Ditinggal lagi (extended version)

Tadinya rencana pulang hari ini, tapi dengan catatan kerjaanku selesai hari sabtunya. Hari minggu tidak kupilih sebagai hari pulang, karena harga tiket yang biasanya lebih mahal. Karena disini Sabtu dan Minggu adalah hari yang ramai, jadi otomatis pekerjaanku tidak bisa dikerjakan, dan waktunya bersenang2.

Minggu pagi aku ajak keluargaku yang di Malang untuk mendapatkan free privilege dari tempat kerjaku. Kubawa mereka masuk ke area satwa dengan free ticket, free facility, free makanan satwa (sengaja memberi makan supaya satwa nya masuk jendela dan bisa memegang kepalanya). Adik2ku bener2 kegirangan, dan aku puas dengan membuat mereka senang.

Sesudah menghabiskan di area satwa dengan memakan waktu sampai 2 jam, giliran memasuk area rekreasi. Kubawa mereka ke Baby Zoo, memegang anak orang utan, anak white tiger, anak leopard, dan lainnya. Bebas memotret bersama, gratis pula. Tidak lupa membawa mereka untuk masuk ke Rumah Hantu (Puri Misteri). Sayang, adikku menutup mata dan kupingnya.. jadi ngga bisa merasakan nikmatnya menonton orang ketakutan. Aku? aku sudah tahu rahasia isinya.. aku pernah masuk backstage nya dengan jalan kaki dan lampu nyala. Jadi sudah ngga takut lagi… hihihi.. another privilege.

Jam 3 mereka pulang, aku bertemu dengan teman masa kecilku, Vonny. Dia datang bersama orangtuanya, yang merupakan teman kecilnya papaku. Trus ada suami barunya (baru menikah tanggal 20 Sept kemarin) dan orangtua suaminya. Aduh kangen banget ketemu Vonny, padahal terakhir kita ktemuan itu Januari 2000 saat kita sama2 ke Bali. Aku kaget banget pas ketemu mereka di areal parkir, aku ngga nyangka banget mereka ada rencana main ke sini. Aku teriak pas ngeliat Vonny, langsung meluk dia.. wah.. wajahnya ngga berubah.. tapi lebih chubby sedikit, hehehe..

Aku mulai kerasan tinggal dan kerja disini, semua karyawan yang jumlahnya 300-400 orang sudah kenal aku. Aku mudah dikenal karena berbaju bebas dengan bernametag, plus kulitku yang putih. Aku bebas naik motor kesana kemari, main ini itu, naik ini itu. Orang2nya lebih ramah karena kekeluargaan. Mungkin juga karena aku bisa bahasa jawa seperti mereka.

Perjalanan dari tempat kerja ke Malang juga tidak melelahkan bagiku. Meskipun perjalanan yang termasuk jauh, tapi aku tidak mengeluh. Dari depan rumah aku langsung mengambil angkot AMG (Arjosari Mergosono Gadang) sampai terminal Arjosari, lalu naik bis apa saja yang jurusan Surabaya (sangat amat banyak), tinggal duduk di depan dan bisa rileks sedikit sambil memejamkan mata untuk melewati waktu sekitar 45 menit. Lalu berhenti di perempatan Sukorejo, aku naik ojek (banyak juga) untuk naik ke area kerjaku. Gampang kan?

Kalau workernya selesai sesuai deadline dariku, hari Senin tanggal 3 akan pulang ke Jakarta. Tapi tidak lama lagi aku akan ke Surabaya lagi, karena proyek kedua sudah menunggu.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *