Picking Category

(Pembukaan) Kalo beberapa dari kalian ngeh di beberapa penulisan blog dapat dibagi berdasar beberapa kategori, seperti Personal, Love, Tutorial, dll. Gunanya: bila ada pembaca yang berminat memilih, misalnya: Tutorial, maka dia akan disuguhkan semua bahan postingan yang sifatnya Tutorial. Pilihan kategori ini dapat dibuat sesuai denga keinginan masing-masing.

(Ramifikasi) Beberapa waktu lalu aku pernah blogwalking ke blog seseorang (aku sendiri lupa) yang membahas tentang “menulis blog membuat saya tidak ada privacy lagi”. Ada benarnya juga sih, karena itu topik ini beberapa kali kupikirkan. Apakah benar privacy-ku terganggu?

(Latar Belakang) Selama 6 bulan sudah aku menulis blog. Dari tulisanku yang cemen-cemen, mencoba melucu (meski tidak selalu berhasil), sampai membahas sesuatu yang rubbish (papa nyemot said that once), sepertinya tidak berbobot dan terlihat hanya tulisan ala kadarnya. Sepertinya menulis blog punya beban moril dalam mengupayakan menulis yang menarik, menunggu comment sambil menerima kritik dari orang-orang terdekat, lalu wondering sendiri apakah tulisanku itu berguna atau tidak. Ya itu yang aku rasakan.

(Isi Topik) Aku sendiri bukan seseorang yang piawai dalam menulis. Sangat amat tidak. Bahasaku terbatas dengan penyusunan kalimat yang kurang terstruktur. Akan lebih baik jika kita ngobrol saja, ceritaku akan mengalir sampai jauh. Tapi aku bisa mendefinisikan kategori apa yang kita-kita akan cocok denganku.

  • Diary. Persis seperti judul blog ku, diary menceritakan tentang apa yang aku alami dalam beberapa hari terakhir.
  • Pengalaman. Menceritakan kejadian masa lampau seperti ketakutanku dengan laba-laba.
  • Pembahasan. Dijabarkan sebagai bahan pembahasan dari suatu topik. Dibahas dan diberikan komentar pribadi.
  • Fiksi. Membuat cerita tentang apa yang tidak terjadi secara nyata. Bisa jadi cerita fiksi seperti Star Wars, atau drama pembunuhan. Sayangnya, aku tidak ada bakat dalam mengarang suatu fiksi.

(Penutup– ini bagian yang susah) Aku mau menjelaskan apa dalam postingan kali ini? Dunno. Persis seperti apa yang aku rasakan bila mulai menulis skripsi. Rasanya *blank* saja!
Eniwey, selama ini aku tidak memilih kategori secara khusus meskipun disediakan oleh blog provider ini. Buat apa? Tulisanku bukan karya tulisan yang relevan koq. Apakah aku merasa privasi ku terganggu? Ya kadang-kadang memang sih, khususnya bila postinganku menyangkut orang lain atau menyangkut pribadiku (isi hatiku). Mungkin ini saatnya untuk tidak menulis ‘diary’ kembali. Mungkin ada kalanya aku perlu menulis.. fiksi?

You Might Also Like

12 thoughts on “Picking Category
  1. eh, eh,
    tulisan ini bagus! pasti awalnya ga ada niat untuk nulis sebagus ini, tapi hasilnya bagus!

    trus nulis!
    dan ga usah mikirin masalah privacy, tulis aja apa yang mau ditulis… dengan begitu, lama lama terlihat kalau sebenarnya, golda itu bagus dalam menulis… 😀

    keep trying……… 😉

  2. lach kan itu gunanya blog, latian menulis, kalo udah pinter nulis sich mending bikin buku ajah hehehhehe, go girl, menulis is menulis tidak usah mikirin bakalan dpt koment yg seperti apa 😀

  3. pertama, mau ngoreksi, itu kok bolak-balik di tulis “Turtorial” sih? bukannya “Tutorial”? ato maunya “Torturial? hihihi… maap bawel 😛

    Golda, jadi blogger itu nggak ada peraturannya kok. Kalo mau nulis ya nulis aja, nggak usah peduli itu tulisan cemen ato suatu maha karya. Yang jelas kalo udah memutuskan jadi blogger, maka harus tetap menulis untuk menunjukkan eksistensi sebagai blogger. Nulisnya ya apa aja, yang penting nulis, kalo nggak keep nulis ya bisa dipecat jadi blogger 😀

    Soal privacy, itu kan tergantung kita, kalo tulisan kita membuka privacy ya resikonya privacy kita terganggu. Kalo nggak mau terganggu ya simpen aja hal2 yang privacy di lemari tersendiri 🙂

    Tapi di jaman Reality Show gini, hal2 yang privacy gitu malah kadang bisa meningkatkan rating lho 😉

  4. Keep writing gurl..if you feel your stories too private to share..that’s what metaphor created for :)). I oftenly use metaphor in my writing,and I considered it as an art :).

  5. kalo mang ngerasa ga comfort buat share yang too private mungkin ga usah diposting ajah, ato bikin blog yang khusus buat nyimpen cerita2 pribadi gt 😉

    Yang paling penting tetep smangat nulis yahh..

  6. hai….hai..hai..!!!!

    keep on moving gol !!!, i know u can make it true, believing your self and reach down inside ok, caiyo……

  7. Wah aku dah bisa comment lagi !!! nomer satu pula.

    Baca tulisan ini jadi sadar bahwa yg selama ini aku tulis cemen semua 🙂 tp kalo urusan privasi itu kan tergantung gimana kita memilah milah apa yg mau kita tulis toh ?

    Tapi somehow aku ngerasa kalo menulis itu juga membantu kita untuk tetap ‘tajam’, dalam bentuk apapun tulisan kita itu 🙂

  8. dari awal, blog itu dibuat untuk terserah kita, mo tulis apaan aja, mo posting gambar apa aja, jadi ya kalo kita udah gak ngerasa bebas dalam blogging, mungkin perlu dicoba back to 80s, menulis diary di buku yang ada kuncinya 😀

  9. Nulislah kalo kamu memang pingin nulis and kalo memang kamu menikmatinya…jadi setelah itu kamu ga akan peduli ada yang baca apa enggak, ada yg komen ato enggak, pokoknya ‘egois’ aja 🙂

    Tapi mengenai keterbatasan dalam nulis, gw juga ngerasain sih, soalnya udah kadung kebnal dengan beberapa bloggers….jadi gak bener-bener bisa menulis apa saja yang kita mau…kalau gue adalah si orang tak dikenal, maybe gue bisa lebih leluasa ya..? Kadang gue pingin nulis hal-hal yang pribadi banget, atau hal-hal yg agak ’serem’, tapi ya…ujung2nya ditahan juga 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *