Growing Pain

Hidup ini penuh dengan yang namanya pelajaran. Salah satu pelajaran yang aku terima weekend ini, akan ku ceritakan. As always, setiap kejadian mesti ada hikmahnya. Tapi kita hanya manusia. Tidak bisa menjadi perfect, meski tetap berusaha menjadi yang terbaik yang bisa kita lakukan.

Bagaimana ya memulainya? Not as easy as I think.

Being in relationship, aku belajar banyak. Belajar mengenal pribadinya, kesukaannya, kebiasaannya, sifat-sifatnya, cerita-ceritanya. Hubungan kami penuh dengan kata-kata. Apapun kami bicarakan. Apapun kami sampaikan. Ia tahu semua tentang aku. Aku ingin dia mengerti aku, menerima aku apa adanya.

Dia memang soulmate ku. Sejak pertama sudah kurasakan. Ia juga merasakan hal yang sama. Semuanya kita cocok, semuanya bisa kita lewati. Banyak yang dia mengerti tentang aku. Banyak juga aku mengerti tentang dia. Hanya ada satu hal yang melekat dalam dirinya (maaf, ini confidential) yang tenyata membubarkan kami. Kami saling cinta, saling sayang.

(maaf, ambil tissue dulu, air mataku ngga berhenti mengalir).. emang dasar cancer, kalo ‘hati’ sudah luka, pasti daleem.

Kemarin sore kita memutuskan untuk berpisah. Berat.. sangat berat. Berat bagiku, berat baginya. Kita berpelukan. Kita menangis.

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di kehidupan mendatang. Satu hal yang aku tahu bahwa aku sudah menemukan soulmateku, tanpa bisa memilikinya.

So, pelajaran apa yang bisa aku ambil? Aku jadi lebih sabar, lebih dewasa lagi (growing up is infinity). Temanku bilang, “growing pain”. Pas aku tanya maksudnya, dia bilang “karena pada saat merasa menderita.. lo sebenernya tumbuh..”.

You Might Also Like

5 thoughts on “Growing Pain
  1. Kalau kamu tidak pernah merasakan sakit, even a bit in a life…. kamu tidak akan pernah mengerti arti kehidupan yang sesungguhnya yang bakal terus kamu jalani hingga akhir hayat moe..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *