Cerita Berlanjut

Sebenernya dari minggu lalu sudah gatel pengen ngeblog, tapi karena suasana kerja di Bali begitu hectic, jadinya diundur2 melulu.

Bercerita tentang tempat kerjaku di Bali, sebenernya seru banget. Lokasi kerjaku masih belum jadi. Bangunan 90% sudah ada, tapi masih proses finishing. Tugasku salah satunya pembelian untuk interior detail-nya. Task pertama adalah melengkapi semua item di dalam WC, dari yang namanya toilet umum, toilet karyawan, toilet direktur, janitor stuff, sanitary pembersih antikuman sampai pewangi wc. Itu semua sebenernya tugas kerja bosku. Tapi kalau aku ngga bantu, bisa-bisa ngga kelas pas pembukaan nanti. Tugas utamaku jelas mempersiapkan lokasi divisiku, dari interior, fixtures, lokasi fixtures, komputer, jaringan program POS, alur operasional.

Sambil membantu bosku, dia juga membantu aku. Jelas, dia kan bos, kebutuhan dalam pengambil keputusan terakhir dipegang olehnya. Nah, disini kerjaku adalah mencari barang, menghubungi vendor, menawar, menentukan pakai ini atau itu, dll. Yah, ibarat belanja di toko/mall.. lihat ini itu.. lucu.. imut.. manis.. BELI. Hihihi..

Lokasi proyek berada tepatnya di Jalan Bypass Ida Bagus Mantra (kilometer berapanya lupa). Tapi patokannya antara Pura Mescati dan Pura Lebih. Beberapa kali ikut bos makan malam di daerah Sanur, aku berharap untuk mulai mengenal jalan di luar proyek. Harus bisa mandiri kalau-kalau nanti ada apa-apa (misalnya disuruh ke Rimo sendirian untuk perbaiki komputer/printer). Noted, disini semua mobil with stick (gigi manual), jadi harus extra dalam mengemudi (ngga bisa angkat kaki lagi.. hihihi).

3 hari terakhir sebelum akhirnya balik ke Jakarta, kita pindah lokasi kantor. Awalnya, kita menempati bangunan yang merupakan posko satpam. Bangunan posko tidak besar. Dulu, bos-bos tinggal disini dan kerja disini sebelum bangunan mess jadi. Sejak mess jadi, bangunan posko 100% digunakan sebagai kantor. Setelah bangunan Front Office jadi (beberapa puluh meter dari posko) kita pindah kesana rame-rame, langsung cari ruangan paling nyaman (berasa rebutan tempat duduk ketika mau ujian.. hahaha). Aku dan Bu Est menempati ruangan 3×3 meter with AC. Bos cowok-cowok menempati ruangan workstation (meja-nya sendiri sendiri tapi kurang personal menurutku).

Maklum, kita duo Miss Kepo, jadinya pelopor penempat ruangan private, hahahaha. Ruangan itu langsung kita set tempat duduk dimana, tempat notebooks, tempat printer, tempat binder-binder kita, tempat perkakas barang-barang sample vendor, dll. Tidak lupa shelf diatas meja kita dipenuhi dengan snacks! Itu benar-benar daya magnet untuk Pak Dav, adik Bu Est yang paling ahli dalam teknik sipil. Pak Dav sering mampir untuk minta di print-kan gambar ide untuk detail model interior bangunan, dan.. snacks. Pak Dav itu orangnya gokil banget, suka menyelipkan kenarsisan diri sendiri di setiap cerita. Aku gak berhenti ketawa setiap kali dia membanggakan diri (sempet-sempetnya gitu lho). Hahahaha..

Di hari terakhir sebelum akhirnya balik lagi ke Jakarta, benar-benar merupakan bad day. Banyak problem ini itu. Aku dan Bu Est sampai spanneng. Tapi toh hari akan berlalu, sekarang aku hanya bisa tersenyum melihat that bad day.

Menyambut hari Senin di minggu ini, Bu Est mempromosikanku di depan another bos dan teman kerjaku. Aku diangkat jadi Manajer. Di luar aspek lama bekerja, capable of doing things in multi tasking, dan paling tahu banyak dalam divisiku ini, aku juga dituntut untuk mempunyai role of responsibility yang lebih tinggi dari teman kerjaku. Semacam middle-decision-maker lah.

Aku bukan orang yang ambisius, jadi menghadapi situasi ini aku malah menunduk malu. Aku hanya ingin diberi kepercayaan oleh bos untuk bisa melakukan sesuatu yang mereka harapkan. Kalau perusahaanku maju, kan ya kita juga yang senang. Sukur-sukur nambah pundi-pundi untuk jadi shareholder .. hahahaha *i wish*.

*CHAYO!*

You Might Also Like

11 thoughts on “Cerita Berlanjut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *