Sudah Saatnya

Aku ingat, jaman aku masih SMP my Mom sering sibuk dengan kerjaannya di daerah Melawai (dekat gereja Blok B). Berangkat jam 10 pagi untuk menghindari macet dan pulang jam 9 malam. Jelas aku jarang bertemu dengan my Mom kecuali weekend. Teman-temanku kadang heran koq begitu sibuknya my Mom. She used to say, “I’m workaholic”.

Sekarang ini tempat kerjaku akan dibuka di Gianyar Bali, dan aku ditugaskan disini dengan status project based. Biasanya aku brangkat ke Bali bareng dengan Bu Est, dan pulangnya dengan dia juga. Otomatis aku selalu bersama dia. Cuman sekali saja aku tidak bersama Bu Est, yaitu ketika aku nonton Nidji di Hard Rock Bali. But I didn’t really enjoy it somehow. It was kind of bad luck, I think.

Biasanya, seminggu lebih di Bali, pulang ke Jakarta hanya untuk beberapa hari. Sukur-sukur dapet weekend di Jakarta, sekalian menjadi hari liburku. Just to know, kerja di proyek itu tidak ada libur. Mau weekend maupun hari libur pun ngga ada bedanya. Vendor pun tetap berdatangan, suasana kantor juga masih rame. Ya namanya juga kerja di proyek.

Jadi hiburanku apa?

Macam-macam. Being with Bu Est family sudah terhibur. Tiap malam kita keluar makan. Program diet harus ditunda dulu karena makan malem ini ngga mungkin ditolak, bisa-bisa seumur-umur disindir oleh Pak Dav.. adik Bu Est yg paling suka nyamber ledekan. Aduh, yang namanya bersama Pak Dav, ngga bakal bisa berhenti ketawa deh. Nyamber melulu, jadi bulan-bulanan. Beberapa ledekannya sudah bisa aku tampik, walopun begitu sebentar sudah dibalas lagi. Hihihi..

Seperti kemarin, kita mampir ke House of David, Salon dan Spa. Creambath, massage pundak, tangan dan kaki selama satu setengah jam. Uhh.. enakkk banget. Sesudahnya kita makan di warteg solo pinggir jalan. Pulangnya sudah ngga sadar, karena nyaman dan ngantuk. Begitu sampai kamar, langsung ke kasur dan pulas.

Hari ini, walopun hari libur, kita masih harus kerja untuk memenuhi barang-barang di dalam area kerjaku. Seperti mendetail keperluan 1 pintu itu membutuhkan: handle, lock case, cylinder, engsel, peek hole, grendel, dll. Itu hanya 1 pintu, dan aku harus memikirkan 50 bungalow dengan beberapa pintu di dalamnya. Bagi yang kurang jeli untuk memikirkan hal ini, pasti ngga bakal bisa sabar untuk duduk dan menimbang-nimbang keperluan.

Itu hanya salah satu contoh kerja. Bagian pembelian itu paling asik sebenernya. Apalagi buat cewek. Belanja-belanji, nawar harga, cek harga ini itu, dll. Banyak sekali ilmu yang didapat karena yang dibeli tidak hanya barang biasa, tapi seperti membuat rumah, harus mengerti kayu apa saja, kegunaan, perbedaan, kekuatan, kualitas 1-10, dll. Hihihi.

Ngga heran aku betah disini. Beberapa teman komplain kenapa aku begitu kerja minded. But hey, that’s what I love. To Be Workoholic.

You Might Also Like

8 thoughts on “Sudah Saatnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *