Ndoro Putri Ayu

Tidak terasa sudah sebulan aku kenal dengan lingkungan kerja yang baru. Tidak terasa juga sudah 2 minggu aku tidak pulang ke Jakarta, dan sepertinya akan masih ada 2 minggu lagi aku di sini. Sejak awal kedatanganku, macam-macam sudah sebutan yang dilontarkan ke aku. Paling tidak aku bisa cerita disini.

Mbak
Panggilan ini yang paling umum diucapkan kepadaku. Dari anak-anak counter, atau karyawan lain yang kurang begitu akrab denganku, cewek-cewek Dept FO yang beberapa tahun diatasku, satpam yang tiap hari kusapa setiap datang kerja, sampai teman kerjaku sendiri yang namanya Mbak Kadek (Mbok Jegeg aku biasa memanggilnya).

Non
Nah yang ini biasa diucapkan dari mulut bapak-bapak yang sekiranya sudah punya anak seumuranku. Biasanya si Pak Mas’ud, kepala Dept Rekreasi, suka menyapaku sebutan itu, sambil mengajak mau naik permainan apa hari ini.. Sayang, Boom Boom Boat nya belum selesai di renovasi, padahal aku sudah tidak sabar menunggu untuk segera mencobanya.

Pak Guntoro, sopir yang selalu mengantarku kalo ke Erpot Juanda atau belanja peralatan di Sby/Mlg juga suka memanggilku seperti itu. Aku ingat, kapan itu kita belanja ke Surabaya, yang nyetir malah aku, dan dia menjadi navigasi sambil bercerita macem-macem.

Dan akhirnya beberapa anak terminal (Dept Lukis, Teknisi, Supir, Pengawas Bangunan) juga mulai memanggilku itu.

Bu
Haiyah, ini panggilan yang lumayan membuatku gerah. Aku selalu ngomel bila dipanggil ‘Bu’. Sepertinya aku tidak seTUA itu deh. Dulu aku pernah dipanggil ‘Bu’ sama Mbok Jegeg dan anak-anak counterku. Untungnya sekarang tidak lagi. Hanya saja si Mas Yudho (Pengawas Bangunan) sering iseng memanggilku ‘Bu’ saat aku memberi tugas kerja yang terlalu cerewet mengenai hasil kerjanya.

Mei-mei
Aku kaget! Ngapain juga Mas Sofyan (Dept Lukis) berani-beraninya menyapaku seperti itu. Rasanya terlalu aneh karena aku tidak biasa. Aku hanya tersenyum simpul mendengarnya, tapi tidak menanggapinya.

Nik
Kependekan dari Nonik, sebutan biasa bagi orang Malang ke cewek chinese. Itu pun aku anggap sama ketika orang-orang memanggilku Non. Meskipun tidak banyak, tapi ya ada saja yang memanggilku seperti itu.

Mami

Ndhi mmMAMImu, Mbok? Wis teko durung?

Ini pengakuan dari Mbak Kadek (Mbok Jegeg), bahwa setiap pagi Mas Yudho sering mencariku jam 10 pagi dengan kata-kata ini.

Ndoro Putri Ayu
Entah siapa yang mulai, tapi aku ingat Pak Tri, Dept Pengawas Bangunan yang mulai mengajakku ngomong pakai bahasa jawa halus (entah kromo atau kromo inggil) yang akhirnya membuatku aku bengong dan spicles. Dan tidak lama aku mendengar Mas Yudho bilang pada temannya:

“Sek yo, aku tak ngeterno Ndoro Putri Ayu nang FO

Mau tidak mau mukaku menjadi merah, sambil nyubit yang mbonceng aku ke FO. Sia-sia saja aku menolak di panggil ‘Ayu’, karena aku tidak merasa cantik.. Tapi ya toh dia tetap memanggilku begitu. *Sigh..*

Malang Dingin

Pagi ini bangun dari tempat tidur rasanya malaassss sekali. Udara dingin karena pagi-pagi sudah hujan. Ingin rasanya meringkuk dibalik selimut dan kembali tidur. Aduh, padahal kapan lagi bisa tidur nyenyak 12 jam dengan udara yang nyaman seperti sekarang?? Sudah sudah.. aku bangun dari tempat tidur, bahkan adikku sudah masuk ke kamarku untuk membangunkan aku. Kuambil handuk, mandi dengan air panas.. hmm.. nyaman. Siap-siap berangkat. Tidak lupa aku diingatkan kalo mau berangkat kerja untuk memakai jaket karena udara di luar dingin.

Sudah 2-3 hari ini di Prigen, Pasuruan, seharian hujan, tempat kerja tambah sepi, tapi membuat aku lebih bisa memfokuskan kerjaan tanpa terganggu. Kemarin saja aku berangkat kerja naik ojek, sambil disirami hujan, motor tetap menanjak ke arah tempat kerjaku. Mulai agak deras, aku menepi. Hujan tidak kunjung reda, aku bungkus sepatu dan kawos kakiku ke dalam kantong plastik, aku lipat celana panjangku, dengan jaket seadanya aku minta diantarkan lagi. Sudah biar saja.. biar celanaku basah.. yang penting sampai.

Kapan ya Jakarta bisa seenak ini udaranya?

*SUMMON KEHANGATAN*

  • Kasur yang empuk dengan selimut tebal
  • Menyeruput wedhang jeruk nipis
  • Jaket musim dingin berbulu domba
  • Soto/Rawon yang baru dipanaskan
  • Mandi air panas.. hm.. Songgoriti?
  • Pelukan dari belakang.. alias UDPK

***

Kasih Jangan Kau Pergi – Bunga

Wajahmu selalu terbayang, dalam setiap angan
Yang tak pernah bisa hilang walau sekejab
Ingin slalu dekat denganmu, enggan hati berpisah
Larut dalam dekapanmu, setiap saat.. setiap saat..

Oh kasih, janganlah pergi, tetaplah kau slalu di sini
Jangan biarkan diriku sendiri, larut di dalam sepi
Oh kasih, janganlah pergi, tetaplah kau slalu di sini
Jangan biarkan diriku sendiri, larut di dalam sepi
Hanyut di dalam sepi.. oo oo Kasih jangan kau pergi

Terlelap dalam belaianmu, takkan pernah ku lepas
Biarlah diriku kau manja, dalam pelukan
Gemulai setiap gerakanmu, membuatku slalu rindu
Kukecup lembut bibirmu, ku sayang padamu.. ku sayang padamu..

Reff 2x

Fenomena Bulan Puasa

Bulan puasa sudah berjalan seminggu kurang sehari. Bagi yang puasa, masih ada waktu 3 minggu lebih 1 hari untuk dilalui. Bagi aku yang tidak puasa, kadang-kadang masih suka lupa sama keadaan sekitar. Seperti tadi sore, sudah hausnya minta ampun, ngeliat botol kaca kecil berisikan cairan sejuk dingin manis-manis-kecut dari Vitamin C 1000 gram benar-benar seperti melihat oasis di tengah gurun! Langsung saja kusambar dan hendak kuminum saat itu juga, baru bayar belakangan. Aduh, tanganku disetop sama Cintah. Langsung saja aku menyadari dan menunduk malu, lupa bahwa disekelilingku sedang puasa. Mukaku menjadi merah.

Seminggu ini, beberapa kali aku mengunjungi tempat keramaian dan selalu merasa haus dan lapar saat jam 4 sore. Aneh juga, karena aku termasuk orang yang jarang haus (tapi doyan makan). Saat aku sudah duduk dan menikmati makananku, baru kusadari bahwa aku mendapatkan suatu komunitas! Yaitu komunitas cowok-cowok non-muslim. Betul kan? Bisa dipastikan 99% cowok yang sedang makan di food court pada jam 4 sore pasti non-muslim. Dan ini suatu tempat dan waktu yang pas bagi cewek-cewek non-muslim untuk berburu pasangan.

***

Berikut hasil retouch fotoku saat menunggu di kantor MTV di Pancoran, oleh Donceh. Foto diambil oleh Heri. Thanks Guys!

Absolute Patience

ABSOLUTE PATIENCE – Menunggu Pilot Pearl Harbor 😀

***

Questions – Manfred Mann’s Earth Band

In a dream it would seem I went to those who close the open door
And turning the key, I sat and spoke to those inside of me

They answered my questions with questions
And they pointed me into the night
Where the moon was a star-painted dancer
And the world was just a spectrum of light

They reached to my center of reason
And pulled on the touchstone that’s there
The shock of that light had me reeling
And I fell into the depths of despair

And turning the key, I sat and spoke to those inside of me

They answered my questions with questions
And they set me to stand on the brink
Where the sun and the moon were as brothers
And all that was left was to think

They answered my questions with questions
And they pointed me into the night
And the power that bore me had left me alone
To figure out which way was right

Testimonial nya Friendster

Saat aku sedang tugas kerja di luar Jakarta, otomatis aktivitasku ngeJUNK di kampung Aidi Jimel kurang giat (sampai tidak masuk 10 top poster of a month). Dikarenakan aku banyak bekerja di luar kantor timbang di belakang meja (di depan komputer). Yah sesekali masih menunjukkan eksistensinya, tapi toh masih kalah dengan yang lain. Tetapi begitu kembali ke Jakarta, sepertinya komputer di kamarku tidak pernah mati, status YM selalu menunjukkan sesuatu (entah “Zzzzz..”, “sedang ke Carefour”, maupun “Always Available”).

Sejak aku pulang, malam-malam pun kadang masih online. Habis gimana dong, di rumah cuman aku sendiri. Sudah serasa hidup sendirian (mandiri! *wink wink*). Aktivitas nge-JUNK ku sudah mulai kembali ke semula. Sampai-sampai semua teman-teman di friendster-ku yang ganti foto maupun profile aku datangi. Mulailah dari Andryo, teman SMPku, yang kemarin-kemarin terlihat mesra dengan pacarnya, sekarang jomblow. Lalu Didats yang foto kecilnya ternyata sudah diganti dengan foto saat di Anyer waktu lalu. Dan masih banyak lainnya, seperti teman SD ku yang sudah melahirkan anak pertamanya. Duh, aku sih belon siap deh!

Malam itu juga, Andryo meninggalkan sebuah testimonial pendek untukku. Aww.. mendapat testimonial itu seperti mendapatkan hadiah, kata Wira. Pastinya senang dong! Tengah malam itu juga, Vnuz meninggalkan testimonial yang menurutku sedap buat bahan gosip di Kampung Aidi Jimel. Pagi harinya, tanpa disangka Bagonk (member Kampung Aidi Jimel) juga menuliskan testimonial untukku. Entah kenapa, koq jadi berurutan ya? Aku masih bersyukur dikasih testimonial, jadi, jangan ditolak 😉 !!

Malam berikutnya, giliran Didats yang ngga mau kalah dengan Vnuz! Dia meninggalkan testimonial yang .. Gue Banget™! Eh, tidak disangka, Nauval si cowok imyuth yang sempet kopdaran sama aku di Malang tanggal 30 Sept kemarin juga menyempatkan untuk menulis testimonial yang lucu dan ya memang begitulah aku adanya. Paginya, rupanya Chacha (a.k.a Alex ataupun R3ssa) tidak mau kalah dengan pasangan sehidup sematinya, Bagonk, untuk ikut meninggalkan testimonial kepada cewek nakal tapi manis ini..

Buat kalian semua, testimonial memang Make My Day™! Hariku menjadi lebih cerah. Aku rasa kalian pun juga pasti senang tiap mendapat testimonial, bukan? Makasih banyak ya buat kalian semua.. Tulisan testimonial mereka bisa dilihat disini.

***

Tak Bisakah – Peter Pan (OST Alexandria)

hatiku bimbang namun tetap pikirkanmu
selalu selalu dalam hatiku
ku melangkah sejauh apapun itu
selalu engkau di dalam hatiku

ku berjalan berjalan memutar waktu
berharap temukan sisa hatimu
mengertilah ku ingin engkau begitu
mengerti kau di dalam hatiku

reff: tak bisakah kau menungguku
hingga nanti tetap menunggu
tak bisakah kau menuntunku
menemani jalan hidupku

ku berjalan berjalan memutar waktu
berharap temukan sisa hatimu
mengertilah ku ingin engkau begitu
mengerti kau di dalam hatiku

dara kau menjadi hidupku
kemana kau tahu isi hatiku
tunggu sejenak aku di situ
jalanku jalan menemukanmu

repeat reff

Camping Outbound di Prigen

Total aku menghabiskan 12 hari di Malang-Prigen. Hampir 2 minggu memang, dan setiap hari aku masuk kerja. Mengeluh? Tentu tidak! Aku seneng banget disana, betah juga, teman2nya banyak! Dari mana bisa dapet teman banyak? Dari camping, tentu saja!

Campingnya kali ini bukan khusus diadakan bagi karyawan, tapi untuk menghadapi pengunjung yang akan camping keesokan harinya (malam minggu), malam sabtu nya beberapa orang panitia rela menginap sambil camping demi menjaga tenda2 yang sudah terpasang (supaya dapat cepat diatasi bila ada apa2) sambil menyiapkan permainan2 outbound nya.

Kali ini, aku menjadi peserta camping paling cantik 😉 .. karena temen2ku yang perempuan tidak jadi ikutan. Takut? Ah.. tentu tidak, malah lebih seru, aku akan dijaga dan dilayani persis seperti ratu! *tertawa puasss* ..

Selama menginap, aku dan 5 orang cowok itu menghabiskan waktu dengan main domino, main kartu sambil ngemil kacang, gitaran sambil nyanyi-nyanyi, menyalakan api unggun supaya hangat (ya ampun kalo malem dingin banget *menggigil*), merokok bersama (aku merokok?? ah.. cuma gaya saja!), curhat sana sini, ngobrol ngalor ngidul..

Foto di TS2

Semaleman aku ngga bisa tidur!! Kita semua ngumpul di 1 tenda yg paling besar. Sudah saatnya tidur, eh malah cerita2 lucu sampai ngakak terus2an. Wah, mereka jago menceritakan humor madura plus dengan aksennya yang membuat kita tertawa terus dan gak jadi tidur sampai pagi hari.

Foto di TS2

Hari esoknya dengan sukses aku tidur seharian di tenda!