Ketakutanku (part 2)

Kalian masih ingat dengan ketakutanku akan laba-laba? Rupanya kamarku dihantui dengan arwah si previous dead big spider!

Di rumah yang sama, suatu malam minggu jam 10, kami baru pulang dari makan malam keluarga. Aku masuk kamar, tutup pintu, bermaksud untuk ganti pakaian tidur. Damn, tepat aku menutup pintu, dibelakang pintu yang berwarna putih itu terdapat laba-laba hitam sebesar diameter 5 centi! Sangat kontras! Dan mengerikan!! Aku teriak-teriak, aku tidak berani mendekati pintu, apalagi membuka pintu. Aku takut laba-laba nya loncat ke aku (Fiksi banget see. Maklum, masih SD). Begitu pintuku dibuka, aku kabur keluar dan bermaksud tidak mau tidur di kamarku malam itu. Aku sudah ketakutan, mama masuk kamarku untuk meneliti kembali. Ya, kali ini mama juga meminta diambilkan palu (jangan-jangan ternyata mama juga takut?!). Aku ambilkan palu. Saat mama dikamarku, aku menunggu di luar kamar, sambil mencoba mengintip.

“Golda itu ada laba-laba di belakangmu!” Aaaaaaaaaaaahhhhhhhh! Aku KAGET! Berusaha menggeliat mencoba mengenyahkan apapun yang ada dibelakangku. Duh, ternyata aku dikerjain sama ayah tiriku, sampai aku nangis. Iya, aku sampai nangis! Aku kesel bangen sama dia. Sial, jadi menambah kadar ketakutanku akan laba-laba.

Inside the crime scene (my room), mama sudah berhasil me-malu si laba-laba itu. Kata mama, laba-laba kali ini lebih kurus dari yang sebelumnya. Hah? Apa artinya? Apa di kamarku kurang banyak makanannya?? Saat dibersihkan sama mbak, dia heran. Menurutnya laba-laba sebesar ini biasanya terdapat di kandang sapi, bukan di dalam rumah. Haa?? Memangnya kamarku sama dengan kandang sapi? Siallll!!!!

***

Sebulan yang lalu aku menemukan laba-laba sebesar itu juga di koridor luar rumahku yang sekarang. Yah, rupanya belajar dari pengalaman, aku tidak perlu teriak ketakutan, aku ambil sapu, dengan sekali tebas langsung ke badannya. Mati! Rasain! Huh!

Ternyatah, Blogger itu bawel!!! It’s a fact!!

Hari minggu kemarin (22 Mei 05), gw memutuskan untuk ikutan kopdaran dgn sesama blogger. Tadinya mengurungkan untuk ikut karena secara gw tuh pemalu (preman ulung). Terbukti dengan kemunculan gw yang, err.. banyak diemnya, banyak ngedengerinnya, gagal mencela (takut bersaing sama ratunya). Tapi not bad juga nih, bakat gw muncul ditengah hingar bingar celoteh para blogger. Haa? Golda bisa membatik? Haree genee? Hahaha, itu komen yg gw ucapkan pas tau kalo anak2 pada mau ngebatik (Jadi makan ucapan sendiri deh!!).

Sebagai suhu membatik, mas Bagus (eh, udah mas mas ya?) sangat membantu kami-kami yang notabene BUTA tentang art craft satu ini. Yaolo, gw aja baru tau bahwa yg dioleskan canting itu sebuah malam! Dan harus bolak balik biar menutup warna aseli kain nya (itu toh gunanya?? *jadi berpikir logis.. mode on*).

Bertemu dengan Nana, ohmaigot, jauh dari yang dibayangkan. Gw kira die tuh pendek ceriwis gak bisa diem, ternyata kebalikannya. Bisa Na, bisa diem juga, kadang malah tersipu-sipu ria. But still, blogger = talkactive. Hal ini bisa dicontohkan oleh Anri (gw masi gak ngerti arti kata Haucuen aka Moi, Ri, tapi ya sutralah). Engkoh seputih gw yang mau nyaingin gw ini ributnya melebihi cewek! Gw takjub! Terpana! Hari kemarin, Anri kebanyakan komentar, sampe ngga sempet ngebatik, jadinya minggu depan gw yakin die akan bersemangat dateng untuk menyelesaikan bandana nya yang penuh dengan oretan DQ.

Siapa DQ? Duh, bayangan gw DQ tuh cakep, agak sawo matang, tinggi semampai dengan body bidang dan tubuh tegap (duh, jangan GR dulu). Akh.. ternyata.. semua itu tipu muslihat temennya yg fotografer. Yang pasti, ni cowok sangat amat bawel dengan celotehnya yang akrab di telinga temen2. Ya kan Dq? Kita baru kenal dah tukar menukar cerita ttg diri sendiri.. “kerja dimana? Pinter yah nggambarnya.. punya bakat? Knapa ngga kerja dlm bidang desain..” dan sebagainya (off the record gitu lohh – ato sebenernya dah lupa, hehehe).

Mas Q (permintaan beliauw, namanya akan selalu dirahasiakan, lha wong kita aja manggil dia “Q”) hehehe.. gaul juga tuh! Sampai detik ini, mas Q akan tetep dipanggil dengan sebutan ‘mas’. Wedhi aku, ndhelok wajahe mas wis kyk mas-mas ngono, mosok tak celuk jenenge? (selain jawanisme, silahkan minta trenslet yee). Tapi mas, aku masih keukeuh sumekeuh kalo mas deep down inside adalah seorang yg bawel. Mungkin benar kata mas dulu, kebawelannya tersalurkan oleh blog (makanya bikin blog). Tapi mas, apa karena secara dikau adalah jawaisme, jadi ‘behave’ didepan kami kami? Menjadi misterius?

Irvan, satu-satunya betokaw yang kita belon sempet dikenalkan / salaman. Kyknya anak2 dah pada ribut sendiri dan Irvan juga sibuk mencanting kain batiknya plus sambil pake celemek yang gw kira Irvan bawa sendiri dari rumah (niat bangett). Yaolo ni anak celaannya.. salut deh (minta resepnya dong). Emang bener kata Anri, Irvan adalah ratu cela. Btw, Jore apaan see maksudnya?

Si duo anak gaul, Rio dan Nauval. Hahaha.. (ngakak dulu nih gw).. habisnya, gw ngga kebayang ketemu kalian yang ternyata gaul + bawel (=gawel?). Begitu gw dapet berita bahwa kita kedatengan guest star yaitu Nauval yg bela2in dtg ke Jkt hanya unt ketemu kita2 yang ca-em2 ini (padahal bukan yah?) gw teriak! Coba tanya Rio kalo gak percaya. Hanya satu hal yang dapat membuat Nauval diem: yaitu bila dirinya sedang kelaparan! Tenaga yang tersisa ngga mau dihabiskan untuk berceloteh, tapi untuk mencari bahan bakar dulu. Sayang yah Nauval, ngobrol kita sempet terhenti pas di Bakmi GM, dan selasa besok mesti balik lagi ke Spore. Kapan dilanjutkan?

Rio, waoo.. gaul bow.. dengan bajunya yg ngepress dan tahan napas kalo difoto (tau kan apa maksut nya?). Bow, gw memang anak selatan yang HANYA bangga sama daerah selatan. Gw memang gak tau apa2 tentang Jkt barat, utara apalagi timur. Pusat aja cuman tau Thamrin dan Sabang. Hehehe.. makanya ajarin dong! Gw tau lo punya segudang tempat makan yang enak2 (eits.. jangan sampe berat gw naik lagi dari 52!). Bow, gw gak jadi nge-warnet (takut ma encik2-pembawa-pisang-ke-mana2).

Uli. Siapakah dia? Gak pernah denger. Seorang blogger juga? Lah? Gw kalee yg ketinggalan berita. Lama kelamaan, mulai terlihat pongahnya yang ohmaigot, ‘cewek gila’ katamu? (maaph). Kita kenalan sebelum kita kenal blog masing2. Tapi apa daya tu cewek memang gila! Rahang gw sampe kaku karena kebanyakan ketawa pas di bakmi GM. Gw takut gw mesti ke RSPI untuk un-freeze rahang gw kalo sampe kaku. Oh Uli, ngga sabar untuk ikutan karaoke, penasaran sama ‘suara’nya Uli yang menurut berita bak orang batak tidak bisa menyanyi (penasaran boww).

The last, but not the least. Didats, blogger yang belum mau memunculkan keberadaannya ditengah2 kami (maluw Dats?). Pan kita orang baik-baik sajaa *ratu mode on*. Kesan pertama pasti pemalu, tapi ternyat bawel juga (cocok kan sama fakta diatas?). Didats tu giat bekerja, rajin menabung, baik dan tidak sombong, dicari banyak orang (atau dibutuhkan banyak orang?). Ah, Didats dateng aja ya minggu depan, biar kenalan sama kita2!

Foto-foto bisa didapatkan di blog-blog sebelah.. Ciaoo..

Nb: Jujur gw belon pernah membatik, tapi gw suka menggambar.. (gak mau kalah sama DQ).
Nb2: gosip antara Nana dan Mas Q harus segera dipublikasikan!

Somogyi Laszlo

Sekitar 3 jam yang lalu aku dapat kabar bahwa kakekku dari mama yang di Senta, Yugo sana, meninggal. Aku mendengar isak tangis mama di telpon, saat aku sedang sibuk nge-print hasil akhir laporan magang dan laporan manajerialku.

Kakek pernah bilang, “Aku berhasil mencapai umur 70! Tapi aku tidak tahu berapa tahun lagi sebelum aku meninggal”. Kakek lahir 26 Agustus 1934, dan meninggal 20 Mei 2005. tinggal 3 bulan lagi kakek berumur 71.

Aku adalah cucu kesayangan dari keempat kakek nenekku. Tapi bagi kakek nenek di Yugo, aku adalah cucu satu-satunya (sebelum adikku lahir saat aku berumur 12 tahun). Sejak aku kecil sering dibawa mama ke Senta. Bahkan beberapa kali aku terbang sendiri ke Senta tanpa mama.

Sakit kakek adalah diabetes dan hipertensi. Ah, memang penyakit orang tua yang tidak menjaga life-style dan makanannya. Meskipun diabetes, kakek tidak pernah menjaga makanan.

Hari rabu kemarin nenek telpon mama. Dia bilang “ayahmu masuk rumah sakit”. Mama segera mengurus jadwal pesawat tercepat untuk ke sana. Hari kamis aku sibuk kerja seharian. Ternyata mama juga sibuk menelpon rumah sakit, nenek, bahkan keluarga Kori (my ex) untuk mengurus kakek. Duh, satu-satunya keluarga terdekat (adik kakek) ada di Budapest. Selain dia ya tidak ada siapa-siapa lagi. Bisa dibayangkan nenek mengurus semuanya sendirian?!

Hari jumat (hari ini), aku ditunggu PL (pembimbing lapangan) di RSPI untuk mengumpulkan laporanku. Mama sedang mencoba menelpon rumah sakit di Senta untuk tanya keadaan kakek dan insulin tipe apa yang perlu dibeli dari sini. Aku sedang tidak mendengarkan percakapan mama, tiba-tiba mama menangis. Jheezz, kakek sudah meninggal.

Semua ini berlalu sangat cepat.

Sungai Tisza

Rupanya hari rabu sore kakek sudah mau ke rumah sakit dengan jalan kaki sejauh 4 km. Yah, kakek tidak mungkin lagi naik sepeda ataupun mobil. Tapi kakek tidak segera ke rumah sakit, melainkan ke pinggir sungai yang berada dekat dari rumah mereka. Sepertinya kakek takut ke rumah sakit. Rupanya kakek pingsan disana, ditemukan oleh seseorang, dan terdapat buku berobat ke rumah sakit. Jadi kakek dibawa dengan ambulance. Nenek pun baru tahu setelah menelpon ke rumah sakit, bingung kenapa kakek tidak pulang juga.

Besoknya saat ditengok nenek, kakek meracau dan tidak ingat siapa itu nenek. Malamnya, kakek sudah tidak bisa ngomong. Tapi mama sempat telpon ke hape dan diperdengarkan ke kakek, mama bilang “aku akan datang hari sabtu, tunggu dulu di rumah sakit. Nanti aku datang, baru kita pulang sama-sama ke rumah”. Kakek hanya bisa mengangguk.

Besok pagi saat jam observasi suster 06:30am, suster baru menemukan bahwa kakek sudah pergi. Kakek meninggal tanpa ada siapa-siapa disampingnya.
Mama sudah merelakan kakek pergi. Aku? Aku sudah lama sekali tidak bicara dengan kakek di telpon. Aku menyesal.

Bocsács meg, Nagytata, hogy ritkán beszélgetlünk telefonon. Téged nagyon szeret mindörökké a Te unokád, Golda.

Me & Apu (nagytata)

Selentingan..

Semalem ada reunian sama anak2 mantan QB. Kita ber.. ber sepuluh yah? Ach.. nanti dihitung dulu deh dari foto2nya. Trus gw dapet lagu mp3: Radja yang Jujur. Ahh.. lagunya enak. Begitu pulang, langsung didengerin CD nya, trus di copy ke mp3 player gw. Lagu itu juga gw edit, potong, pendekin, dan pindahin untuk menjadi ringtones di henpon gw. Yang gw copy di mp3 player, gw dengerin sambil tiduran.. menunggu waktu ngantuk.. eh.. ketiduran.. sambil ngedengerin lagu itu berulang-ulang.
Semalam pula gw nyari lirik dan chord nya:

Jujur – Radja
Intro: am f dm g-e
am dm g c f dm e am

Duhai kekasih pujaan hatiku
Dapatkah kau memberiku satu arti
Sedikit rasa yang bisa kumengerti
Bukan sumpah atau janji

Buktikanlah bila kau ada cinta
Setulus hatimu bisa menerima
Sebatas kejujuran yang kau miliki
Bukan sekedar bersama

Reff: am dm g c am dm e am-a
Jujurlah padaku, bila kau tak lagi cinta
Tinggalkanlah aku, bila tak mungkin bersama
Jauhi diriku.. lupakanlah aku.. ooo

Jujurlah padaku, bila kau tak lagi suka
Tinggalkanlah aku, bila tak mungkin bersama
Jauhi diriku.. lupakanlah aku.. selamanya

***

Nanti ceirta ttg reuni di kemudian hari yaa..