Penjaga Pintu Jalan Tol

Inget ngga iklan Xon-Ce yang dibintangi sama Elma Theana sebagai penjaga pintu jalan tol dengan kalimat andalan “Xon-Cenya mana..”? Percaya atau tidak, sampai sekarang penjaga pintu jalan tol masih sesekali ditanya seperti itu oleh pengendara kendaraan roda empat. So lame, ha?

Tapi masih lebih kriuks mantanku, yang suka nanya “mbak, Semarang masih jauh gak sih?” dengan tampang serius kebingungan..

Aku pernah berpikir, berapa sih gaji si penjaga jalan tol.. yang tiap hari hanya memberikan kartu tol, menghisap asap knalpot, harus stand-by untuk setiap mobil yang lewat, dsb. Pernah aku mencoba menemukan solusi untuk tidak menggunakan tenaga manusia (kasihan, untuk mengatasi kebosanan dan asap knalpot yang bakal dirasakan mereka) dengan mesin yang akan mengeluarkan tiket ketika tombol ditekan (misalnya), dan segala kemungkinan kecurangan yang bisa lolos bila menggunakan jasa mesin, daripada jasa manusia. Ah tapi kembali lagi pada kenyataan bahwa masih banyak orang yang membutuhkan pekerjaan walopun pekerjaan itu membosankan dan sucks. Everybody needs money.

At least, demi menyenangkan mereka (supaya tidak bosan) aku selalu melihat ke arah mereka bila saat mengambil kartu tol ataupun saat membayarnya. Tidak lupa selalu mengucapkan “terima kasih” walopun hanya saat mengambil kartunya. ..yeah, dan paling BT pas dibalas “oke, cintah”.

Aarrgghhhh…

You Might Also Like

24 thoughts on “Penjaga Pintu Jalan Tol
  1. gua liat di pintu tol di belakang kaca ada ditempel semacam sensor, kayakanya ini buat nempelin kartu supaya gak usah bayar lagi. herannya gak ada sosialisasi nya sama sekali.
    kalau di jl tol malaysia sempet liat ada 1 booth tol khusus yg gak ada penjaganya tapi pake sensor ini

  2. suatu hari di sebuah bus, percakapan temen gw dengan karyawan penjaga tol:

    temen: kenapa sih pak, penjaga tol gak digantikan dengan mesin otomatis aja?
    penjaga: pakai mesin memang lebih cepat, tapi ada yang tidak bisa digantikan dengan mesin.
    temen: apa itu pak?
    penjaga: saya selalu berdoa, semoga pembawa kendaraan selamat sampai ditempat tujuan.
    temen: *speechless*

    Hehehe, mesin emang bagus, tapi bener kalo ada hal lain yang tak tergantikan dengan mesin.

  3. gw pernah ngobrol sama ibu2 yang anaknya kerja jadi penjaga tol.
    mayan katanya seeh gajinya sus…tapi mereka sering nombokin juga, apalagi klo ada yang jahat, ngasih uang palsu…

  4. mo gimana, somebody has to do that bukan?
    lagian itu kan membuka lapangan pekerjaan gitu loh. Kalo diganti mesin pasti para penjaga tol itu entar pada demo … nah lo!

  5. salah tanda baca! tanda petik ada di awal dan akhir petikan. Mestinya, “Xon-Cenya mana?” Atau kalo mo pake titik2 jadi, “Xon-Cenya mana..?”

    “Oke, cintah.”

    xixixixii

  6. kalo aku lagi mood, dan petugasnya pria, toh nggak pake antispam, ya nyapa namanya: “makasih, dul!”. pernah jua, “selamat malam, min!”

    kalo petugasnya cewek aku nggak nyapa nama, takut aku dikira oom genit. lebih baik disangka gay gitulah 😀

  7. Aku juga pernah kepikiran gitu ya..buat ganti tugas penjaga tol..bukanapa2..tapi kesian..kena Polusi dan kerja cuman buat kasih kartu dan uang kembalian…Txa God…kerjaan ku lebih baik (sedikit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *