Melepas Kepergian Cintah.. (part 3)

-28 November 2005-

Hari ini hari terakhir sebelum besok Cintah pergi ke Bali untuk nyambut gawe di sana. Ah, aku selalu mendukung apapun langkah yang Cintah ambil. Aku tau ini demi kebaikan dia yang hingga sekarang belum pernah merantau. Biarlah sesekali dia menjadi lebih mandiri, mencoba artinya jauh dari rumah, dan pastinya, di lingkungan lain, kota lain, bahkan pulau lain.

Pagiku kurang menyenangkan. Aku bangun dengan badan sedikit menggigil. Selesai mandipun aku kedinginan, padahal mandi dengan air hangat. Seharian ini aku memakai kaos lengan panjang, padahal tahu sendiri Jakarta sumuk-nya seperti apa. Malas berangkat kantor sudah menjadi makanan sehari-hariku.

Pikiranku sudah berkecamuk sejak kemarin malam, sehabis aku curhat dengan mamaku. Mamaku seakan menyesali hubungan kami yang sudah putus ini. Banyak petuah-petuahnya yang kudengarkan serasa air sejuk dari gunung. Sepertinya beban yang selama ini aku rasakan mulai hilang.. menguap..

Sorenya aku pergi dengan Cintah menuju ke Kampus UBL untuk Cintah pamitan dengan teman kuliahnya (teman Lab). Perkawanan mereka sudah erat sejak dulu, karena itu mereka sangat perhatian terhadap keadaan Cintah. Kita menyempatkan foto-foto bersama sebagai kenangan, dan Makan-makan™ di warung Pakde Kirno.

Malamnya giliran pamitan denganku. Cintah dan aku duduk di dalam rumah, di ruang depan, kita melakukan kegiatan yang paling kita sukai.. yaitu ngobrol. Sudah banyak sekali wejangan yang telah aku sampaikan, jadi aku tidak akan menambahnya. Jadi kita hanya menikmati ngobrol-ngobrol ringan sambil sesekali merenung.

Sejam lebih rasanya hanya 1 menit! Perlahan-lahan Cintah beranjak pulang, aku hanya bisa melepas kepergiannya.. dan menyadari bahwa esok hari aku tidak bisa melihatnya.

Cintah, take care, belajar yang banyak!

nb: tulisan ini sudah nongkrong di draft sejak tgl 28 Nov dan baru di publish sekarang.

You Might Also Like

12 thoughts on “Melepas Kepergian Cintah.. (part 3)
  1. Pingback: Arjuna
  2. Golda, saya gak ngerti knp komentar yg lain utk postingan ini kok bernada ceria & menggoda ya, padahal jelas2 saya menangkap “kepiluan” (wekss.. bahasanya.. ratapan anak tiri sekaleee..) kamu. Mungkin juga sih temen2 ini maksudnya mo membuat kamu ceria. Kalo saya sih lebih suka mengekspresikan simpati saya. Perpisahan enggak enak sama sekali. Tapi kalo sudah diputuskan, berarti sudah dipikirkan matang2. Dan kalian sama2 yakin ini yg paling baik buat kalian berdua. Moga2 aja, dan ini yg terpenting, you two will remain friends forever. Wish u all the best yah!

  3. hiihi waduw jangan sedih yak ..keep smiling..paling enggak si golda ini bisah senyum dikittt ajah …(kayak gwe ini udah kenal lama ajah..ketemu aja enggak pernah hahahha )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *