Big Leap Blues

Mestinya ada beberapa pikiran yang berkecamuk beberapa hari terakhir ini. Di saat sedang berpikir, aku juga menimbang, apakah pantas kutulis di blog ini. Berhubung my mom sedang ada di sini, jadinya kegiatanku mengurus rumah boleh di take over sama mom, membuatku bisa memikirkan hal lainnya. Apa saja yang ingin kuingat? Hmm..

Mengganti batrei jam yang selalu kuintip di sebelah tempat tidur memang penting. Memesan tiket untuk liburan paskah juga akhirnya sudah dapet. Ngomong sama bos tentang 1 month notice pun sudah dilaksanakan, walopun sempat konsul dengan mom dan Tante Anna. Thats true mom, i indeed need back-up plan and job, but I still have take leap into life no matter how far it is. Dan ada 1 hal lagi yang perlu ku beli, tapi sampai sekarang aku lupa apa itu *dasar amnesia*.

Mengepak barangku sudah selesai. Menjadwalkan rencana kedepanku so far juga sudah fixed. Tapi menghadapi perubahan bersar dalam hidupku, itu yang aku masih takut-takut. Ragu? Tidak juga, aku mantap. Tapi perubahan ini tidak kecil, dan pastinya tidak akan terjaminkan oleh orang tua. Artinya, aku harus memilih jalanku sendiri. Iyah, ALL BY MYSELF.

Mungkin yang aku takutkan adalah kurangnya persiapan dalam perencanaan, aku jadi takut melangkah. Sama seperti ketakutanku dalam menghadapi sidang skripsi, yang toh harus kulalui (dan pada waktunya pun bisa kulalui) dengan berjalannya waktu. Mudah-mudahan big-leap-blues ini bisa berlalu dan pada saatnya, aku bisa menoleh kebelakang dan tersenyum.

You Might Also Like

9 thoughts on “Big Leap Blues
  1. udh lama bgt blom sempet nengok kesini 🙂 Mudah2an dgn banyak sahabat yang nengok dan mberi semangat, udah nggak galau lagi yah.. tetepsemangat & salam hangat dari afrika barat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *