Priceless Time To Think

Kita cuman diberi 24 jam dalam sehari. Bagaimana cara kamu mengatur jam-jammu itu? Aku yakin waktu tersebut berharga. Ngga terasa tiap detik berlalu, umur makin tua, rasanya sayang juga menghabiskan detik-detikmu hanya duduk di depan komputer untuk kegiatan yang gak jelas. Tapi bagiku rasanya lebih rugi menghabiskan waktu 2 jam di pagi hari dan 2 jam di sore hari hanya untuk berkutat dengan kemacetan Jakarta. Oh yeah, aku akan pindah rumah dan bela-belain untuk kost demi waktuku yang berharga untuk tidak habis di jalan bengong dalam kemacetan.

Pernahkah kamu menyadari kapan kamu punya waktu untuk berpikir? Atau jangan-jangan kamu sudah lupa rasanya berpikir. Bukan, bukan memikirkan pekerjaan, atau memikirkan pacar, atau barangkali memikirkan pelajaran sekolah yang belum selesai. Aku sendiri punya waktu untuk berpikir itu. Tidak terjadwal, tidak juga disengaja. Mungkin ada sebagian orang punya waktu-waktu tertentu untuk berpikir, misalnya, my mom punya kebiasaan untuk berpikir saat dia sedang mandi. Malah ada yang punya kebiasaan berpikir saat di wc. Ah, aku mana bisa berpikir saat mandi? Aku paling bosan bila tidak sambil mendengarkan musik saat mandi.

Sore tadi aku melakukan ritualku berbelanja di Carefour Lebak Bulus. Ah, itu benar-benar ritual yang sudah aku hafal letak barang-barangnya. Bahkan jalur troleyku pun sudah ada trayeknya. Nah, disaat melakukan ritualku lah aku berpikir. Aku berpikir tentang jalan hidupku, tentang apa visi hidupku, apa yang kuinginkan, apa yang telah terjadi, seperti flashback juga sih. Uniknya, sambil aku berpikir, aku juga melakukan kegiatan belanja, bahkan sambil menyetir pulang pun aku masih belum berhenti berpikir.

Disaat itulah pertanyaanku muncul. Apakah kamu juga berpikir seperti apa yang kurasakan? Saat kapankah itu?

You Might Also Like

17 thoughts on “Priceless Time To Think
  1. you ask for it.
    “poop” time is prime time to “think”. simple, rilex, 1 stick aMild, no rush. what comes around? all bad and good creatures…

  2. Saya biasanya akan ambil waktu berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lain yang cukup jauh, sambil berpikir.

    Atau bisa juga selama perjalanan, misal saat naik travel atau sedang didalam pesawat tapi ga bisa kalau perjalanan rutin yang tiap hari dilakuin.

  3. Jarang2 sih mikir serius gini , kecuali habis lihat film bagus atau baca buku . Terutama pas ada waktu luang sih.. waktu yang luang karena terpaksa karena saya orgnya malas :p.

    Jadi let see
    – di kereta bandung-jakarta
    – di angkot
    – lagi naik motor

  4. Waktu untuk mikir buatku itu pas lagi pup (gak pake buku/majalah, NEVER and NO NO), mandi, dan menjelang tidur (reviewing my day dan memantapkan ide bahan tulisan).
    Waktu yang kurang populer: ketika menatap wajah anakku yang sedang tidur πŸ™‚

  5. Kalo Herbi senang mikirin kejadian selama sehari ini waktu mau bobo malam. Rasanya enak banget. Sambil ngerenungin kejadian yang kita alami seharian lah…Biasanya kalo udah begini tidurnya nyenyakkkkk banget…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *