subjek dan objeknya tanpa disebutkan. Contoh:

kéz / kezek = tangan (singular/plural)
tangan aku = kezem
tangan kamu = kezed
tangan dia = keze
tangan kami = kezeim
tangan kalian = kezeid
tangan mereka = kezei

So, dalam menyebutkan kata diatas ini, tidak perlu menjelaskan tangan-nya ‘siapa’ lagi.
Kalo ngga salah, ada 39 akhiran dalam magyar. *damn*.. Karena magyar tidak punya kata-awalan, jadi semua bertumpuk di kata-akhiran.

Susah? Ah.. enggak juga. Masih ada bahasa cina dan bahasa arab yang lebih susah. Magyar masih menggunakan alfabet yang kita kenal. Ketimbang bahasa rusia / bahasa serbia yang pakai alfabet cyrilic, atau bahasa yunani yang alfabetnya juga beda (seperti lambang rumus fisika) atau karakter bahasa cina yang jumlahnya ribuan, oh no!

little frog

Kis Béka (Little Frog)
Merupakan penghuni baru di kolam dpn rumahku
Setelah memakainya sebagai model, aku kembalikan ke habitatnya

Penasaran sama terjemahan ceritanya?

Theme Hospital

Theme Hospital Ada yang pernah main game ini? Kebanyakan yang kutanya pernah memainkannya di PS. Aku sendiri mulai main TH sejak kelas 1 SMA (tahun.. hmm.. 1997 – belum tua kan aku?). Saat itu aku punya temen deket namanya Simon, yang hampir tiap hari sehabis pulang sekolah main ke rumahnya. Di kamarnya itu banyak game PS, PC, gitar akustik & listrik. Ngga cuman aku yang doyan main ke sana, temen2 cowok/cewek pun sering dateng. Mungkin karena orangtuanya yang jarang di rumah, ngga heran kita jadi pada betah.

Kalo udah rame, yang satu main gitar, satunya ikutan genjreng-genjreng gitar listrik tanpa listrik, beberapa cowok main Tekken di PS, kalo aku serius main TH. Kadang-kadang ganti formasi, cowok-cowok itu main game online di komputer, atau kadang-kadang browsing yang esek-esek (wekss), trus aku main gitar sama temen yang lain. Eh, aku juga suka main PS, kadang menang juga lho lawan cowok!! *gak mau kalah mode on*.

Sampai suatu titik dimana mama ngomel2 bahwa aku terlalu sering main ke rumah Simon setiap pulang sekolah, dimana pacarku ‘hampir’ mutusin aku karena dikira ada ‘rasa’ sama Simon (padahal dia sering main ke sana juga), dan sampai di suatu titik dimana hubungan aku dan Simon berakhir karena berantem. Yaelah.. tau gak berantemnya kenapa? (kalo mikirin tuh pengen ketawa).

Sejak aku SD, aku tuh pengumpul majalah Donal Bebek (tapi berhenti saat kuliah). Ada 1 album DB yang kupinjamkan ke Simon, dan ketahuan bahwa majalahku dibawa tidur sampe leceknya ngga ada beda sama kritingnya koran pembungkus sayur di pasar. Duhhh.. Aku tuh sangat sayang sama barang-barangku. Alhasil, Simon aku marahin. Emang dasar egois nya si anak bungsu (maaf deh yg merasa anak bungsu) Simon malah marah. Padahal jelas bahwa dia yang salah. Temen-temen rupanya ngga mau ikut campur. Aku tambah kesel. Trus aku langsung pergi pulang, ninggalin majalah itu, dan itulah hari terakhir aku menginjak rumah Simon.

But, dia ngga tau kalo CD Theme Hospital yang aku pinjam masih ada di aku – sampai hari ini.

***

Game Theme Hospital ini sebuah “sims/strategi game” mengatur isi rumah sakit. Ada dokter, nurse, janitor/handyman, dan pasien. Yang aku suka: mengatur ruang-ruang diagnosa, perawatan, dll, di dalam gedung RS nya. Saat itu, aku belum bisa me-namatkan TH, aku main tanpa cheat, dan selalu kalah karena kehabisan uang. Rupanya dendam untuk menamatkan TH ini masih kepikiran terus, sampai-sampai aku memilih kuliah jurusan MRS. Iya, bener, karena alasan game inilah aku milih jurusan MRS. Didukung sama tes bakat minat yang salah satu pilihan karir ku: administrasi rumah sakit. Kurang cocok apa lagi coba? So, game ini bener-bener berarti bagi kehidupanku. Btw, sejak jumat kemarin, aku mulai main TH lagi. Kali ini aku dapet cheat nya dari www.gameFAQ.com. Dan hari ini udah tamat. Sekarang udah puas (7 tahun belum kesampean untuk namatin game ini).

***

Mengenai masalah IP address yang kemarin sempet dibahas, rupanya penomoran IP address yang terdiri dari 12 digit itu berasal dari provider. 3 digit awal menunjukkan negara Indonesia (202), 3 digit kedua menunjukkan provider (Centrin itu 146). Dan 6 digit terakhir biasanya random terpilih saat connecting (khususnya bagi pemakai dial-up seperti aku). Info ini kudapat saat main ke PsikoNet di UI. Mas Andi yang cerita. Tapi mengenai IP address yang beda tipis, aku hanya bisa bilang, itu karena random. Oh ya, Mas Andi sempet ngejelasin tentang kejahatan carding dan hacking. Wah, nambah pengetahuan nih.. makasih ya mas!

***

Kemarin papa nyemot cerita bahwa dia iseng-iseng masukin namaku di search engine, dan viola! Blog ku keluar! Pagi ini kucoba.. hix hix.. koq setelah page keberapa sih baru ada?? Tapi, sekarang aku baru tau bahwa ternyata ada yang punya nama sama ‘Maria Golda’ persis seperti aku. Tapi di entah di Swedia / Norwegia.

To Nikung Or Not To Nikung, Thats The Question

Ibu KD

Jangan salah, Ibu satu ini bukan diva Indonesia. Tapi dimataku, Ibu ini refleksi dari diriku bila berumur 40th-an. Supel, ceria always, aktif, banyak temen. Meski background nya ngga mulus, tapi sesuai dengan motto kita: “Hidup itu dinikmati, jangan dibuat susah”. Kemarin siang-sore aku ke RSPI, ketemu dia untuk membahas bab 3 laporan magangku. Meski cukup lama nungguin Ibu KD selesai meeting, sekalian ikutan nemenin dia makan siang. Jadi, kita kongkow di warung soto surabaya belakang McD PI, dia bertanya:

“golda udah punya cowok?”
Diam sebentar, aku bilang “udah, tapi lagi ngga disini.. beda kota”
“oohh.. disini gak nyari cowok?”
Godd..koq pertanyaannya tiba2 menjurus! Ciaatt.. harus pinter nangkis nich! Hmm.. kenapa yah? Pas mau njawab, rasanya pengen cerita ke dia bahwa kisah cintaku tu macem2, dan untuk menanggapi pertanyaan atau menghadapi situasi ‘apakah aku perlu punya cem-ceman’ itu dah bukan jamannya lagi. Bukan karena aku ini kurang laku *sok laku??* atau takut me-nikung, tapi.. hmm.. lemmi answer her question: “bukannya ngga bisa, tapi aku ngga mau. aku udah nemu yang aku mau banget, jadi ngga mau aku sia-siain / mainin.” eitss.. papa nyemot jangan GR yahh..
Bu KD hanya manthuk-manthuk sambil tersenyum penuh arti. Ngga tau lah apa arti dari ’senyumannya’..

***

Si Tante
Sorenya, lagi ke fotokopian Parini (deket RSPI) aku ketemu sama ibu nya Stanley, temen SD SMP SMA ku. Si tante yang aku kenal deket ini seorang yang ramah dan friendly sama aku. Gak tau apa memang pengen anaknya jadian sama aku atau memang ramah ke semua orang. Dia cerita panjang lebar, masalah si Stanley yang udah kuliah sampe smester 7 di kedokteran, tau-tau pindah ke Psikologi dan ulang dari semester awal, plus tidak lupa bercerita tentang pacar-pacarnya Stanley.. Hihihi.. nasib mu Stan.. Ceritanya belum selesai, bahkan dengan bangganya si tante nunjukkin foto *gaya model* si pacar nya Stanley at the moment. Wah, turut bahagia deh tante.

Pas mau balik, aku nemenin tante sampe naik mobil. Tak pikir mau ngeluarin hape, ternyata si tante ngeluarin sebuah barang gadget kotak kecil (sekecil hape panasonic yg imut itu lhoo) yang ternyata sebuah HT!! Trus dia bilang, “bentar ya golda, tante mau HT-in Om dulu”..

Yaoloooo.. hari gini masih main HTHTan.. hihihi.. trus dia sambung, “iya nih, tante sama om dah kayak perangko, lengket melulu. Kerja.. bareng. Di rumah.. bareng..” wah.. terenyuh deh mendengarnya. Stan, gw salut ma bonyok lo.. I wanna be like them! Oke dee.. “salam ya tante, buat Stanley!”..