Amnesia Akut

Bodoh.. bener bener bodoh..

Kemarin seperti minggu-minggu yang lalu, tugas kantor menyuruh kami bertiga dari Pondok Indah menuju ke Cisarua untuk stock opname. Yeah, I hate doing stock opname walopun kerjanya cuman centang-centangin kartu stock *hoamm .. very sleepy*. Apalagi harus bangun pagi-pagi dan nyetir sendiri bolak-balik ke Cisarua.

Sore sudah menunjukkan jam 4, aku masih di kantor di Cisarua, sedangkan si Ririn dan Junjun masih melakukan stock opname di counter dan di gudang *oh yess.. gw bisa kabur dari stock opname*, bergegas menyuruh Junjun dan Ririn untuk buruan menyelesaikan stock opname karena aku ngga mau nyetir pulang terlalu malam.

Akhirnya kita cabut tepat jam 6 sore. Duh, mana perut udah kroncongan abis karena siang tadi ngga makan sama sekali supaya ngejar stock opname-nya selesai hari ini. Kita memutuskan untuk makan di jalan menuju tol Bogor.. hmm.. gurame goreng kyknya enak nih. Merapatlah kita di Sinar Alam II. Aku ingat, di Sinar Alam II ini sambal trasi-nya enak sekali.

Tidak lupa ketika kita masuk, untuk memastikan bahwa pembayaran pakai Visa bisa diterima, karena kita bertiga lagi ngga bawa uang banyak (lebih dari seratus ribu). Makan.. 1 ikan gurame, 1 porsi sop buntut, kangkung hotplet, jus alpukat dan sirsak.. sepertinya habis seratus ribu lebih nih. Lagi enak-enaknya makan, tiba-tiba lampunya mati.

Lilin di meja kita masih memberi penerangan, tapi bagaimana nih masalah pembayaran??? Buru-buru kita menghabiskan makanan, dan menuju meja kasir. Sudah kuduga, habis 135ribu! Duh, Junjun cuman membawa 50ribu, Ririn juga. Sedangkan 200rb-ku tadi sudah habis 175rb untuk bensin dan tinggal 25ribu.

Cari-cari, Junjun punya uang seribuan 7 lembar. Ah.. kurang.. kan kita juga butuh uang tol sebesar 10ribu. Sedangkan aku sudah capek dan ngantuk, aku curi-curi tidur saja sambil menunggu listrik menyala. Hampir setengah jam berlalu, listrik ngga nyala juga dan Ririn sudah pengen pulang. Aku sih masih ada 20ribu, tapi itu uang memori, kalau bisa sih ngga mau mempergunakan. Aku juga heran, biasanya nyimpan 50ribu-an untuk jaga-jaga misalnya ditilang, koq ya pas kebetulan lagi ngga ada di dompet.

Dengan berat hati aku menyerahkan 1 lembar 10ribu uang memori ku.. *sigh..*. Eh, tiba-tiba lampu menyala. Haa.. *pfiuuhhh* selamatlah uang memoriku. Junjun langsung menyodorkan kartu kreditnya.

Lho, CONNECTION ERROR tertulis di mesin BCA-nya. Berkali-kali di swipe, gagal terus. Hmm.. coba lagi deh, daripada uang memoriku dikorbankan hanya untuk makan gurame?! No way. Bahkan dicoba berkali-kali oleh Debit BCA-nya aku dan Ririn pun ngga bisa. Rasanya berat hati kalau harus menyerahkan uang memoriku. Rasanya kuingat ada banyak recehan di mobil.

Hitung-hitung recehan yang dikumpulkan dari mobilku, ditambah dengan recehan Junicy, kyknya masih kurang beberapa ribu. Eh! TIBA TIBA aku ingat, aku punya dompet recehan di tas, dan aku menyimpan selembar 10ribu-an dan beberapa lembar seribu-an. Yes.. akhirnya uang memoriku selamat, dan ada uang untuk bayar tol pulang. Hihihi..

Saat kita menyerahkan uang recehan tersebut (sekalian buat ngasih recehan yang kadang memberatkan tas saja) jadi ngga enak sama mbak kasirnya. Tapi dia lebih ngga enak lagi karena mestinya kita bisa bayar pakai kartu tapi koq pas kebetulan line telfon nya lagi ngambek. Yasudahlah.. yang penting kita bisa bayar. Habis mau begimana lagi? ATM BCA terdekat saja jauh dan menanjak, apalagi kita udah kekenyangan.

Selama di perjalanan kita ketawa melulu atas kesialan ini, dan kita bertiga jadi makin akrab saja.

Besok sorenya ketika aku mengambil map kerja dari dalam mobil, aku melihat uang 15ribu di dalamnya. OMG!

Lengkap sudah cerita tentang amnesiaku yang memang makin parah.

Drama Cinta Pelik

Kehidupan cinta penuh intrik! Persis seperti drama di sinetron ataupun di film Hollywood. Ada baku hantam, ada kebohongan, ada harga diri dibawa-bawa. Ah.. semuanya ngga cuman di film saja. Seperti kejadian barusan..

Apalagi kalau bukan namanya cinta segitiga? Ketika Mantan sudah menjadi mantan setelah berpacaran selama 10 tahun, tapi harga dirinya jatuh ketika si Cewek (mantan-nya si Mantan) memilih seorang Dokter dengan embel-embel BMW, Istri Dokter dengan dua anak untuk menjadi pacar barunya.

Tenang saja, si Dokter berjanji menceraikan Istri-nya dengan segudang cerita ketidak-cocokkan karena sang Istri Dokter sudah selingkuh dengan dokter lain. Dokter juga sudah memberi iming-iming akan menikah di hotel terkenal dan tinggal di rumah seharga 4 eM di daerah Menteng. Oh yeah, kadang-kadang mulut buaya penuh permen manis. Eh siapa yang buaya? Hehehe..

Ketika sang Mantan akhirnya mengetahui kekasih baru si Cewek seorang dokter yang beristri (dan kaya), duh!, rasanya harga dirinya terbanting terbalik. Dengan dada membusung, Mantan mendatangi Sahabat si cewek untuk mengorek berita tsb. Tidak hanya itu, sang Mantan juga mengirim sms ke HP si Sahabat dengan SIM Card nomer lama-nya si Cewek yang sudah tidak dipakai, yang masih disimpan oleh si Mantan (Ha!). Isi sms-sms-an tersebut seakan keluar dari omongan si Cewek, sehingga si Sahabat, yang masih menyimpan nomer HP Cewek, dengan tenang membahas si Dokter. Uh-oh..

Cerita makin panas ketika Mantan mendatangi kantor si Cewek untuk meminta memutuskan Dokter dan kembali pacaran saja dengannya. Si Cewek dengan esmoseh djiwa memukul si Mantan, melemparnya dengan asbak dan remote TV. Kereeenn.. itu baru namanya drama sungguhan *bakar-bakar emosi*.

Cerita selanjutnya, apakah si Cewek masih melanjutkan hubungannya dengan Dokter yang belum jelas kapan akan bercerai, ataukah kembali ke pelukan Mantan yang hanya bekerja di salah satu perusahan penerbangan sebagai opeasional bagian cargo? Entahlah.. tinggal menunggu waktu saja.

NB: Maaf, nama sang dokter cukup riskan untuk di-publish, begitu juga dengan karakter lainnya.

Boldog Sz├╝let├ęsnapot, Anyu!

Setahun sudah sejak Mom ulang tahun, mengingatkan aku tentang setahun sudah sejak Mom jarang ada di Jakarta. Sejak kakek meninggal tahun lalu, Mom cukup shock sehingga menghabiskan setengah bulan di Singapore (transit di Singaporenya malah kelamaan). Mom memang cinta Singapore karena rapih dan teratur. Bagi Mom, di Singapore dia bebas mau kemana saja by mass transport tanpa pelecehan. Tau sendiri kan mass transport di Jakarta seperti apa, capek sudah dengan polusi dan macet. Memang, Mom sudah jatuh cinta dengan Singapore. Lagipula, Singapore itu termasuk dekat dengan kedua anaknya yang masih tertinggal di Jakarta.

Sudah setahun (tidak terasa) Mom sangat jarang berada di rumah. Rumah ini makin sepi dan lenggang karena barang-barang sudah di pak. Apartemen Mom di Singapore pun sudah jadi. Hanya tinggal menunggu waktu saja, Mom benar-benar tidak kembali ke Jakarta lagi, tapi malah menyuruh kami berdua ke Singapore untuk menengok dia. Yeah, bagi kami berdua sih enak enak saja liburan ke Singapore :p

Mom.. aku memang sudah 25 tahun, sudah saatnya Mom tidak mengurus aku lagi. Sudah bercapek-capek membesarkan aku yang sangat bandel ini, sekarang bersenang-senanglah menghabiskan waktu di Singapore. Hehehe.. Tapi, ulang tahun sekarang Mom mau hadiah apa?

Mengakali Ipod Nano

Hari gini MP3 Player sudah bukan barang asing. Bahkan adik-adikku (cowok semua, ada 3) masing-masing sudah punya satu-satu. Yeah, mungkin bukan MP3 Player yang mahal, yang murah buatan China saja sudah bagus. Yang penting bisa diisi MP3, nyalakan dan nikmati lagunya.

Paling enak memang MP3 Player yang tidak membutuhkan software khusus untuk mengisi MP3 files-nya. Ada produsen yang sengaja membuat MP3 Player yang bisa menjadi USB Memory Flash, jadi untuk Windows XP, tinggal plug n play. Enaknya, dimanapun kita menemukan PC Win XP yang ada MP3 files, tinggal colok dan copy lagu yang diinginkan ke dalam MP3 Player mu.

Ketika aku harus mengganti MP3 Player Creative Nomad Muvo NX 256MB karena sudah ‘agak’ rusak, aku menjadi sangat choosy. Yeah, aku tidak suka software bawaan, aku tidak suka bentuk yg terlalu besar, bulky, norak, dsb. Muter sana sini, lihat sana sini, sampai pilihanku terjatuh pada Creative Neeon 5GB atau Ipod Nano 4GB.

Pertimbanganku, aku tidak mau MP3 Player yang berat, besar, dan rasanya ‘gampang jatuh’ karena kurang enak dipegangnya. Ukuran kapasitasnya sih memang tergiur dengan 5GB ke atas, tapi tidak mungkin bisa dapat kapasitas sebesar itu dengan body kecil. Pertimbangan kedua, adalah harga vs kemampuan yg di tawarkan.

Brand Creative memang terkenal dengan sound system untuk PC (speaker, MP3 Player, dan entah apa lagi). Tapi Ipod Nano keren banget modelnya, terkenal dimana-mana, dan.. RINGAN. Yeah, aku sempet ke toko Bhinneka.com di Mangga Dua, untuk membandingkan kedua MP3 Player itu. Memang, kalo belum megang, rasanya masih meraba-raba.. kurang pasti!

Dilihat dari berat, model, kemudahan dalam pengoperasian, software bawaan (ternyata Creative Neeon pakai software juga), tampilan LCD, kelebihan lainnya, aku memilih Ipod Nano. Yeah, Ipod Nano bisa menyimpan foto ternyata. Hahaha..

Ketika aku sedang di Bali kapan itu, Ipod Nano ku sempat bermasalah ketika game Music Quiz-nya selalu error. Kata Service Center Ipod (makasih bantuannya, Hendro), mereka bisa me-reset-nya, tapi akan kehilangan semua lagu. Lho, aku baru tau kalau MP3 files yang sudah masuk ke Ipod tidak bisa dikeluarkan lagi. Ow shit. Aku baru tau ketika sudah beli..

Waktu berlalu, ketika sambil iseng aku buka directory isi dari Ipod (jangan lupa mengaktifkan Tools > Folder Options > View > Show Hidden Files n Folders) ketemu 1 folder ini: F:iPod_ControlMusicF00 Wuah.. isinya MP3 Files ku yang dibagi 6 folder (F00 – F05). Filename nya memang sudah diganti dengan 4 huruf random, tapi masih muncul Song Name, Artist, Album, dll. *oh yeah*

Makasih buat Markum yang sudah mengirimkan software Media Center + cracknya. Sangat berguna! Ketika Ipod kubawa ke kantor (kebetulan PC kantorku baru, belum diisi MP3 files) tinggal copy all MP3 files ke folder My Music, dan ubah filename dengan software itu.

Hihihi..

Penjaga Pintu Jalan Tol

Inget ngga iklan Xon-Ce yang dibintangi sama Elma Theana sebagai penjaga pintu jalan tol dengan kalimat andalan “Xon-Cenya mana..”? Percaya atau tidak, sampai sekarang penjaga pintu jalan tol masih sesekali ditanya seperti itu oleh pengendara kendaraan roda empat. So lame, ha?

Tapi masih lebih kriuks mantanku, yang suka nanya “mbak, Semarang masih jauh gak sih?” dengan tampang serius kebingungan..

Aku pernah berpikir, berapa sih gaji si penjaga jalan tol.. yang tiap hari hanya memberikan kartu tol, menghisap asap knalpot, harus stand-by untuk setiap mobil yang lewat, dsb. Pernah aku mencoba menemukan solusi untuk tidak menggunakan tenaga manusia (kasihan, untuk mengatasi kebosanan dan asap knalpot yang bakal dirasakan mereka) dengan mesin yang akan mengeluarkan tiket ketika tombol ditekan (misalnya), dan segala kemungkinan kecurangan yang bisa lolos bila menggunakan jasa mesin, daripada jasa manusia. Ah tapi kembali lagi pada kenyataan bahwa masih banyak orang yang membutuhkan pekerjaan walopun pekerjaan itu membosankan dan sucks. Everybody needs money.

At least, demi menyenangkan mereka (supaya tidak bosan) aku selalu melihat ke arah mereka bila saat mengambil kartu tol ataupun saat membayarnya. Tidak lupa selalu mengucapkan “terima kasih” walopun hanya saat mengambil kartunya. ..yeah, dan paling BT pas dibalas “oke, cintah”.

Aarrgghhhh…