Mengakali Ipod Nano

Hari gini MP3 Player sudah bukan barang asing. Bahkan adik-adikku (cowok semua, ada 3) masing-masing sudah punya satu-satu. Yeah, mungkin bukan MP3 Player yang mahal, yang murah buatan China saja sudah bagus. Yang penting bisa diisi MP3, nyalakan dan nikmati lagunya.

Paling enak memang MP3 Player yang tidak membutuhkan software khusus untuk mengisi MP3 files-nya. Ada produsen yang sengaja membuat MP3 Player yang bisa menjadi USB Memory Flash, jadi untuk Windows XP, tinggal plug n play. Enaknya, dimanapun kita menemukan PC Win XP yang ada MP3 files, tinggal colok dan copy lagu yang diinginkan ke dalam MP3 Player mu.

Ketika aku harus mengganti MP3 Player Creative Nomad Muvo NX 256MB karena sudah ‘agak’ rusak, aku menjadi sangat choosy. Yeah, aku tidak suka software bawaan, aku tidak suka bentuk yg terlalu besar, bulky, norak, dsb. Muter sana sini, lihat sana sini, sampai pilihanku terjatuh pada Creative Neeon 5GB atau Ipod Nano 4GB.

Pertimbanganku, aku tidak mau MP3 Player yang berat, besar, dan rasanya ‘gampang jatuh’ karena kurang enak dipegangnya. Ukuran kapasitasnya sih memang tergiur dengan 5GB ke atas, tapi tidak mungkin bisa dapat kapasitas sebesar itu dengan body kecil. Pertimbangan kedua, adalah harga vs kemampuan yg di tawarkan.

Brand Creative memang terkenal dengan sound system untuk PC (speaker, MP3 Player, dan entah apa lagi). Tapi Ipod Nano keren banget modelnya, terkenal dimana-mana, dan.. RINGAN. Yeah, aku sempet ke toko Bhinneka.com di Mangga Dua, untuk membandingkan kedua MP3 Player itu. Memang, kalo belum megang, rasanya masih meraba-raba.. kurang pasti!

Dilihat dari berat, model, kemudahan dalam pengoperasian, software bawaan (ternyata Creative Neeon pakai software juga), tampilan LCD, kelebihan lainnya, aku memilih Ipod Nano. Yeah, Ipod Nano bisa menyimpan foto ternyata. Hahaha..

Ketika aku sedang di Bali kapan itu, Ipod Nano ku sempat bermasalah ketika game Music Quiz-nya selalu error. Kata Service Center Ipod (makasih bantuannya, Hendro), mereka bisa me-reset-nya, tapi akan kehilangan semua lagu. Lho, aku baru tau kalau MP3 files yang sudah masuk ke Ipod tidak bisa dikeluarkan lagi. Ow shit. Aku baru tau ketika sudah beli..

Waktu berlalu, ketika sambil iseng aku buka directory isi dari Ipod (jangan lupa mengaktifkan Tools > Folder Options > View > Show Hidden Files n Folders) ketemu 1 folder ini: F:iPod_ControlMusicF00 Wuah.. isinya MP3 Files ku yang dibagi 6 folder (F00 – F05). Filename nya memang sudah diganti dengan 4 huruf random, tapi masih muncul Song Name, Artist, Album, dll. *oh yeah*

Makasih buat Markum yang sudah mengirimkan software Media Center + cracknya. Sangat berguna! Ketika Ipod kubawa ke kantor (kebetulan PC kantorku baru, belum diisi MP3 files) tinggal copy all MP3 files ke folder My Music, dan ubah filename dengan software itu.

Hihihi..

You Might Also Like

9 thoughts on “Mengakali Ipod Nano
  1. ipod adalah keajaiban industri dan pemasaran. sebagai digital music player dia yang bukan pertama, tapi langsung melejit, menenggelamkan merek lain, bahkan di mata sebagian konsumen itu merek lain adalah pengekor. 😀

  2. dasar indonesah! bajakan molo!

    klo gue pake Yamipod ato PodUtil. dua-duanya gratees.

    PodUtil malah bisa diinstall di dalem iPod. jadinya ngga usah install ulang tiap kali u mau kopi lagu ke komputer laen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *