Draft Apologize Letter / Draft Surat Permintaan Maaf

Aku lagi bongkar-bongkar barang-barang dan kertas-kertas untuk disortir masuk ke keranjang sampah, aku menemukan ini. Rasanya sayang sekali bila draft ini tidak dibagikan kepada siapapun dari kalian yang membutuhkan. Feel free to copy it.

Dear..

It makes me sad that I have to write a letter like this to you. But what ever happens to us I feel that I have to say something to you. Regardless from what happened on .. (time).

I realize that I’m wrong, and nothing can changes that. No matter what excuse I give, doesn’t changes the fact that I made a mistake. So I don’t want to make any excuses.

But one thing I want to say to you is I realize my mistake, I regret my mistake and I’m willing to learn from my mistake. Now the question is will you still gave me another chance?

God created mankind in His own image but with one big difference, we are not perfect. It is out duty in life to try to be as perfect as possible. Will you help me learn how to be more perfect by forgiving me and giving me another chance?

It is always harder try to fix something broken than just to throw it out of the window. Now I’m asking you to do the hard thing. Please don’t throw our relationship out just like that. I trully hope that you can forgive me.

Ini yang sudah di translate ke bahasa indonesia.

Dear…

Membuatku sedih dengan menulis surat ini untukmu. Tapi apapun yang terjadi pada kita, aku harus bilang sesuatu sama kamu, dari apa yang terjadi .. (waktu).

AKu menyadari bahwa aku salah, dan ngga ada yang bisa ngerubah ini. Ngga akan ada alasan apapun yang akan ngerubah bahwa aku memang salah. Jadi aku ngga akan beralasan.

Tapi satu hal yang aku mau bilang: aku menyadari bahwa aku salah, aku menyesali bahwa aku salah dan aku ingin belajar dari kesalahanku. Sekarang, apa kamu mau memberiku kesempatan lagi?

Tuhan menciptakan manusia mirip dengan Dia, hanya ada satu perbedaan, kita tidak sempurna. Ini tugas kita dalam hidup untuk menjadi sesempurna mungkin. Maukah kamu menolong aku untuk belajar bagaimana menjadi lebih sempurna dengan memaafkan aku dan memberiku kesempatan?

Akan selalu lebih susah untuk membetulkan sesuatu yang sudah patah daripada membuangnya lewat jendela. Aku mengharapkan kamu untuk mencoba yang lebih susah dari ini. Please, jangan buang hubungan kita begitu saja. Aku sangat mengharapkan kamu menerimaku lagi.

Priceless Time To Think

Kita cuman diberi 24 jam dalam sehari. Bagaimana cara kamu mengatur jam-jammu itu? Aku yakin waktu tersebut berharga. Ngga terasa tiap detik berlalu, umur makin tua, rasanya sayang juga menghabiskan detik-detikmu hanya duduk di depan komputer untuk kegiatan yang gak jelas. Tapi bagiku rasanya lebih rugi menghabiskan waktu 2 jam di pagi hari dan 2 jam di sore hari hanya untuk berkutat dengan kemacetan Jakarta. Oh yeah, aku akan pindah rumah dan bela-belain untuk kost demi waktuku yang berharga untuk tidak habis di jalan bengong dalam kemacetan.

Pernahkah kamu menyadari kapan kamu punya waktu untuk berpikir? Atau jangan-jangan kamu sudah lupa rasanya berpikir. Bukan, bukan memikirkan pekerjaan, atau memikirkan pacar, atau barangkali memikirkan pelajaran sekolah yang belum selesai. Aku sendiri punya waktu untuk berpikir itu. Tidak terjadwal, tidak juga disengaja. Mungkin ada sebagian orang punya waktu-waktu tertentu untuk berpikir, misalnya, my mom punya kebiasaan untuk berpikir saat dia sedang mandi. Malah ada yang punya kebiasaan berpikir saat di wc. Ah, aku mana bisa berpikir saat mandi? Aku paling bosan bila tidak sambil mendengarkan musik saat mandi.

Sore tadi aku melakukan ritualku berbelanja di Carefour Lebak Bulus. Ah, itu benar-benar ritual yang sudah aku hafal letak barang-barangnya. Bahkan jalur troleyku pun sudah ada trayeknya. Nah, disaat melakukan ritualku lah aku berpikir. Aku berpikir tentang jalan hidupku, tentang apa visi hidupku, apa yang kuinginkan, apa yang telah terjadi, seperti flashback juga sih. Uniknya, sambil aku berpikir, aku juga melakukan kegiatan belanja, bahkan sambil menyetir pulang pun aku masih belum berhenti berpikir.

Disaat itulah pertanyaanku muncul. Apakah kamu juga berpikir seperti apa yang kurasakan? Saat kapankah itu?

Four Things to Get You Tagged

Ouch, Markum has tagged me with this circling baton!

Four jobs I’ve had in my life

  1. Administrator
  2. Finance
  3. Blogger
  4. Traveller

Four movies I can watch over and over

  1. Speed
  2. Can’t Hardly Wait
  3. 10 Things I Hate About You
  4. Enemy Of The States

Four places I have lived

  1. Malang
  2. Jakarta
  3. Zenta, Yugoslavia
  4. .. not until I reach my next destination..

Four TV shows I love to watch

  1. The Simpsons
  2. Friends
  3. Buffy The Vampire Slayer
  4. Spongebob Squarepants

Four places I have been on vacation

  1. Bali
  2. Budapest, Hungary
  3. Zenta, Yugoslavia
  4. Singapore

Four of my favourite dishes

  1. Soto Basket
  2. Pho Hoa
  3. Sushi
  4. Escargot

Four web sites I visit daily

  1. gmail.com
  2. Feedreader
  3. kaskus.com (for mp3!!)
  4. milis kampung gajah

Four places I would rather be right now

  1. Bali
  2. My Old Bed
  3. Zenta, Yugoslavia
  4. Beach (trully Cancer, no?)

Bloggers I am tagging

  1. Dental
  2. Andry
  3. Gita
  4. April

Kenapa Juga Dipikirin?!

Beberapa bulan terakhir rasanya masih ada pikiran berseliweran. Kalo dipikir-pikir sih mestinya aku ga perlu mikirin hal ini, tapi toh tetep kepikiran. Apa karena aku sebagai cewek jadinya gampang kepikiran yang mestinya bisa dilalui dengan cuek? Iyah, banyak yang bilang, aku harus cuek. Pagi ini pun Gita bilang, aku mesti cuek. Kalo dipikirin malah jadi salah kaprah. Yah, memang, aku paling resah bila ada yang kesal padaku.

Pikiran-pikiran ini sebenernya bisa bermunculan karena apa sih? Karena suasana atau karena mood ku saja? Entahlah.. kadang aku merasa bersyukur aku masih bisa merasakan, daripada menjadi seseorang yang kebal perasaan. Oh no, aku gak mau jadi seperti itu. Perasaan itu harus dinikmati, sebagaimanapun adanya. Walopun kadang-kadang perasaan itu bisa hilang disaat dibutuhkan.. hihihi.. maap ya.

Kadang aku heran memperhatikan makhluk laki yang bisa dengan tinggi menjunjung harga diri dan keangkuhannya. Apakah aku bisa seperti itu juga? Apakah kadang-kadang aku perlu menjadi seperti itu juga? Ataukah memang bukan ‘gaya’-ku untuk menjadi seperti itu? Setinggi-tingginya aku, pasti gampang luluh.

Terlalu banyak yang dipikirkan, sama halnya dengan menulis postingan ini yang aku yakin kalian pada ngga ngerti apa yang aku maksud kecuali sudah dapet bocoran duluan, atau kali-kali aja ada yang merasa kubicarakan. Hihihi..

Betul kata Mancrut.. :

mancrut : di cariin loe
golda: dicariin sama sapa?
mancrut : sama pa’de kirno
mancrut : katanya:
mancrut : cwe cantik yang suka makan gurame dengan sambel sendiri mana?
golda: aduh
golda: jadi pengen kesana
mancrut : iyee lah, mesti kesana
mancrut : walapun dengan dan tanpa ******

Sms Si Bos..

Suatu siang yang cerah..

*lagu Samson – Kenangan Terindah berkumandang dari K700i*.. oh brati kantor nih yang telpon..

Me: “Ya, Rin?”
Ririn: “Jeung, si Pak Denis nelp gw nih.. nyariin elo”
Me: “Ohya? Bilang apa dia?”
Ririn: “Ya.. dia nanya, knapa Golda gak masuk. Gw bilang.. gak tau. Trus dia bilang suruh cari tau, makanya nih gw telpon elo. Kangen kali dia ma elo.. *giggling*”
Me: “Aduh pulsa gw lagi tiris gak bisa nelp, gw sms aja deh. Yawis.. tengs yah”

*klik*

*mulai mengetik sms untuk si Boss*

Me wrote: “Tadi nyari aku ya, Pak? Ada apa? Aku di rumah, lagi ngurusin barang-barangku untuk pindahan. Kebetulan di kantor lagi gak sibuk, jadi aku sempet-sempetin ngurusin pindahan ini. Bulan lalu kan aku sudah pernah bilang ke Bapak.”
*sent*
Boss reply: “Oh iya ya? Wah, kalo saya ngga diingetin jadi gampang lupa. Enggak ada apa-apa sih. Ya sudah, at least kalo saya ditanya sama bos laennya, kan bisa jawab.. hehehe.”

Ohmaigot.. bosku juga amnesia..