Uncooking Time

Secara di sini ngga ada pembantu, jangan harap sehari2 berleha2 seperti di Jkt. Aku mesti bantu nenek di dapur demi sesuap nasi (hihihi). Nenek memperlihatkan satu persatu langkah memasak, tapi bukan berarti dia membolehkan aku untuk memasak. Aneh memang. No wonder my mom juga gak bisa memasak. Alhasil aku bagian memotong2 bahan untuk dimasak, menyiapkan alat makan di atas meja, dan mencuci dishes. Jauh2 ke sini jadi pembantu? Hahaha.. you tell me that when you’re here with me. Secara di rumah ini semua nenek yg ngerjain, no wonder dapur berantakan dengan dishes dimana2 karena dia gak ada waktu juga. Aku saja jadi risih ngelihatnya, makanya ku bersihkan satu2 sampai rapih semua (aku memang gak bisa tahan ngeliat sesuatu yg berantakan).

Seperti hari ini, pagi tadi cuman sarapan 2 telur mata sapi, lalu jalan ke tengah kota (small city, so, small walk) untuk mengurus surat kedatanganku, beli roti, beli hati ayam, beli voucher hp buatku 1000 Dinar, dll. Pulang, aku memotong beberapa siung bawang putih, nenek menumisnya, memasukkan hati ayam, tutup penggorengan 5 menit, sudah selesai. Nenek mengeluarkan nanas kalengan dan aku memotong roti. Jadi menu kami kali ini, tumis hati ayam dgn bawang putih dan kaldu sedikit, nanas dan roti. Eh, enak juga loh. Kenyang pula *sambil melambaikan tanganku kepada seseorang yg pasti sedang mengerenyitkan matanya ketika membaca kata “nanas”.. Miss you!*.

Belgrade/Beograd, who cares?

Cukup banyak yang terjadi sejak kemarin aku sampai di Belgrade. Walopun tidak ada problem yang berarti selain salah satu bagasiku yg isinya 1 dus indomi tidak terdapat di baggage belt di Belgrade, aku ketemu nenek dan supir langganan nenek. Perjalanan 2,5 jam Belgrade – Senta melewati Novi Sad (ibukota provinsi Vojvodina) dan kota2 lainnya aku tidak ingat. Nenek begitu senang karena kangen padaku dan karena tidak sendirian untuk sebulan ini, sejak kakek meninggal tahun lalu bulan Mei, dan ibuku memang anak tunggal.

Sesampainya di rumah jam 4 sore, tidak terasa aku mulai lapar, secara terakhir sarapan jam 5 pagi, nenek membuat csevap (baca: chevap, makanan khas Serbia, gulungan daging cincang dengan lada dan bawang bombay), paprika merah dan roti. Tidak terlalu banyak, tapi mengenyangkan. Ya, aku ingat harus menjaga berat badan. Aku sudah membuka koperku, termasuk menyalakan laptop untuk menulis sesuatu. Aku bawa ipod beserta speakernya, dan sudah menyiapkan sofa menjadi tempat tidurku. Kali ini aku dapat kamar sendiri, disebelah kamar nenek.

Sebelum ngepak barang2ku, aku sudah ngecek suhu via yahoo, dengan kota Kikinda (Serbia Montenegro) kota terdekat Senta. Sekitar 20’C. Entahlah, aku mengepak setengah baju2ku, yang ternyata tidak bisa kupakai disini selain jaket dingin yang ceritanya kupakai untuk mengatasi dinginnya di pesawat menuju London. Jaket ini yang akhirnya HARUS kupakai tiap hari dimanapun. Di kamar, di luar, kecuali di dapur karena di dapur masih agak hangat ketika ada masak memasak. Tidak lupa, celana panjang, kaos kaki, kaos dalam (untung kaos dalamku yg dulu dipakai masih ada dan masih bisa dipakai). Kalau tadi pagi kulithat 20’C, sore hari bisa jadi 15’C atau sampai 10’C. Gak akan bisa disamakan seperti di Jakarta maupun Bandung walopun pada musim hujan, karena bayangkan saja, aku ganti jeans luar dengan celana panjang untuk tidur (semacam piyama) bisa langsung menggigil kedinginan padahal gantinya gak sampe semenit!

Tempat Tidurku
Ngga percaya? Aku menulis ini, sedang pakai jaket dingin, bersandar di atas tempat tidur dengan badan tertutup selimut setebal 3cm, dan jemari tanganku kedinginan. Dan aku diketawain nenek.

Duh, sudah salah bawa kostum, bye bye saja bikini line. Padahal kupikir spring time yg sudah hampir masuk summer, ternyata telat datang.

Url peta Senta

London Calling

Mestinya lagu London Calling yg menyertaiku selama 4 jam di London walopun cuman transit. Lagu yang ada di soundtrack film Billy Elliot (cakep).. Sayang memang aku gak apply visa UK, jadi gak bisa keluar, tapi yang penting menyempatkan diri menghirup udara London :p

12,5 jam yang lalu aku transit di Spore, aku malah sibuk cari internetan. Thanks to Changi yang koneksi internet nya gratis dan cepat, *tendang2 UK yg Heathrow nya mesti bayar unt internet doang*. Fly from Jkt to Spore naik SQ yg pesawatnya bagus banget. Ada private tv, aku dapat 2 seat di belakang yang sebelahnya kosong, tempat duduk luas, take off dan landing yg mulus daripada pesawat murahan.

Fly from Spore to London using Qantas cukup oke lah. Pesawatnya puwenuh banget. aku dapet seat di tengah2 (bener2 di tengah2).. disebelah ibu bawa bayi pulak. Tapi karena sudah waktuku tidur, jadi langsung tepar tertidur dengan tidak peduli dengan sekitar. Stengah jam, si Chief Flight Attendant membangunkan aku, dia bilang dia dapet tempat duduk enak buatku (yeah, yg pasti gak harus mendengar bayi menangis.. *uhuk.. belum siap jadi ibu nih*).

Tempat duduk baru ku berada di paling belakang, walopun di tengah, tapi aku bisa menyenderkan sandaranku kebelakang setiap saat kecuali takeoff dan landing (termasuk masih bisa bersandar ketika saat makanan di bagikan). Aku melanjutkan tidurku yang tadi terpotong. Saat makan pertama, pilihannya fish or pasta. Aku pilih fish & white wine *ih norak banget sih gw*.. :p sambil nonton film yang akhirnya gak selesai dan tertinggal tidur.

Makan kedua, mestinya breakfast, mereka kehabisan scrambled eggs, damn. Aku terpaksa melahap cold Corn Flakes, dan sebongkah (sebuah) apel merah. Eh, kenyang tuh, sambil menonton Shrek. Pokoknya kalo di pesawat, jangan membaca buku / menonton film yg berat2.. karena pasti gak konsen dan gak bisa dinikmati.

Mendarat di Heathrow, London, ih dingin.. hihihi.. padahal di pesawat aja gak dingin, aku gak pake jaket. Aku mencoba mencari transfer flight, dapat gate nya, baru cari internet connection. So far sih belum nemu yang gratis. Tapi bayar juga masih no prob. Aku beli 10£ (23$) untuk 100 menit, tapi aku masukkan koin nya (1£) satu persatu. Dari tadi aku kebelet pipis saja sampai ku acuhkan.

Makasih sama perhatian temen2 yang sampe nanya2 tentang aku. Hendro untuk lokasi Heathrow nya, Mamih dan Bunda untuk perhatiannya, Tanteh JMS untuk sop buntut *still craving for it*, Tub yg sms Nugi unt nanya ttg position ku, Blub yg malah cuek, Didats yang email aku, dan Dental yang kangen berat.

Doain aku bump into Prince William yah :p.. Minimal ktemu Robbie Williams udah seneng koq 😀

Sebulan Nih

Setelah bolak balik telpon travel#1 dan travel#2, akhirnya dapet connecting flight yang bagus Jakarta-Belgrade.

Tanggal

Kota

Airlines

Jam Setempat

9 Mei

Jkt-Spore

SQ

17:05-19:40

9 Mei – 10 Mei

Spore-London

Qantas

22:55-05:30

10 Mei

London-Belgrade

British Airways

09:20-13:00

8 Juni

Belgrade-London

British Airways

14:10-16:10

8 Juni – 9 Juni

London-Hong Kong

British Airways

18:25-13:15

9 Juni

Hong Kong-Jkt

Cathay Pacific

16:00-19:45

Yugo Map