Belgrade/Beograd, who cares?

Cukup banyak yang terjadi sejak kemarin aku sampai di Belgrade. Walopun tidak ada problem yang berarti selain salah satu bagasiku yg isinya 1 dus indomi tidak terdapat di baggage belt di Belgrade, aku ketemu nenek dan supir langganan nenek. Perjalanan 2,5 jam Belgrade – Senta melewati Novi Sad (ibukota provinsi Vojvodina) dan kota2 lainnya aku tidak ingat. Nenek begitu senang karena kangen padaku dan karena tidak sendirian untuk sebulan ini, sejak kakek meninggal tahun lalu bulan Mei, dan ibuku memang anak tunggal.

Sesampainya di rumah jam 4 sore, tidak terasa aku mulai lapar, secara terakhir sarapan jam 5 pagi, nenek membuat csevap (baca: chevap, makanan khas Serbia, gulungan daging cincang dengan lada dan bawang bombay), paprika merah dan roti. Tidak terlalu banyak, tapi mengenyangkan. Ya, aku ingat harus menjaga berat badan. Aku sudah membuka koperku, termasuk menyalakan laptop untuk menulis sesuatu. Aku bawa ipod beserta speakernya, dan sudah menyiapkan sofa menjadi tempat tidurku. Kali ini aku dapat kamar sendiri, disebelah kamar nenek.

Sebelum ngepak barang2ku, aku sudah ngecek suhu via yahoo, dengan kota Kikinda (Serbia Montenegro) kota terdekat Senta. Sekitar 20’C. Entahlah, aku mengepak setengah baju2ku, yang ternyata tidak bisa kupakai disini selain jaket dingin yang ceritanya kupakai untuk mengatasi dinginnya di pesawat menuju London. Jaket ini yang akhirnya HARUS kupakai tiap hari dimanapun. Di kamar, di luar, kecuali di dapur karena di dapur masih agak hangat ketika ada masak memasak. Tidak lupa, celana panjang, kaos kaki, kaos dalam (untung kaos dalamku yg dulu dipakai masih ada dan masih bisa dipakai). Kalau tadi pagi kulithat 20’C, sore hari bisa jadi 15’C atau sampai 10’C. Gak akan bisa disamakan seperti di Jakarta maupun Bandung walopun pada musim hujan, karena bayangkan saja, aku ganti jeans luar dengan celana panjang untuk tidur (semacam piyama) bisa langsung menggigil kedinginan padahal gantinya gak sampe semenit!

Tempat Tidurku
Ngga percaya? Aku menulis ini, sedang pakai jaket dingin, bersandar di atas tempat tidur dengan badan tertutup selimut setebal 3cm, dan jemari tanganku kedinginan. Dan aku diketawain nenek.

Duh, sudah salah bawa kostum, bye bye saja bikini line. Padahal kupikir spring time yg sudah hampir masuk summer, ternyata telat datang.

Url peta Senta

You Might Also Like

14 thoughts on “Belgrade/Beograd, who cares?
  1. Aduh golda, kok bisa salah kostum begitu? Spring memang kadang masih dingin. Namanya juga pancaroba.

    Hati-hati, jangan sampe sakit ya. Ngerti banget kok kalau masalah kedinginan. Sudah terlalu sering merasakan. ๐Ÿ™‚

  2. Dekat pegunungan nggak, Golda? Kalau iya, nggak heran deh, masih dingin.

    Tapi memang musim panasnya telat, tahun ini. BTW, mau pakai bikini di mana? *cari-cari pantai terdekat, di peta*

  3. mengangumkan..gw pengen sekali pergi ke kikinda serbia..tp tak pernah kesampaian..aku senang bisa membaca tulisan kamu tentang suasana serbia..aku punya orang yg paling ku cintai di kikinda tapi aku tak pernah sampai kesana..mungkin tulisan mu bisa mengobati sedikit kerinduanku terhadap kikinda dan seseorang di sana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *