Senyum Palsu

Beberapa hari terakhir ini aku kacau! Sangat kacau! Bawaannya mewek (=nangis) melulu. Sudah capek Tante Anne mendengarkan celotehku, sekarang giliran Ririn. Lho, aku sadar aku itu egois, suka memerintah, .. entahlah.. bagiku complicated. Sepertinya sifat burukku sudah mulai mengkhawatirkan hidupku. Dengan bertambahnya orang yang kesal padaku. Bener, aku sujud minta maaf.

Hari-hari menjadi mellow. Ngga konsen kerja. Ngelamun sedikit bawaannya mellow.. sedih. Aduh, cengeng banget. Stupid me! Ngga berhanti mengusik-usik. Ngga bisa berhenti mikir ituuu aja.

Iya, aku bener minta maaf atas segala yang pernah aku perbuat yang kamu ngga suka. I know it’s bad. Kadang kala aku ngga ngerti diriku kenapa bisa begitu liar, aneh, seperti kuda lepas dari kandang saja. Mengapa aku ngga bisa menjadi sederhana?

Ketika kita diharapkan menjadi orang yang cerdas, kritis, menjadi berlebihan, merajalela, akhirnya jatuh juga. Sesuatu yang terlalu banyak memang tidak pernah bagus. Kepenuhan.

Aku capek. Bener-bener capek. Bukan cuman tentang masalah ini, tapi juga tanggung jawabku di rumah dan di kantor. Apa memang perempuan harus melewati hal seperti ini? Stress saja rasanya. Ya itu tadi, terlalu banyak dipikirkan, sampai pusing sendiri, takut sendiri, bingung sendiri, akhirnya panik.

Entah sejak kapan aku ingin berubah, tapi selalu gagal. Ego yang tinggi dan tidak berperasaan sepertinya selalu membelengguku. Yang aku dapat adalah sakit hati. Dominan, egois, tukang perintah, sudah jadi makanan tahunanku. Ngga dari orangtua, sahabat, bahkan orang yg sayang padaku sudah menasehatiku. Err.. semuanya tidak ada yang kudengarkan. Aku hanya mendengar diri sendiri. Ihh.. how bad I am. Egois sekali. Kenapa ya aku bisa jadi seperti ini? Mengerikan.

Ini aku bilang sama semuanya. Iya, aku egois.. egois sekali. Jangan mengasihaniku, karena itu tidak benar. Tidak perlu menyalahkanku, aku sudah tau.

Sekarang, aku kesepian. Kesepian banget. Walopun tadi siang aku beli kukang, walopun Blub sudah menemaniku di rumah, walopun my mom lagi dateng (err.. biasanya kalo mom lagi dateng, satu rumah pasti pada ribet dan sibuk), walopun sudah dari 5 jam yang lalu aku mengurus kukang baru dan main video game (roms) pun tidak bisa meredakan gundah di pikiranku.

Hari-hari ini, kalau kamu lihat aku senyum, percayalah, itu senyum palsu. Hatiku sedih.

You Might Also Like

15 thoughts on “Senyum Palsu
  1. coba kasih waktu ke dirimu sendiri. ikutin hati kecilmu aja.
    lebih baik menyingkir dari aktivitas rutin dulu, sampe kmu tenang. semua pasti kembali ke track-nya kok. percaya aja klo ga bakal selamanya kaya gini.

    kuncinya, ikutin hati kecil aja…
    *duh! sok dewasa deh*

    hihihi

  2. Disabarken hatinya yah.. moga2 dnegan banyaknya sahabatyang mampir kesini mberi dukungan bisa lebih baik…

    If all else failed,, try to look up and seek refuge “upstairs”..

  3. apakah ‘melakukan apa yang kamu INGIN lakukan’ instead of ‘apa yang kamu HARUS lakukan’ bisa membantu..?

    well, at least u have RECOGNIZED ur problem. the next biggest step is to make 1 (ONE) big step to START deal with it..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *