081 Sekian Sekian Sekian

Semalam aku bermimpi tentang nomor hape ku tersayang. Tidak begitu persis gimana cerita mimpinya, tapi membuatku bangun dan memikirkan tentang nasib nomer ini. Lho, mimpi koq tentang nomor hape. Begini ceritanya..

Sekitar Maret 1999, mamaku pulang membawa 1 tas hasil beli sesuatu di toko. Biasa laah, aku datang dan langsung ngintip barang beliannya, kali aja buat aku. Aku menemukan 1 kotak perdana bergambar matahari bersinar yang saat itu harganya seratusribuan. Wah!!

Awal pemakaian, voucher seratusribu perbulan pun cukup. Apalagi layanan sms pun belum ada. Kalaupun ada, masih terbatas dengan sesama provider.

Memasuki masa kuliah, disarankan untuk mengganti nomorku yang masih prepaid menjadi postpaid. Hitung-hitung sih jadi lebih murah. Datanglah aku ke gedung Artha Graha untuk apply upgrade. Memakai postpaid membuat aku lebih dewasa dalam mengatur pemakaian, juga memudahkanku untuk mempunyai akses menelpon kapan pun tanpa memikirkan sisa pulsa yang ada.

Layanan dari provider ini sudah menemani aku ke ber-roaming-internasional-ria saat perjalanan ke Yugo. Biayanya, aduh mak! Jangan ditanya. Kapok! Padahal sudah mewanti-wanti diri sendiri.

Sampai Lebaran tahun 2004, provider ini sedang mengupgrade layanannya untuk merger dengan dia. Akibatnya, pengiriman sms di hapeku bermasalah (sering tidak terkirim & susah menerima) meskipun untuk cuap-cuap masih bisa. Kata temanku yang kerja di sini, masalah ini akan berakhir bulan Febuari.

Tidak tahan, aku selingkuh. Aku beli nomor perdana lain, dengan berharap mendapat tarif yang lebih murah dari prepaid provider lainnya. Khususnya untuk sms. Sudah dua bulan lebih, aku kangen dengan nomor lamaku, yang telah menemani aku selama 6 tahun.

Maafkan aku telah selingkuh dengan partner merger mu, meskipun sekarang kalian dibawah satu bendera. Aku merasa bersalah. Mulai minggu depan aku akan menggunakan mu lagi. Berikan aku kesempatan untuk menjadi pelanggan terbaikmu.

You Might Also Like

3 thoughts on “081 Sekian Sekian Sekian
  1. aku hingga saat ini masih setia dengan provider yang sama. Gak peduli ama iklannya provider lain. Cuman… akhirnya takluk juga ama cdma… 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *