Freak In Net World

Seberapa lama jam terbangmu di dunia maya, aku yakin kamu belajar sesuatu hal yg penting ini. Pelajaran pertama, jangan memberikan detail informasi pribadimu di internet. Hal ini bisa berupa alamat rumah, nomor telpon, dan mungkin yang termasuk pribadi bagi orang lain seperti nama lengkap, tempat kerja, tanggal lahir, dll. Pernahkah orang lain memberitahu hal ini padamu? Jika pernah, beruntunglah kamu.

Pengenalanku dengan dunia maya tidak luput dari pengawasan my mom. Dia yang memberitahukan hal di atas tadi padaku. Karena itu, aku membuat nick untukku. Dengan nick itu, aku bisa menjelajah dunia seperti layaknya orang biasa, bahkan orang jahat sekalipun. Dengan nick ku, aku bisa mengaku siapa saja, apa saja, dimana saja, tergantung imajinasiku.

Aku mulai menggunakan nama asli sejak friendster.com muncul. Karena disana ada teman-temanku di dunia sungguhan (bukan dunia maya), maka mau tidak mau aku menggunakan real character. Sejak itu, dimulailah pengenalan dunia maya dengan my real name. The real me.

Setahun, dua tahun, hmm.. oke lah. Aku pikir langkahku masih aman. Aku belum bertemu freak people. Tentu, aku membatasi cara kontak komunitas dunia maya dengan dunia sungguhan. Aku meminimalisasinya. Ketika aku memasuki komunitas milis yang besar dan yang kupikir aman (ah, aku terlalu naif), aku menemukan freak people itu.

Seperti virus! Kalau masih satu saja, dia akan bersembunyi. Tapi ketika dia menemukan teman, dia mulai unjuk gigi dan merajalela. Naluri manusia tidak jauh dari situ. Yeah, I get it. Hmpff..

Di titik itulah aku memutuskan, oke, my mom still right about this. Tapi sekarang, virus itu sudah masuk dlm tubuhku. Bagaimana cara mengeluarkannya? Seperti yang kalian tahu, membasmi virus tidak semudah membasmi bakteri yang dengan hanya penisilin, bakteri (living thing like us) bisa mati. Virus itu berbeda. Spreading symptom-nya beda. Maka, kamu harus melakukan cara yang berbeda juga dengan virus.

Sayangnya, membasmi virus supaya tuntas bukanlah cara yang bisa dilakukan. Sekali terkena virus, kamu akan hidup dengan virus itu. Yang bisa kamu lakukan adalah meredamnya sehingga dia tidak bisa unjuk gigi atau menganggumu. Nah, di sini lah kita belajar bagaimana berstrategi dengannya. After all, you have brain to use and power to gain.

Tahun 2000, temanku di Senta, Norbi sudah lebih dulu menjelajah dunia maya. Dia bercerita, Norbi berkenalan dengan seorang netter dari Jerman. Cukup lama berchatting, akhirnya mereka memutuskan untuk bersua. Norbi ke Jerman (aku lupa di kota mana) untuk seminggu. Kenyataan bahwa Jerman Netter ini kakinya lumpuh karena kecelakaan, sejak itu dia menghabiskan waktu di depan dunia maya sambil menerima uang sosial dari negara. Sehari dua hari, Norbi merasa tidak nyaman entah karena Jerman Netter ini menginginkan lebih dari Norbi atau apa, Norbi kurang jelas mendeskripsikannya. Akhirnya Norbi pulang lebih cepat.

Rupanya kepulangan Norbi membuat Jerman Netter tersinggung, sehingga dia melakukan serangan balik. Nomor telpon rumah Norbi ditelpon setiap 5 menit. Ketika di angkat, dia memaki-maki bahasa Jerman, dan itu sudah berlangsung selama 2 tahun (entah bagaimana sekarang). Norbi tidak bisa mengganti nomer telponnya karena di Senta itu sudah tidak bisa menambah, mengganti, ataupun menghapus nomer rumah baru. Saat itu, nomer telpon celaka itu selalu berdering tiap 5 menit (termasuk tengah malam), jadi tidak bisa dihubungi oleh kenalan keluarga Norbi, hanya bisa dipakai keluar saja. Begitu merepotkannya seorang freak in net world. Bagaimana bila ada banyak?

Aku percaya, cobaan apapun, aku pasti bisa menghadapinya. Tinggal seberapa cerdas strategi kita untuk melewatinya. So, wotch yer back, y’all.

Dear my freak-in-net-world, I know you’ll read this. *wink* Aku yakin kehebatanmu dalam ber-provokasi di kampung orang lain tiada duanya. Tapi aku lebih yakin lagi bahwa ada tempat yang lebih layak untuk skill mu, dan itu bukan di kampung gajahku.

Salam sayang, mwah!

You Might Also Like

20 thoughts on “Freak In Net World
  1. Aku gag terlalu suka dengan internet, jika bukan karena kerjaan aku pasti sudah meninggalkan ini semua..

    Internet sucks!!

  2. hehehe….emang harus hati-hati, jangankan memberi tahu no rumah atu alamat rumah, memberi no henpon atau memberi main imel address pun perlu disaring..

    ah, ternyata endingnya disisipin iklan……:p

  3. ahh..emang harus difilter pas mo bagi-bagi ke fans..

    jangankan alamat, no telp rumah, no hp dan amin imel address pun harus disaring..

    ahh, endingnya disisipin iklan.. :p

  4. “Aku gag terlalu suka dengan internet, jika bukan karena kerjaan aku pasti sudah meninggalkan ini semua..Internet sucks!!”

    hiihihih venuz kamu kenava…patah hati yah ..hahakzx sampe segitunya kau

  5. Freak ya.. hmmn
    pernah sih dngr2 pengalaman yg kayak gitu…

    tapi kok kalo sampe 2 taun ditelpon setiap 5 menit …kayaknya fiksi yach.. ^^

    bukan nuduh kamu boong lho.. cuma.. bingung aja.. ^^
    kira2 apa yg orang jerman itu inginin yah.. (2 taun tiap 5 menit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *