Mimpi Aneh #3

Sudah dua malam ini sepulang kerja, aku mengayuhkan kakiku menggunakan sepeda pancal (sepeda kayuh) dari rumah menuju apartemen dibilangan Jl. Hang Lekir dekat Moestopo. Suasana apartemen ini mirip dengan apartemennya Macnoto di Apartemen Ciumbeluit (bukan tentang kamar apartemennya yang terkenal berantakan itu lho ya), dengan gelapnya malam dan penuh lampu kota.

Malam kedua ini, aku kembali menuju apartemen ini dengan membonceng Blub dibelakang tempat dudukku. Kita menuju meja customer service bagian pemasaran. Aku mencoba menjelaskan pada seorang mbak-mbak CS bahwa aku komplain dengan harga service charge sebesar 225 juta hanya karena aku ingin membeli sebuah unit apartemen second. Kata mbak tersebut, nominal ini adalah biaya pengosongan unit lama untuk penghuni baru. Service yang dimaksud adalah pengangkutan puing-puing dan pemolesan hingga cling. Entah kurang sabar menjelaskannya padaku, mbak ini seakan sambil bercanda dengan temannya dan malah mengacuhkan aku. Aku kesal sekali. Aku mencari CS cowok yang kurasa supervisor si mbak-mbak ini. Ketika aku berhasil duduk di meja supervisor CS, aku komplain mengenai mahalnya service charge tsb. Aku minta diskon 50jt sampai 100jt. Ketika itu, terlihat bos besar baru masuk melewati meja-meja CS kemudian masuk ke ruangan khusus. Dalam hati, .. ohh.. itu toh bos mataduitan yang menaruh service charge sebegitu mahal?!

Dengan dongkol aku kembali mengajak Blub untuk pulang ke rumah. Kembali aku mengayuhkan kakiku di sepeda menuju bilangan Pondok Indah, tepatnya di Jl. Alam Segar XI/11. Suasana perumahan dengan rumah sedang dan kecil yang nyaman. Malam itu baru saja gelap, tapi jalanan sudah sepi. Ketika aku melewati bekas rumahku dulu (dulu aku memang pernah tinggal di jalan tsb) aku melihat rumah itu sudah berubah bentuk dan aku melihat seorang anak tanggung sedang mengintip dari balik jendela ruang tamunya.

Sedikit lagi kukayuhkan kakiku menuju rumah, rupanya terlihat mobil mama sudah sampai. Oh berati Mom sudah sampai di rumah. Buru-buru kita berdua masuk ke dalam. Ternyata makan malam baru saja terhidang di meja makan. Mom sedang menjamu seorang tamu. Tamu itu adalah Jim Geovedi.

Dalam hatiku bertanya, ngapain si Jim main ke rumahku ya? Mereka terlihat sedang ngobrol asik. Mom sedang menyetel lagu light-jazz, menggantikan cd Muse ku. Tidak lama kita berdua sudah gabung di meja makan. Aku dan Blub mendengarkan mereka bercerita tentang topik mereka. Bukan topiknya yang tidak kumengerti, tapi aku masih kebingungan ngapain si Jim .. anak id-gmail koq main ke rumahku, ngobrol pula sama my Mom. Gaya banget dia.. hahahaha..

cincinLangsung mataku tertuju pada jari Jim. Aku ingat disalah satu tret, dia memposting foto 2 tangan hitam dan putih sedang memakai cincin tunangan. Eh ternyata aku melihatnya! Dia makainya bukan di jari kelingking seperti dalam screenshot, bukan juga di jari manis, tapi dipakai di jari telunjuk. Kulirik Blub, kuberi sign untuk melihat jari si Jim. Kita berdua tertawa kecil sambil berharap ingin membahasnya langsung, bisik-bisik, karena Jim dan mym Mom masih asik mengobrol.

Tak lama my Mom menyambar jari Jim untuk melihat cincin tersebut. Mom baru notice rupanya.
Mom: Wuah.. berlian nih ya? Warna cahayanya koq kuning?
Me: *Emang seharusnya apa ya? Berlian bercahayakan warna biru gitu?*
Jim: Eh.. iya tante. *Sambil cengengesan*
*Beberapa obrolan mengenai cincin dan pasangan Jim terucap*
Me: Mah, kyknya jarang yah cowok pake cincin di jari telunjuk?
Mom: Tidak juga setahu mama, mama saja suka pakai di jari telunjuk juga sih.
Me: Oh..
Mom: Memangnya kamu ngga pernah perhatiin jari cowok dengan memakai cincin disebelah mana?
Me: Ngga. Aku ngga pernah perhatiin jari cowok sih.
Mom: Trus kalau kamu lagi dekat dengan cowok, kamu ngga melihat jarinya dipasangi cincin atau tidak?
Me: Ngga ngeh. Biasanya baru memperhatikan kalau aku sudah crush on him. *grin*.. err.. telat ya?

*halah*

Real world: baru bangun setelah mimpi unik. Lihat jam, baru setengah 6 pagi. Nyalain komputer, ngetik di notepad.

You Might Also Like

13 thoughts on “Mimpi Aneh #3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *