Tips Mendarat di Jakarta

Yea yea, posting kali ini melanjutkan postingan yang lalu. Sekalian bagi-bagi tips, mumpung Senin ini aku balik ke Jakarta setelah kutinggalkan rumahku selama empat minggu penuh.

Dengan makin banyaknya pesawat dengan tiket yang cukup murah dan mudah dibeli membuat masyarakat menengah kebawah pun dapat menikmati transportasi terbang. Harap diperhatikan bahwa ‘moral’ masyarakat inilah yang masih ku anggap *sigh..* yeah well.. masih norak naik pesawat. Tips kali ini berhubungan dengan perjalanan turun dari pesawat hingga tiba di rumah, dan jangan menjadi penumpang pesawat yang norak, hihihi…

Tips..

  1. Sebelum pesawat boarding, hubungi orang yang akan menjemputmu. Bilang saja jam kedatangannya, lokasi terminal, dan kode pesawat. Seperti aku, akan datang dengan Adam Air KI0339, yang berati Terminal C, jam 10:30 pagi.
  2. Daftar Informasi Terminal dengan Airlines di Bandara Cengkareng Soekarno Hatta

    Terminal A
    Lion Air, Wing Air, Awair, Air Asia
    Terminal B
    Batavia Air, Sriwijaya Air, Express Air, Star Air
    Terminal C
    Adam Air, Top Air, Evata Air, Mandala Air, Jatayu, Air Fast, Garuda Citylink
    Terminal D-E
    International
    Terminal F
    Garuda, Merpati

  3. Begitu pesawat mendarat, jangan buru-buru melepas seat belt. Buat apa buru-buru dilepas, toh tidak bisa buru-buru turun kan? Tenang, santai saja, cari amannya dengan melepas seat belt saat tanda seat belt dipadamkan.
  4. Jangan buru-buru bangkit dan desak-desakkan dengan orang-orang untuk mengambil kabin bagasi. Buat apa, toh nanti akan menunggu ngantri dengan berdiri. Lebih baik lanjutkan menikmati tidurnya, atau baca bukunya, ataupun mendengarkan mp3 player seperti aku.
  5. Setelah orang-orang sudah lewat semua, baru ambil bagasi dengan santai. Buat apa buru-buru, toh bagasi pesawat juga membutuhkan waktunya untuk di keluarkan untuk ditaruh di belt bagasi. Orang-orang yang akan menunggumu juga akan masih setia menunggumu *ciyeeh*, malah lebih baik karena ruang tunggu kedatangan tidak akan se-sesak ketika penumpang baru datang. Jalan dari turun pesawat hingga ruang tunggu kedatangan pun santai saja. So, no need to rush.
  6. Lain hal bila sudah ada yang menjemput dengan mobil pribadi. Mari kita gunakan transportasi murah dan efisien. Taksi? Jangan pernah mau ambil taksi dari Bandara Cengkareng. TIDAK AKAN PERNAH PAKAI ARGO, believe me. Jalan saja menuju Bis Damri mangkal, tidak jauh dari pintu keluar kedatangan, ada di terminal mana saja.
  7. Keukeuh mau naik taksi dengan argo? Tenang, ambil Bis Damri jurusan mana saja, siapkan ongkos sekitar setengah harga full rate bis (kalau tidak yakin, tanya kondekturnya saja, aku tidak tahu persis berapa tarifnya karena belum pernah). Naik saja Bis Damri sampai bis itu berhenti pertama kali di satu tempat di luar area bandara yang sekelilingnya banyak sekali taksi Blue Bird, tidak percaya? Hahaha.. Disana tinggal pilih taksi yang mana saja, pasti pakai argo, dan .. Blue Bird gitu loh.
  8. Mau yang murah? Cari saja Bis Damri jurusan yang paling dekat dengan daerah kamu tinggal. Daftar jurusan bis bisa dilihat disini. Seperti aku, aku tunggu bis jurusan Blok M (tidak pernah lebih lama dari setengah jam). Tarif hanya 15.000, dengan menikmati perjalanan bis AC sampai membuatmu ngantuk! Hehehe..
  9. Pemberhentian pertama bis jurusan Lebak Bulus dan Blok M (jurusan yang pernah aku coba) begitu keluar dari tol dalam kota di dekat Semanggi. Ada beberapa yang turun lalu mengambil taksi, karena banyak taksi yang mangkal di sana.
  10. Kalau aku, ku teruskan perjalanan hingga berhenti di pool Bis Damri jurusan Blok M, yaitu di dekat sekolah SMU 6. Dari sana aku menyeberang ke Pasaraya, lalu ku ambil taksi untuk ke rumah, sekitar 20.000.

Becareful sama calo taksi yah.. awas jangan nyopet *wink* !

Aha Yeah Aha Yeah

Lirik Lengkap

Kuawali hariku dengan mendoakanmu
Agar kau slalu sehat dan bahagia disana
Sebelum kau melupakanku lebih jauh..
Sebelum kau meninggalkanku lebih jauh..
Ku tak pernah berharap kau kan merindukan keberadaanku,
Yang menyedihkan ini
Ku hanya ingin bila kau melihatku kapanpun, dimanapun
Hatimu kan berkata seperti ini..

Pria ini lah yang jatuh hati padamu
Pria ini lah yang kan slalu memujamu
Aha.. yeah.. aha.. yeah..
Begitu para rapper coba menghiburku

Mungkin kau takkan pernah tau
Betapa mudahnya kau untuk dikagumi
Mungkin kau takkan pernah sadar
Betapa mudahnya kau untuk dicintai

Aku lah orang yang akan selalu memujamu
Aku lah orang yang akan selalu mengintai mu
Aku lah orang yang akan selalu memujamu
Aku lah orang yang akan selalu mengintai mu..

Aww awww .. my secret admire..

Cuaca Sumuk & Dingin

Minggu pertama kedatanganku ke Malang sudah siap sedia dengan jas hujan model raincoat yang kancingnya di depan. Berharap bisa dipakai saat naik motor, juga saat nyegat bis. Sudah capek-capek bawa (walopun sudah dilipet2 sampai kecil) eh malah tidak sekalipun dipakai. Hujan memang turun tapi tidak di saat-saat aku berangkat kerja ataupun pulang kerja.

Minggu kedua aku membeli jaket parasut yang kalau dilipet-lipet, volumenya lebih kecil dari raincoat dan bisa dipaksa masuk ke tas ku. Yeah, selain bikin hangat saat naik motor pulang kerja, juga bisa menahan air hujan membasahiku.

Nunggu menunggu, kenapa ya hujan koq gak dateng-dateng? Yang ada malah sumuk, sumuk dan sumuk !!!! Beli jaket, gak pernah dipake. Payah..

Minggu ketiga, berangkat dari Renon ke Terminal Ubung untuk pulang ke Terminal Arjosari, tiba-tiba hujan deres banget. Buset dah! Kyk gak pernah hujan sebelumnya aja. Tapi ya harus tetap berangkat karena udah beli tiket daripada hangus. Ganti sandal suede biru dengan sandal jepit pink, lipat jeans sampai se-lutut, pakai jaket parasut dan helm. Siap berangkat, Bli Den! Kita bermotor ria sambil sambil merapatkan diri supaya ngga basah dan kedinginan. Bali dingin? Jarang-jarang tuh.

Sesampainya di Terminal Arjosari subuh-subuh, naik ojek ke rumah. Huii… dinginnya Malang-ku ini. Aku jadi ingat pas kecil dulu.. malam-malam aku dan papaku keluar rumah untuk cari makan di daerah Rampal. Kami hanya memakai kaos, celana pendek dan sandal, sambil bermotor ria. Huii… dinginnya..

*meringkuk di kasur sambil selimutan*

Things To Do: Ganti Hostingan

Sudah capek berapa bulan terakhir di komplen soal lambat nya blog ini terbuka. Sudah komplen ke Ardhosting via YM pun dia keukeuh blog ku gak lambat dsb.. Sudah browsing sana sini untuk calon pengganti hosting yang sekarang.. Sudah periksa script jikalau ada yang memperlambat open page.. Sudah sudah.. berikut ini kandidatnya.. boleh ditambah kalo ada yang kasi url..

  • http://www.apenta.com/
  • http://www.ardhosting.com/
  • http://www.baliorange.net/
  • http://www.cakranic.com/
  • http://www.daraweb.com/
  • http://www.dutahost.com/
  • http://www.idwebhost.com/
  • http://www.indoglobal.com/
  • http://www.indonet.biz/
  • http://www.lainard.net/
  • http://www.murih.com/
  • http://www.qwords.com/
  • http://www.rumahweb.com/

So far karena koneksi internet di kantor Prigen belum lancar bae, jadinya masih mau memilih dari kandidat di atas. Berikut syarat:

  1. Hostingan yang payment nya kompatibel dengan transfer antar BCA
  2. Admin nya 24jam *devil’s laugh*
  3. Yang bisa account mySQL lebih dari 3
  4. Gak sering down
  5. Server di sekitaran Indonesia, supaya cepet. Ternyata hosting di IIX bikin gak menjamin cepet.
  6. Umm.. apalagi ya?

NEXT TIME, YANG SETTING DARI AWAL SAMPE SELESAI HARUS GW SENDIRI, biar gw ngerti luar dalemnya. Ya ya ya, mesti belajar lebih dalam lagi.

Malang Lagi? *Lirik Pulau Sebelah*

Aneh banget, sepanjang sejarah kehidupan aku yang udah 14 tahun tinggal di Jakarta, baru kali ini aku menghabiskan banyak waktu di Malang. Biasanya paling lama ya sebulan penuh ngerecokin Papa dan keluarga. Asik juga sih main sama adik-adik gembul si David dan Jonathan yang tingkah polahnya lebih rame daripada adikku di Jakarta, Tibi. Ngobrol dengan Tante juga ngga kalah seru, dari gosip keluarga besar, karyawan dan tetangga, sampai ngegosipin Papa? Hihihi.. Yah itung-itung belajar mengenal permasalahan pasangan suami istri, wekss.. bokap sendiri pulak, knapa enggak? Yang penting mereka masih adem ayem, gosip saja toh tidak merugikan nusa dan bangsa.

Sudah 2 minggu aku di Malang. Rencananya memang cuma 2 minggu, tapi demi hemat tiket pesawat, aku harus extend paling tidak 2 minggu berhubung ada tugas yang nanggung kalo ngga diselesaikan dalam waktu ini juga. Bagiku tidak masalah, hanya saja terdengar keluhan dari My Mom ngomel-ngomel di Jakarta, hahaha. Sherly yang lagi magang di Jakarta, yang sedang numpang di rumahku malah ku tinggal ke Malang (aih, gak kebalik apa?). Iya Sher, STNK mobilku sudah kukirim koq, jadi lain kali kamu kena tilang, gak sampe mahal hanya karena gak bawa STNK. Hehehe..

Extend ku ini mestinya gak boleh lebih lama dari sebulan, karena akhir Feb aku ada kursus dan Maret awal tuh ada tiket nganggur yang rugi kalo gak dipake (tiketnya dari Jakarta sich). Tapi in the mean time, ada 4 wiken nganggur dan sepertinya asik juga nih ke pulau sebrang tiap wiken.. itung-itung menikmati romantisme di bulan cinta. Aww aww..