Been There, Done That

Sejak SMA kata “illfeel” mulai dikenal masyarakat khususnya ABG seperti saya. Illfeel itu maksudnya Ilang Feeling (bagi om, tante, kakek, nenek yg blm pernah denger). Biasanya pas masa-masa pacaran yang lalu diakhiri dengan putus, ketika di’wawancara’ sama sahabatnya, dia menjawab: “gue ilfeel sama dia”.

One of my friends told me, bahwa dia udah ilfeel sama pasangannya. Muak + no faith + males = ilfeel. Penyebabnya bisa jadi karena kerenggangan yang berlangsung cukup lama, yang makin hari terpupuk menjadi borok, bernanah, sakit dan akhirnya harus diamputasi (ibaratnya putus).

Kelas 3 SMA aku pernah nerima ‘tembakan’ seorang cowok yang sebenernya tidak terbesit untuk suka dengannya. Saat itu aku baru putus dari 1.5 years relationship, jadi masih sedih. So, jadian kali ini karena ‘pelarian’ (sebuah kata yg ngga enak didenger.. memang). Alhasil, berakhir dengan ilfeel.

3 thn yg lalu, mulai pacaran sama seorang jejaka yg bener2 straight, ngga ngerokok, ngga minum2an, ngga minum kopi, ngga pernah nyoba ngobat, sayang anak kecil, dan sederet kebaikan lainnya. Wah, good to be true, eh? Tapi toh putus juga, gara2 ilfeel. Lho knapa? Komunikasi dan ego. Tiap kita debat 75% selalu berakhir dengan ‘ngambang’. Makin lama makin ngga tahan, dan akhirnya menjadi ilfeel yang kronis (berkepanjangan).

Masalahnya sekarang, gimana bila keadaan ilfeel memasuki sebuah perkawinan?

Tanteku yang baru menikah 3 tahun ku wawancara. Kebetulan beliau telat menikah & pernah pacaran sampe 10 thn dan putus. So, pengalamannya panjang juga. Di perkawinannya ini beliau menegaskan bahwa sejak awal untuk selalu terbuka, jujur dan selalu berkomunikasi. Kalau ada sedikit yang kurang ‘sreg’ musti/kudu dibicarakan dengan terbuka dan rendah hati (jangan bersikap ngga mau kalah).

Memang, kalo ilfeel sudah meracuni, sangat susah untuk mengobati. So, lebih baik dihindari. Saat pacaran, putus akan lebih mudah menjadi jalan pintas untuk menghadapi ke-ilfeelan yang makin lama makin menyesak. Tapi kalo udah menikah, akan lebih sulit. Bisa jadi mayoritas para selebritas kita cerai karena ilfeel berkepanjangan, iya ngga?

So, ilfeel dilanjutkan dengan putus? Been there, done that.

You Might Also Like

5 thoughts on “Been There, Done That
  1. aduh golda, ilfil itu kan biasa, asal nggak pronsip:D. justru keilfilan itu bisa jadi hal yang nyenengin buat diinget2 lho.

    jadi sama papa nyemot ngapain aja sih sampe kerasa baru terus;)? bagi ilmunya dong:D.

  2. RIO, yang parah itu kalo ilfeel nya gak bisa kembali menjadi mesra. Susye dee..

    Ilmunya: gak sering ketemu krn long distance. Begitu ktemu mesra melulu :p kapan pernah keselnya?? Hehe..

  3. mE guESs HaVen\’T beEn ThErE yEt…hOpE i\’Ll nEvEr \”iLfEeL\”
    dAnGeRoUs LaA…

    tErSekSa Nnt….uSuAlLy boYs jEr Yg \”ilFeEL\” cEpAt Dr girLs..

    isN\’t tHaT TrUe??? (\”.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *