Kepo On Boss’ Wedding

Kemarin kita sekantor kepo banget. Pagi-pagi si Ririn udah nongol di depan kamarku, nyuruh-nyuruh aku untuk buru-buru mandi. Dengan malas-malasan sambil ngenet sebentaran, akhirnya mandi juga, walopun waktu sudah mepet. Gaun sudah di dry-clean, dimasukin ke mobil, bawa backpack isi peralatan make up, baju ganti, sepatu pesta. Eh.. mobil mogok. $hitt!!

Hampir sejam diakalin untuk mancing aki, gak berhasil juga. Akhirnya pesen taksi. Seperti biasa Jakarta on weekend suka ngga bisa diandalkan, sampai Hotel Mulia di Senayan pun jam 12 lewat, padahal pemberkatan jadwalnya jam 12 teng. Nitip tas dan gaun malam di concierge, kita berlari ke Mezanine Floor. Ada Hans yang recognize aku ketika sampai di depan ruangan pemberkatan. Rupanya acara juga agak terlambat. Hans yg photography-freak sudah pamer kamera Nikon D200 dengan lensa tambahan dan flash segala-arah. Beratnya sekitar 5 kilo ada kali ya.. dan aku didaulat dia untuk mencobanya. Dengan beberapa ilmu, aku langsung mencoba memotret ini itu. Bunyi “ckrik”-nya saja udah beda.. Hans memuji hasil potretanku karena hasilnya bagus *pegang kerah*.

Nikon D200

Selama pemberkatan, aku memegang kamera “wuah” tersebut. Hans bilang, aku jangan takut, sebagai fotografer dengan kamera mahal, aku harus berani untuk berada di mana saja termasuk di depan pengantin sekalipun untuk memotret. Rasa percaya diriku jadi timbul dan sepanjang pemberkatan aku sibuk memotret pengantin dari segala sudut, prosesi pemberkatan, para undangan, termasuk keluarga besar bos. Pak Willem sempat-sempatnya berkelakar “potret yg bagus ya, kalo ngga nanti gaji kamu saya potong”. Eh, bukan gurauannya yang membuatku takjub, tapi bagi Pak Willem yang terkenal ‘jaga-jarak’ dengan workers tiba-tiba bisa mendatangiku dan bercanda, wuih.

Ortu pengantin sudah berpuluh-puluh kali kufoto dengan close up dan ala candid. Begitu pula dengan Emma the Bride, Dennis the Groom, Bu Esther + suami, Emma anak Bu Esther (she think I’m her favorite auntie.. hihihi), sampai Hans dan adiknya, Nonik. Cuman 1 yang aku gagal, yaitu saat ciuman pengantin, flashku sudah low batt, jadi hasilnya tidak pakai flash.. gelap. Damn… Aku merasa gagal.

Me & Emma

Selesai pemberkatan, masih ada waktu 3 jam lagi sebelum resepsi. Tadinya kita bertiga bareng Ririn dan Junicy mau nyalon di Sugi untuk hairdo (hair style) ala pesta tidak sempet, di jalan Asia Afrika saja sendiri sudah stengah jam, kapan sampai di Barito??!! Langsung saja membelok di Plasentol dan kita nyalon di LuVa’Ze. Eh ternyata make up di salon itu lebih mahal daripada hairdo.. OMG..

Jam 5 kita buru-buru berangkat untuk kembali ke Hotel Mulia untuk ngantri dandan. Tukang dandan ini paling terkenal, dipanggil dari Bogor. Dandan sekitar 15min-30min, alisku dikerok, muka didempul (tidak terlalu tebal seperti ala tradisional sih), eye shadow 4 warna (kalo ngga salah), pasang bulu mata palsu (this is the 1st time.. aneh rasanya.. kyk ada yang menghalangi pandanganku, hihihi.. norak banget de gw), lipstik kepunyaanku. Not bad πŸ™‚

Tugasku malam ini sebenernya di bagian penerima buku tamu. Aku kira bakalan seru, tapi ternyata amat sangat membosankan .. artis yang datang pun cuman Bob Tutupoli, tidak ada yang lain. Papan karangan bunga sudah ngga tau berapa jumlahnya, tapi sepertinya para undangan tidak begitu menyesaki Ballroom Mulia. Aku kabur ke dalam ballroom..

Bertemu dengan Bu Esther dan keluarga besarnya.. ngobrol bersama mereka. Walaupun posisiku dikenal sebagai worker, tapi aku juga merupakan teman Hans dan otomatis aku memanggil ortunya dengan sebutan om & tante instead of pak & bu. Aku cukup kenal dengan mereka-mereka. Bermain dengan Emma kecil juga seru. Sepertinya malam itu aku tidak kenal dengan rasa lelah.

Makanan bertebaran yang enak-enak, dari masakan Korea (bride-nya orang korea), sushi sashimi (ini food stall paling panjang antriannya), sop buntut, bebek peking, chinese food (udang goreng manyonaise YUMMY!), kue-kue kecil, wine, dll yang bahkan aku sampai bingung mau makan apa. Jheezz.. itu semua makanan mahal dan enak! Tapi saat itu aku tidak begitu lapar, entah karena perutku sudah ditekan dengan sempitnya korset atau memang lagi kepo untuk keliling-keliling dan menyapa tamu-tamu kenalanku.

Oxtail Soup, Anyone?

Fyi, aku gagal menangkap bouquet yang dilempar Emma the Bride πŸ™ mungkin ini belum saatku untuk menikah .. hahaha… afterall, this is my first tempt to catch bride’s bouquet.

Perlahan-lahan para undangan mulai pulang, ruangan yang bernuansa romantic dengan warna putih-salem-pink, bunga mawar pink dan lampu agak remang, sudah mulai sepi. Musik sudah berhenti entah sejak kapan. Herannya, makanan masih banyak.. what a waste. Para karyawan TSI yg bertugas mulai menyusuri food stall untuk makan dan membawa pulang sisa makanan yang masih melimpah (kecuali sushi sashimi yang sudah ludes). Aku membawa pulang bebek peking dan kambing guling, sambil memakan es krim Vanilla dengan Choco Sprinkles yang malam itu rasanya enakk banget karena soothing my tiredness.

Ice Cream

Ririn sempet bilang ke Aa Uuk.. “Tuh Golda dari tadi ngga berhenti bergerak kesana-kemari kyk cacing kepanasan!”.. ada benarnya. Aku mengajak dia untuk jadi fotografer kami, Bu Esther, dll .. kapan lagi coba aku didandanin sambil memakai baju pesta begini kalo bukan moments untuk difoto? Hehehe. Aku berpose dengan Emma Kecil, dengan Hans, dengan teman sekantor, berpose dibelakang background panggung .. sampai aku berpose di kursi pengantin.. hahaha. Tidak ketinggalan mengambil mawar-mawar sebagai penghias panggung di pelaminan.

Pink Roses

Tidak terasa lho, sudah jam stengah 11. Kami belum pulang sambil menunggu jemputan Junicy, lalu harus mengantar Ririn sampai di rumah. Ibunya Ririn (Bu Yus, guru bahasa indonesia & paling galak di SMP-nya Didats) malah malam-malam memuji aku karena dandan.. “Aduh Nak Golda cantik sekaliii” .. hihihi.. ya gitu itu aku.. ngga pernah dandan jadinya orang melihatku pangling.

You Might Also Like

18 thoughts on “Kepo On Boss’ Wedding
  1. #2: foto full body gak ada yang bagus posenya, jadi ngga ditampilkan.
    #3: iya.. kelupaan ngembat bumbu kambing gulingnya
    #4: kepo: menyibukkan diri sendiri ini itu padahal ngga disuruh
    #5: enak koq Dis.. si Ririn aja tadinya ngga berani jadi berani tuh πŸ˜€ mungkin kurang coba lagi πŸ™‚

  2. hai,met sore,kenalin yuuuuukkk?.gua pengen banget punya teman,tapi kenapa selalu gua di cemburuin ama teman-teman,apasih mksud mereka,thanks ya,,,,bye………bye.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *