Jimat?!?!

Tahun baru Imlek aku lalui dengan beberes kamar sambil mengeluarkan sampah-sampah dan bersih-bersih pojokan dari debu. Ketika mengeluarkan kasur, aku melihat sesuatu ditempel pakai lakban di bawah alas kasur (di langit-langit kolong kasur). Pertama ku pikir isinya kunci L untuk kasur.. ternyata setelah dibuka, sebuah benda berat, berbentuk persegi panjang, warna emas (seperti kertas timah rokok), dengan tulisan arab gundul, dibaliknya ada gambar pedang bermata 2 yg katanya pedang Ali. Lemes aku langsung melihat begituan. Kyk di film misteri aja.

Di sebelahnya aku juga nemu tube tembus pandang, isinya 3 piece:

  1. Gulungan lembar kertas panjang warna pink, tulisan merah, tapi ngga bisa dibuka karena di lem.
  2. Gulungan lembar kertas hijau (yg tadinya dibungkus kertas emas), tulisan merah, ada tulisan abjad “Kuning”, ada gambar pedang, dll yang aku ngga ngerti.
  3. Gulungan dari lempengan timah (yg bisa digulung) sebesar 2cm x 2cm, ber-cap-kan tulisan arab gak jelas warna merah.

Tube nya dilapisi plastik bertuliskan arab gundul yg bisa dibaca hanya “Al ‘Azimatul Barokah”.

Alhamdulillah (hehehe) aku ngga merasa sakit, aneh atau apapun yg berhubungan dengan mistis. Mudah-mudahan sih memang ngga mempan. Aku sih sejak dulu ngga percaya dan GAK MAU percaya tentang hal mistis begini. Tapi apa maksudnya sich.. ada orang yg naruh itu (entah untuk maksud baik / buruk).

Malam ini sich Ririn mau bawa jimatnya untuk ditunjukkan ke pak ustad yg bisa baca arab gundul. Aku sih hanya mau tau SIAPA dan KENAPA. Jangan sampai aku malah mencurigai semua orang di sekitarku.

Berikut skrinsyut:

Gambar bisa diperbesar. Tapi mesti klik open sendiri. *males ngasi url*

Valentine Has Come?

Ya ampun.. semaleman ngga tidur gara-gara ngga gitu ngantuk, ngerjain tekateki sambil nonton Heroes Episot 15, dan menulis email panjang. Mellow has come to me, menulis email dengan penuh perasaan, sambil mengilas balik melalui arsip YM! setahun yang lalu.

Ya ampunn.. setahun yang lalu aku sangat liar, apalagi sejak ditinggal Didats ke Bali. Aku tau beberapa maju mendekatiku, tapi aku malah kabur ke Bali untuk bersama Dental. Ketakutan mungkin. Kerjaanku memang belum se-hectic ketika memasuki bulan Juni, masa-masa itu masih indah.

Hidupku masih panjang, masih banyak yang belum kulakukan. Masih banyak tugas-tugas yang belum kuselesaikan, dan masih ada things to do yang ingin kulakukan, yaitu menikah dan punya anak. Cukup 1, ya kalo kebobolan jadi total 2 ya cukup. Tapi ah.. kembar siam pasti lebih seru.

Kalau kata bosku, daripada bunga yang mudah layu atau coklat yg mbikin gemuk, mending dia dikasi tas (ladies handbag) yang lagi update sekarang. Hihihi.. Aku sih masih suka dengan mawar.. dibanding coklat maupun tas. Dulu mantanku di Senta pernah memberiku mawar yang dia petik dari kebunnya langsung. Bahkan kita berciuman dibawah jatuhnya kelopak mawar merah. Aku juga ingat Valentine tahun lalu aku diberi 2 tangkai mawar pink.. manis sekali. Aku masih ada fotonya. Pas aku ulang tahun, aku juga diberi 25 tangkai mawah merah tua.. very romantic. Sayang, mawar yang kubawa dari kawinan bosku tanggal 9 kemarin sudah keburu layu karena aku kurang rajin mengganti airnya.

Aku suka mawar dari warnanya yang merah tua tegas, wanginya yang khas, durinya yang seakan ‘berani menghadapi semua keadaan’, dan kelembutan kelopaknya yang menggemaskan. Di rumah di Senta, mawar tumbuh dengan mudah karena udara segar. Nenek sering memetik setiap ada bunga yang mulai merekah, untuk ditaruh di ruang keluarga supaya wangi. Jelas, untuk mendapatkan mawar di Jakarta pasti lebih ‘mahal’ daripada di Senta.

Lucunya.. baru kali ini aku melupakan hari Valentine, kalau tidak diingatkan pagi tadi.

You should have told me you didn’t like me any more but i
Couldn’t see that and you just rushed me although i will curse
You i’ll still miss you since i am a girl, to whom love is
Everything…

You should’ve just told me the truth, that I wasn’t the girl for you
Still, I didn’t have a clue, so my heart depended on you
Although I’ll say I hate you now, though I’ll shout and curse you out
I’ll always have love for you, because I am a girl

Kepo On Boss’ Wedding

Kemarin kita sekantor kepo banget. Pagi-pagi si Ririn udah nongol di depan kamarku, nyuruh-nyuruh aku untuk buru-buru mandi. Dengan malas-malasan sambil ngenet sebentaran, akhirnya mandi juga, walopun waktu sudah mepet. Gaun sudah di dry-clean, dimasukin ke mobil, bawa backpack isi peralatan make up, baju ganti, sepatu pesta. Eh.. mobil mogok. $hitt!!

Hampir sejam diakalin untuk mancing aki, gak berhasil juga. Akhirnya pesen taksi. Seperti biasa Jakarta on weekend suka ngga bisa diandalkan, sampai Hotel Mulia di Senayan pun jam 12 lewat, padahal pemberkatan jadwalnya jam 12 teng. Nitip tas dan gaun malam di concierge, kita berlari ke Mezanine Floor. Ada Hans yang recognize aku ketika sampai di depan ruangan pemberkatan. Rupanya acara juga agak terlambat. Hans yg photography-freak sudah pamer kamera Nikon D200 dengan lensa tambahan dan flash segala-arah. Beratnya sekitar 5 kilo ada kali ya.. dan aku didaulat dia untuk mencobanya. Dengan beberapa ilmu, aku langsung mencoba memotret ini itu. Bunyi “ckrik”-nya saja udah beda.. Hans memuji hasil potretanku karena hasilnya bagus *pegang kerah*.

Nikon D200

Selama pemberkatan, aku memegang kamera “wuah” tersebut. Hans bilang, aku jangan takut, sebagai fotografer dengan kamera mahal, aku harus berani untuk berada di mana saja termasuk di depan pengantin sekalipun untuk memotret. Rasa percaya diriku jadi timbul dan sepanjang pemberkatan aku sibuk memotret pengantin dari segala sudut, prosesi pemberkatan, para undangan, termasuk keluarga besar bos. Pak Willem sempat-sempatnya berkelakar “potret yg bagus ya, kalo ngga nanti gaji kamu saya potong”. Eh, bukan gurauannya yang membuatku takjub, tapi bagi Pak Willem yang terkenal ‘jaga-jarak’ dengan workers tiba-tiba bisa mendatangiku dan bercanda, wuih.

Ortu pengantin sudah berpuluh-puluh kali kufoto dengan close up dan ala candid. Begitu pula dengan Emma the Bride, Dennis the Groom, Bu Esther + suami, Emma anak Bu Esther (she think I’m her favorite auntie.. hihihi), sampai Hans dan adiknya, Nonik. Cuman 1 yang aku gagal, yaitu saat ciuman pengantin, flashku sudah low batt, jadi hasilnya tidak pakai flash.. gelap. Damn… Aku merasa gagal.

Me & Emma

Selesai pemberkatan, masih ada waktu 3 jam lagi sebelum resepsi. Tadinya kita bertiga bareng Ririn dan Junicy mau nyalon di Sugi untuk hairdo (hair style) ala pesta tidak sempet, di jalan Asia Afrika saja sendiri sudah stengah jam, kapan sampai di Barito??!! Langsung saja membelok di Plasentol dan kita nyalon di LuVa’Ze. Eh ternyata make up di salon itu lebih mahal daripada hairdo.. OMG..

Jam 5 kita buru-buru berangkat untuk kembali ke Hotel Mulia untuk ngantri dandan. Tukang dandan ini paling terkenal, dipanggil dari Bogor. Dandan sekitar 15min-30min, alisku dikerok, muka didempul (tidak terlalu tebal seperti ala tradisional sih), eye shadow 4 warna (kalo ngga salah), pasang bulu mata palsu (this is the 1st time.. aneh rasanya.. kyk ada yang menghalangi pandanganku, hihihi.. norak banget de gw), lipstik kepunyaanku. Not bad 🙂

Tugasku malam ini sebenernya di bagian penerima buku tamu. Aku kira bakalan seru, tapi ternyata amat sangat membosankan .. artis yang datang pun cuman Bob Tutupoli, tidak ada yang lain. Papan karangan bunga sudah ngga tau berapa jumlahnya, tapi sepertinya para undangan tidak begitu menyesaki Ballroom Mulia. Aku kabur ke dalam ballroom..

Bertemu dengan Bu Esther dan keluarga besarnya.. ngobrol bersama mereka. Walaupun posisiku dikenal sebagai worker, tapi aku juga merupakan teman Hans dan otomatis aku memanggil ortunya dengan sebutan om & tante instead of pak & bu. Aku cukup kenal dengan mereka-mereka. Bermain dengan Emma kecil juga seru. Sepertinya malam itu aku tidak kenal dengan rasa lelah.

Makanan bertebaran yang enak-enak, dari masakan Korea (bride-nya orang korea), sushi sashimi (ini food stall paling panjang antriannya), sop buntut, bebek peking, chinese food (udang goreng manyonaise YUMMY!), kue-kue kecil, wine, dll yang bahkan aku sampai bingung mau makan apa. Jheezz.. itu semua makanan mahal dan enak! Tapi saat itu aku tidak begitu lapar, entah karena perutku sudah ditekan dengan sempitnya korset atau memang lagi kepo untuk keliling-keliling dan menyapa tamu-tamu kenalanku.

Oxtail Soup, Anyone?

Fyi, aku gagal menangkap bouquet yang dilempar Emma the Bride 🙁 mungkin ini belum saatku untuk menikah .. hahaha… afterall, this is my first tempt to catch bride’s bouquet.

Perlahan-lahan para undangan mulai pulang, ruangan yang bernuansa romantic dengan warna putih-salem-pink, bunga mawar pink dan lampu agak remang, sudah mulai sepi. Musik sudah berhenti entah sejak kapan. Herannya, makanan masih banyak.. what a waste. Para karyawan TSI yg bertugas mulai menyusuri food stall untuk makan dan membawa pulang sisa makanan yang masih melimpah (kecuali sushi sashimi yang sudah ludes). Aku membawa pulang bebek peking dan kambing guling, sambil memakan es krim Vanilla dengan Choco Sprinkles yang malam itu rasanya enakk banget karena soothing my tiredness.

Ice Cream

Ririn sempet bilang ke Aa Uuk.. “Tuh Golda dari tadi ngga berhenti bergerak kesana-kemari kyk cacing kepanasan!”.. ada benarnya. Aku mengajak dia untuk jadi fotografer kami, Bu Esther, dll .. kapan lagi coba aku didandanin sambil memakai baju pesta begini kalo bukan moments untuk difoto? Hehehe. Aku berpose dengan Emma Kecil, dengan Hans, dengan teman sekantor, berpose dibelakang background panggung .. sampai aku berpose di kursi pengantin.. hahaha. Tidak ketinggalan mengambil mawar-mawar sebagai penghias panggung di pelaminan.

Pink Roses

Tidak terasa lho, sudah jam stengah 11. Kami belum pulang sambil menunggu jemputan Junicy, lalu harus mengantar Ririn sampai di rumah. Ibunya Ririn (Bu Yus, guru bahasa indonesia & paling galak di SMP-nya Didats) malah malam-malam memuji aku karena dandan.. “Aduh Nak Golda cantik sekaliii” .. hihihi.. ya gitu itu aku.. ngga pernah dandan jadinya orang melihatku pangling.

Pohon Runtuh

Hujan tanpa henti sejak malam kamis kemarin memang membuat Jakarta banjir. Setelah bertahan beberapa hari, akhirnya rumahku kena juga. Bukan banjirnya, tapi pohon besar di belakang rumah tumbang tercabut dari akar-akarnya gara-gara hujan lebat semalam. Sekarang pertanyaannya, dimana aku bisa cari tukang gergaji mesin? Denger-denger biayanya sekitar 1,5jt ?! *sigh*

Pohon Runtuh 1
Pohon Runtuh 2
Pohon Runtuh 3
Pohon Runtuh 4
Pohon Runtuh 5
Pohon Runtuh 6
Pohon Runtuh 7

Would You Erase Me?

Kalo kalian kenal yg namanya Jim Carey, pasti inget sama film Dumb & Dumber (aku punya kaset soundrack-nya! :D), Ace Ventura, The Mask, dan film-film kocak lainnya. Aku lumayan kesengsem sama wajah-nya yang kocak dan mudah berubah bentuk. Tapi agak kecewa ketika dia pacaran dengan lawan mainnya yang menurutku ‘tidak cukup bagus buatnya’, seperti Lauren Holly maupun Jenny McCarthy (do’h.. ngga banget deh, dasar BIATCH).

Dari sekian film kocaknya Jim Carey, ada satu yang aku pernah tonton, dan itu tidak sama sekali lucu. Judulnya pasti susah diingat, Eternal Sunshine of the Spotless Mind. Pertama kamu tonton, kamu ngga akan melihat Jim Carey becanda atau memaikan wajah kocak. Dia akan melakukan acting monoton, dari bangun tidur, kerja, kembali lagi tidur, sendirian. Sangat membosankan. Ceritanya pun tidak kronologis, tapi lumayan loncat-loncat. Jalannya cerita bisa kamu tangkap dari warna rambut Kate Winslet yang ganti-ganti.

Film ini bercerita tentang Joel Barish (Jim) dan Clementine Kruczynski (Kate) yang berpacaran .. kemudian mereka putus. Rupanya ‘putus’-nya hubungan mereka tidak tuntas karena mereka masih punya rasa dan keinginan untuk kembali berhubungan, walaupun mereka sering bertengkar. Untuk memudahkan melupakan mantannya, Clementine mengikuti program penghapusan sebagian memori. Dia mau menghapus memori tentang Joel. Ketika Joel mengetahui perbuatan Clementine, Joel marah dan ikutan menghapus memori tentang Clementine. Akibat dari ruang praktek dokter yang tidak juga ‘bersih’ dari masalah dan keinginan terpendam Joel akan Clementine, memori Joel kurang dibersihkan dengan tuntas, sehingga percik-percik memorinya tiba-tiba muncul dan membuat penasaran. Joel malah berusaha agar memorinya tidak jadi dihapus dan kembali seperti semula, sambil meyakinkan Clementine bahwa dulu mereka pernah bersama untuk bisa kembali bersama lagi.

Alur cerita cukup berat, jadi harus ditonton dengan serius (tidak bisa sesantai seperti menonton Shrek).

Apa ada ya dokter semacam itu? Aku pesan 1 memori yang ingin kuhapus.