Steam Your Body, Just Like In Hell

Setelah selama siang-sore muter-muter cari tempat kerajinan perak dll (eh aku sempet beli cincin perak manis imut yg ukurannya sudah pas dengan jariku, ukuran 13.. supaya aku bisa betah pake cincin. soalnya selama ini paling ngga betah pakai asesoris dari cincin, gelang, kalung.) aku memutuskan untuk memanjakan tubuh di salah satu tempat spa. Yo-eh, spa gituloh.. siapa yg ngga kepengen?

Noted, sejak aku pindah rumah, aku kehilangan pijatan mbok tradisional yg tinggal deket rumah lama. Rasanya badan nih makin kaku dan berkarat. Apalagi beban mental tahun ini paling berat *efek shio ayam di tahun anjing tanah*, sudah sewajarnya, seharusnya, sewaktunya, aku mengunjungi rumah spa ini *halah*.

Aku memilih paket 2 jam, dengan rincian: 10 menit foot scrub, 70 menit massage, 10 menit face scrub, 10 menit body scrub, 15 menit steam dan flower bath. Wuah, melihat 70 menit massage.. rasanya kyk surga :p .. langsung aku bersiap ganti bajuku dengan celana pendek saja *saru rek..*. Noted lagi, karena ini pertama kalinya ikutan paket spa, jadi jangan heran kalo agak-agak norak.

Pertama, foot scrub. Agak geli-geli karena telapak kakinya juga kena sentuh sama tangan si mbak-mbak.. tapi aku atasi dengan sambil membaca komik dan mengenyahkan pikiran geli tersebut. Kedua, body massage. Tiduran terlungkup di atas dipan yang bagian muka ada lubang, dan tepat dibawah lubang terdapat wadah tempat air yang diisi jeruk nipis dan peppermint oil. Hmm.. harum. Dimulailah massaging menggunakan minyak, dari punggung, leher, kaki kiri, kaki kanan, lalu balik badan, perut, tangan kiri, tangan kanan, bahu dan kepala, lalu kaki kiri dan kaki kanan lagi. Sempet sakit pas di telapak kaki kiri dan di betis kaki kanan, tapi aku tahan.

Next, body scrub aku menggunakan bubuk boreh. Ibarat bubuk lulur, bubuk boreh ini lumayan spicy, jadi bikin panas dan baunya ya spicy-spicy gitu. Pengolesannya bikin geli juga karena yang ngolesin tangan orang lain, dan scrub-nya menggelitik kulit mulusku *aww..*. Efek panas dari bubuk ini konon katanya bisa untuk yang pegal-pegal. Bubuk boreh dilumurin ke sekujur tubuh, lalu didiamkan sampai setengah kering. In the mean time, wajahku di scrub juga.

Setelah agak kering, waktunya steam. Jujur, aku tuh paling ngga suka steam sebenernya, tapi okelah kali ini aku coba. Kamar steam punya lubang di pintu, untuk menaruh wajah supaya bisa menghirup udara luar. Yeah, jangan harap aku menghirup udara di dalam kamar steam yang ketika aku masuk saja sampai tidak bisa lihat apa-apa saking berkabutnya. Oke, aku coba deh di steam.. ngga sampai 5 menit, keringat menetes dari tubuhku. Jheezz! Rasanya seperti di neraka! Tetesan keringat selayak lagu canon saling bersahutan tiada henti. Netes-netes terus sekujur tubuh. Tapi karena wajah tidak ikut steam, jadi tidak terlalu terasa sesak nafas. So far aku berhasil tahan 10 menit saja.

Air di bath-tub sudah disiapkan, cukup segar (tidak terlalu hangat-panas) dan penuh dengan serpihan bunga. Rasanya enak, merendam tubuh sambil tiduran. Pengen rasanya sambil membaca komik, tapi takut basah. Lha wong mau berdiri dari bath-tub saja sempet terpleset sampe kepalaku kecemplung masuk air lagi :p

Habis itu bilas badan sambil mandi deh. Hehehe.. Pas pulang, rasanya pegal-pegal hilang 🙂

Btw.. kyknya kalo buka tempat steam, kasi nama “HELL” atau “NERAKA” saja.. Steam Your Body, Just Like In Hell.

You Might Also Like

14 thoughts on “Steam Your Body, Just Like In Hell

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *