Belum Jadi Orang Jakarta Kalo Belum Ke PRJ

Sudah berapa lama sih kalian tinggal di Jakarta? Ya, kota yang katanya metropolitan, juga ibukotanya Indonesia. Sumpek, sesak, macet, kotor dan penuh dengan berbagai macam lapisan masyarakat. Sudah merasa menjadi orang Jakarta? Berlogat Jakarta? Tahu seluk beluk jalan di Jakarta? Merasa nyaman untuk tinggal di Jakarta?

Kemarin, baru saja kota Jakarta merayakan ulang tahunnya yang ke-468. Setiap Jakarta berulang tahun akan diadakan sebuah acara rutin yang kebetulan bersamaan dengan datangnya libur sekolah. Sebelum diadakan di daerah Kemayoran, sempat diadakan di daerah Monas. Dan masih bernama Jakarta Fair. Secara orang Indonesia tidak mau susah menyebut kata-kata seperti itu, maka dengan lidah melayu, menyebut Jakarta Fair dengan Jakartaper. Masih ingat? Hehehehe… πŸ˜€

Sejak pertama kali tinggal di Jakarta, tiap musim liburan aku habiskan untuk pulang kampung ke Malang, dan PRJ lewat begitu saja. Apa itu PRJ? Seperti apa isinya? Ada apa saja didalamnya? Tidak terbesit untuk datang ke sana. Sama siapa? Rasanya teman-temanku pun tidak ada yang membicarakan tentang PRJ. Beberapa tahun belakangan barulah aku mulai melihat iklan PRJ, seperti apa isinya, membaca ulasannya di koran, melihat cuplikannya di TV. Jadi penasaran!

β€œKamu ngga perlu kasih aku hadiah ulang tahun berupa barang. Aku mau minta hadiah lain dari kamu. Aku mau kamu ajak aku ke PRJ berdua saja,” begitu kataku kepadanya yang masih saja kuingat tanggalnya, 23 Juni 2005. Padahal dia sudah menyiapkan hadiah kaos hasil kreasinya khusus untukku yang bertuliskan β€œBeri Jejak Langkah Mudamu – 25 Juni 2005?, dan aku menyukainya. Hari Jumat kemarin, kutagih janjinya. Dan malam itu juga kita pergi ke PRJ.

Sesuai rencana, kita naik bis PPD dengan nomor P10 dari Sudirman ke Senen. Dia melihat aku seperti anak kecil, melihat kiri kanan.. indahnya lampu-lampu Jakarta. Melewati Thamrin, Harmoni.. entah kemana lagi .. sampailah ke terminal Senen. Kita lanjutkan untuk naik bis Metromini P10 jurusan Kemayoran – Sunter. Saat itu jam menunjukkan pukul 8 malam.

Sesampainya di jalan yang lebar (kalo tidak salah dulu bekas tempat pacuan kuda) kita turun dan mulai jalan kaki untuk sampai di pintu masuknya. Dia membayar tiket masuk sebesar 20 ribu untuk dua orang. Di dalamnya luas sekali, bisa tersesat! Ada yang indoor, ada juga yang outdoor. Stand-stand berjualan macam-macam. Dari makanan ringan, produk pembersih rumah, sampai motor dan mobil. Pengunjungnya juga bermacam-macam. Dari masyarakat bawah, menengah, sampai yang sipit-sipit pun banyak. Serasa membaur. Inikah orang-orang Jakarta?

Kita mulai melihat-lihat kiri kanan. Mencari camilan dan minuman yang harganya lebih terjangkau daripada di Mall-Mall. Pilihannya pun banyak. Kita jalan ke semua pelosok, melihat-lihat, berburu gratisan. Banyak stand yang ramai dikunjungi karena permainan, karena gratisan, karena toak-nya yang berisik. *pusing deh*

Ada arena tempat bermain anak-anak (Fun World) yang menyediakan carousel dan wahana lainnya seperti di Dufan. Ada panggung yang saat itu menampilkan Andien dengan lagu Gemintang-nya. Sempat pula menyanyikan Midnite At The Oasis, dan aku ikut berjoget (hanya sedikit). Kita menemukan tempat pijat refleksi dengan harga 20 ribu selama 15 menit. Hey, aku tidak pernah dipijat refleksi, boleh juga nih. Kita menemukan stand-stand binatang peliharaan dan aku puas melihat berbagai macam imutnya hamster mungil, little puppy dan little kitten. Ada juga yang menjual ular (cantik banget warnanya!) tapi harganya .. 2 juta – 3 juta!

Sepatu Adidas 35 rebuAkhirnya kita menemukan stand sepatu persis seperti di Taman Puring. Sepatu kets yang semua dibandrol harga 35 ribu! Aku beli, dia juga beli! Kapan lagi cari sepatu murah macam begini? Harga murah, model oke, walaupun kadang kualitas tak bisa dibandingkan dengan merek-merek mahal, tapi tak menjadi masalah buat kami.

Aku senang sekali hari itu. Aku merasakan arti dari datang ke PRJ, apalagi datang bersamanya. Aku melihat pembauran masyarakat yang aku ngga pernah lihat. Aku melihat berbagai iklan persis seperti semua yang di TV. Aku senang sekali bahwa dia bisa mewujudkan keinginanku untuk sekedar melihat, datang, dan menikmati PRJ. Memuaskan rasa penasaranku, menikmati keramaian itu, berdua. Terimakasih ya..

Last word, sudahkah ke PRJ tahun ini? Karena, belum jadi orang Jakarta kalau belum datang ke PRJ.

You Might Also Like

31 thoughts on “Belum Jadi Orang Jakarta Kalo Belum Ke PRJ
  1. PRJ? nggak tertarik tuh :p
    Biar aja dibilang belum jadi orang Jakarta. Nggak ngaruh kan? toh aku tetep bisa kerja di Jkt meski nggak jadi orang Jakarta πŸ˜€

    tapi.. tapi.. tapi.. sepatunya boleh juga.. bagi2 dong πŸ˜€

  2. Huh katanya kamu mau kentjan di PRJ sama aku, ternyata kamu pergi dengan yg lain…!

    Jadi apa makna hubungan kita selama ini? Apa artinya diriku untukmu? *masih nyontek NANA*

  3. Gw ke PRJ dah lama banget, kira2 pas gw SMP. Masih ada ngga pertunjukkan cewek yang “katanya” badannya cuma kepala doang? Gw sebel banget tuh, pas gw nanya ke dia saluran pencernaan dan pernafasannya gimana, dia ngga bisa jawab.

  4. Gua udaaaaahh..!! Sehari sesudah loe pegi, alias malem minggunya. Seru sih memang.

    Nyempetin makan American Donuts yang mengklaim diri sebagai “oleh-oleh khas PRJ sejak 1968″. Duile, ga ada istimewanya sih. Tapi ya seneng aja.

    Tapi gue salah startegi, kesananya pake sendal ceper, jadinya baru juga sekitar 2 jam muter-muter kaki gue udah pegeeeul…

  5. hmm.. terakhir ke PRJ masih kecil banget kali yaa.. antara th 82 – 85 gitu deh.. hehe..
    nice shoe you got there!! mo dipake jogging ya?? πŸ˜‰

  6. Nice 2 meet u Golda…
    PRJ? Tahun ini baru 2 kali πŸ˜›
    Tahun kemaren ada kali 10 kali bolak – balik ke PRJ…
    tapi separonya sih jadi SPG πŸ™‚
    Ternyata PRJ taun ini ama taun kemaren gak banyak beda euy…

  7. PRJ asik… macem-macem bgt,
    nemu yang murah juga,
    orang jogja je PRJ gpp to? πŸ˜€

    eniwe, leotnya asik, enak banget diliat…

  8. waktu pertama aku ke PRJ tempatnya masih dimonas, tiap tahun nengok.Kalo sekarang terserah kamu bilang apa kalo tak ke PRJ.

  9. PRJ = pembantu rumah jomblo..:D
    idih, masih suka PRJ, plis donk ah…gw aza ga suka PRJ, soalnya bukan orang jakarta kok…weekkk…:p
    *ngeloyor…*

  10. halo, itu spatu yg 35rb, tokonya ada ga? mau beli banyak … kalo ada pls let me know … makasih yaaa

Comments are closed.