Entahlah

Tepat tanggal 23 Desember 2003 adalah hari pertama aku kerja di tempat kerjaku sekarang. Hari itu aku bertemu bos muda yang akan menjabat menjadi atasanku selama satu setengah tahun. Tidak terasa sudah aku di gembleng oleh dia hingga menjadi seperti sekarang. Aku bisa melakukan tugas-tugasku dengan cepat dan tepat, aku mengerti betul seluk beluk bidangku, dan at least aku bisa mengambil keputusan (ini memang yang penting) demi kepentingan perusahaanku. Perlu 2 tahun bagiku untuk mengenal betul pekerjaanku.

Tahun Ayam sebentar lagi berakhir. Di postingan ulang tahunku aku pernah berkata bahwa aku yang lahir di tahun Ayam ini, I’ll have luck in health, love, money and family! Hell yeah, you see, setahun ini I don’t have any problems with my health. Since I graduated, posisi jabatanku naik, sampai-sampai aku dipercaya untuk set-up jaringan dan counter baru selama di Prigen. Hey, kehidupan keluargaku juga berubah bertepatan dengan meninggalnya Kakek, aku dipercaya untuk bisa tinggal sendiri, and so is my mom which I know that she’ll be happy after all this done.

My love life. Ah.. as you can see, I was nobody before I met Didats. He helped me from companing me doing my skripsi, teaching me CSS, helping me setting this unfree homepage, and introduced me to big community like Kampung Gajah. He has been beside me all this time, whenever I’m in dark side or not. And today, he reminded me when I was back then I’ve known as Didat’s Lover, not as my real name or even my nick name. I was, like, nobody! Thanks to him, then.

Sudah cukup aku jomblo tetapi masih dalam bayang-bayang Didats. Orang mengenalku karena kenal dengan Didats. Orang menganggapku masih ‘bersama’ dengan Didats. Orang mengecapku buruk karena putus dari Didats. Bahkan orang mencemoohku karena aku berteman dekat dengan teman laki yang lain. Cukup!

Kecanduanku kepada Kampung Gajah hampir mirip seperti awal tahun 2005 ketika aku kecanduan blogging. Kerjaan hampir keteteran, tidak konsen bekerja, nocturnal, bangun pagi telat membuat telat masuk kerja, menghabiskan banyak paling banyak waktuku di depan komputer sampai aku harus pakai kacamata, jarang berkomunikasi dengan keluarga.

Semalam aku pulang kerja, koneksi internet kabelvision ku mengalami gangguan sehingga modem selalu reconnecting terus dari jam 7 malam sampai jam 1 pagi. Mau tidak mau aku berhenti menyentuh komputer, dan aku keluar dari kamarku.. suatu perbuatan yang sudah berbulan-bulan yang lalu tidak kulakukan = aku menonton TV. Bukan, bukan TV lokal yang dipenuhi dengan sinetron sucksβ„’, aku menonton 2 film DVD bersama adikku:

  1. Bewitched (Nicole Kidman & Will Ferrell)
  2. The Truth About Love (Jennifer Love Hewitt)

Aku merasa, selama ini aku terlalu lama mendekam dalam kamarku, dalam koneksi internetku, dalam lingkunganku di milis, aku sangat kurang memperhatikan keadaan sekitar. And, I realized, aku merasa jenuh..

You Might Also Like

16 thoughts on “Entahlah
  1. Ada saat dimana kita merasa down and low.
    Tapi aku tahu kamu bukan gadis seperti itu, kamu bisa menciptakan duniamu sendiri seperti kemauanmu, kamu punya kemampuan seperti itu.
    Cobalah jangan selalu berada didepan komputer, sisihkan paling tidak 1 hari dalam seminggu untuk benar-benar lepas dari kehidupan komputer, internet dan juga pekerjaan. Jadikan sebuah waktu untuk benar-benar lepas dari ketiga hal itu,
    just try it and you’ll feel better.. πŸ™‚

  2. Lingkungan..teman..dan segala rupa itu, emang kadang ngebuat kita jadi stranger in our family..but..hanya mereka (family) yg pasti akan selalu ada whenever we need help..

  3. kalau kerinduan sudah bicara apa yang harus aku buat ….?
    sebab semua yang kulihat menjadi bergerak begitu lambat …
    lalu sinar mentari di balik gerimis kecil begitu indah membuat hatiku semakin sendu ….
    akankah aku mulai menggit gigit bibir sambil menahan kekangenan ini …?
    … padahal desakan desakan di dada sudah seperti ombak yang mendobrak dobrak….

    duh

  4. duh, postinganmu menyentuh sekali… aku suka tulisanmu!

    iya, sebelum ada internet broadband di rumahmu, kamu dan aku aktif pergi. ayolah, tentu hidupmu tak akan kau habiskan dengan itu semua. kamu masih punya teman-teman di luar sana.

    semua yang berlebihan tidak bagus. aku disini, cuma bisa mendoakanmu. dan berharap kamu bisa menikmati udara luar. tidak hanya di dalam kamar.

    aku yakin, teman-temanku masih peduli denganmu, sekali-sekali, bermainlah ke lab, sekedar menyambung tali silaturahmi. toh disana, banyak sudah yang mengenalmu, dan kau pun mengenal mereka. jangan sungkan.

    teman-temanku, juga teman-temanmu…

    akrabkan dirimu dengan adikmu, dan mamamu. karena merekalah yang akan membantumu suatu saat. dan jgan lupakan teman-temanmu…

    salam hangat dariku. πŸ˜‰
    *duh, panjang banget*

  5. Jenuh itu manusiawi kok, dan dalam konteks hubungan dg orang lain, baik itu keluarga, sahabat atau orang terdekat, semua ada pasang surut nya, dan Didats benar, sesuatu yang berlebihan tuh gak bagus.

    Anyway, met natal ya Sus.. eh Golda, moga2 dapat pencerahan. Met tahun baru juga, tahun baru semangat baru πŸ™‚

  6. u were nobody but didat’s lover..
    coz he was d one who introduced you…

    I know exactly how it feels..
    being there..
    still there..

    Then I decided to move up..
    hurts, yes πŸ™‚
    but sumhow that was my choice..
    and what is life but bunch of choices? πŸ˜›
    merry xmas Golda…

  7. euh..
    maksudku bukan putus sama richoz..
    maksudku lebih dikenal dengan nama richoz’s girlfriend dibanding dengan vanya sebagai vanya… πŸ™ thats sucks…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *