Stress Tauk!

Beberapa hal sudah terjadi dalam hidupku. Bukan yang biasa saja seperti kopdaran, reuni sekolah, kerja setiap hari walaupun selalu ada alasan untuk tidak masuk kerja, dll. Bukan, masih jauh dari itu. Sejak pertengahan tahun lalu keadaanku mulai berubah. Naik jabatan (artinya: tugas kerja ke Prigen), dan durasi my Mom di rumah lebih jarang dari dulu. Yah, Mom akan pindah ke Spore, tahun ini.

Bulan September ’05 -Februari ’06 banyak kuhabiskan di Malang bersama Papa dan keluarga, membuatku banyak meninggalkan isi rumahku di Jakarta. Beberapa letak barang mulai kulupakan, beberapa hal mulai tak ku perhatikan, dan yang paling parah, kamarku makin berantakan. Makin banyak barang yang tidak semestinya ku simpan (kertas-kertas apalah, tas ini tas itu, buku-buku, cd-cd, dll) pokoknya berantakan sekali. At least, kamarku masih bersih dari debu walaupun aku mulai susah mencari barang-barangku. Atau jangan-jangan otakku mulai karatan? Ah, aku yakin karena barangku bertambah saja *ngeles*.

Sejak internet di rumah cepat + unlimited, sudah banyak sekali jam terbangku bersama internet. Ah, serasa dunia maya tak habis aku ubek-ubek. Dari chatting, confrence, frenster, blog, blajar ini itu, bikin ini itu, daftar ini itu, download ini itu, upload ini itu, aduh macem2 yah kalian tau sendiri betapa luasnya. Sudah setebal apa lumutannya diriku dengan kursi ini? Sudah setebal apa kacamataku karena menatap monitor lebih lama daripada ke kantor. Don’t ask! Aku sudah bingung bagaimana caranya lepas dari ini semua. Sudah berapa kali seseorang menunggu di depan rumah untuk pergi bareng, tapi aku masih berkutat di komputer? Sudah berapa kali dimarahin Mom karena ngendon terus di kamar. Sudah berapa gosip kulewatkan (eh yang ini masih bisa dibayar dengan membaca gosip via internet walopun kurang seru). Sudah berapa banyak lemak tertimbun karena kurang gerak? Sudah berapa jam kerja yang ku korbankan karena tidak berangkat ngantor ataupun telat berangkat ngantor? Aku tau ini gak baik, tapi believe me, susah sekali keluar dari lingkaran ini.

Hidupku rasanya berubah menjadi tidak benar. Beberapa orang aku rasakan mulai tidak menyukaiku. Entahlah, aku masih cuek dengan itu semua. Tapi aku merasakan, I’m not being my self. Jadi, being my self itu seperti apa? Apa ini cuman sekelumit dari kehidupanku?

Minggu lalu aku pergi liburan dengan Bunda ke Bali. Tiket yang sudah lama kita beli sejak Desember 05. Tiket yang entah tujuannya apa aku ke Bali, tapi toh ada gunanya juga. Aku bertemu Bunda di Terminal 1A, aku juga menyempatkan bertemu dengan my Mom di terminal Internasional karena jam kedatangannya sejam sebelum aku berangkat. Wah, mama terlihat ceria sekali bertemu denganku “Dear, I miss you so much”. FYI, selama ini mama memang tidak biasa ku jemput di airport, bukan karena aku gak mau, tapi dia yang bilang tidak usah.

Mom: “How are you? Are you fine? It’s been so long since the last time I see you.”
Aku: “Kalo masalah fisik, keuangan, rumah, dll, I’m OK. Tapi kalo tentang pikiranku.. aduh.. aku stress.”
Mom: “How’s that? Why?”
Aku: “Yah kan selama ini aku hidup sama mama, apa-apa mama yang atur, mama yang suruh. Ketika mama gak ada, aku harus mengatur sendiri, apapun aku coba, salah benar aku yang rasakan. Aku merasa apapun aku kerjakan sendiri.”
Mom: “Aww Dear, .. ” *mengelus kepalaku*

Di waktu yang singkat itu (perjalanan memutar dari Terminal Internasional ke Terminal 1A), aku bercerita singkat jelas padat mengenai kehidupanku belakangan ini, keputusan hidupku, rencana kedepanku, keadaanku, dll. Yak, pas juga waktunya selesai bercerita, pas juga sampai di tujuan, malah Mom sempet kasih wejangan sedikit.

Hari ini aku bermaksud membuat paspor di kantor imigrasi Jaksel dekat rumahku. Walaupun arsip-arsip belum di fotokopi, tapi paling tidak sudah bisa dilengkapi. Cari mencari, bongkar lemari buku, bongkar kerdus-kerdus, toleh sana toleh sini di dalam kamar. Ow yeah, kamarku masih berantakan! Damn. Parahnya, surat baptis-ku belum ketemu. Dan yang paling menyebalkan, aku ingat dimana taruhnya, tapi pas dicari koq gak ada??!! WTF??!! Padahal hanya aku yang tahu tempatnya, mau tanya orang lain pasti gak bisa. Masa harus bongkar memori otakku?? Stress banget!!

You Might Also Like

17 thoughts on “Stress Tauk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *