Pengaduan Sangat Amat Kecewa Terhadap KabelVision

Saya adalah pelanggan KabelVision nomer: 176.863 sejak Juni 2002. Mulai mendaftarkan untuk internet melalui jaringan infrastruktur KabelVision, menggunakan ISP CBN sejak Juli 2005. Pada awalnya koneksi tidak pernah putus. Koneksi lambat pun sangat jarang. Tidak bisa dibilang cepat sekali juga. Tapi it’s ok.

Sejak awal tahun 2007 mulai ada problem yaitu pada pagi dan siang hari koneksi internet putus. Awalnya saya komplain berkali-kali ke teknisi CBN, oleh mereka selalu dilakukan “clear ip” seakan saya berganti router. Cara tersebut sempat bekerja mungkin sebulan, tapi sesudah itu tidak mempan lagi. Apa yang saya sampaikan ini ada buktinya semua di log CBN, bisa di cek. Saya mulai tidak sabar setelah beberapa bulan lewat, tidak hanya pagi dan siang saja, bahkan setiap hari kerja internet putus. Internet hanya bisa dipakai hari minggu malam. Saya komplain terus ke CBN sampai mereka bilang, apa saya sudah coba hubungi KabelVision juga, karena kalau di CBN tidak ada masalah, bisa jadi infrastruktur KabelVision yg sudah aus (butuh penggantian parts). Pada bulan April (saya lupa tanggal berapa, tapi ada di kertas SPK) CBN meminta teknisi KabelVision untuk menjadwalkan kedatangan ke rumah saya.

Saya mulai kontak CS KabelVision sejak Mei untuk minta di cek oleh teknisi. Teknisi sempat datang tapi tidak masuk ke rumah saya, teknisi hanya mengecek di luar rumah saya. Beberapa hari kemudian saya dihubungi oleh CS bahwa keadaan rumah saya yang terlalu jauh dari TAP mengakibatkan lemahnya sinyal. Yang saya asumsikan, secara logika, kabel KabelVision ataupun parts (TAP, booster, etc) dipasang di tiang pasti kena panas dan hujan, umurnya bisa berkurang, karena itu saya sangat mengharapkan kedatangan teknisi untuk mengecek. Kalau dilihat dari sejak pertama kali daftar & pasang internet tidak ada masalah, makin hari makin parah masalahnya.

Selama sebulan penuh saya hubungi CS KabelVision meminta teknisi dan pertanggungjawaban masalah, bahkan saya minta dihubungi oleh kepala CS untuk menjelaskan sendiri ke saya tentang keadaan masalah ini semua. Teknisi tidak kunjung datang dikarenakan overload teknisi, tapi saya tidak dihubungi/dikonfirmasi, akhirnya saya memutuskan untuk tidak membayar bulanan KabelVision yang sebesar Rp.200.000/ bulan dengan maksud agar komplainan saya diperhatikan. Saya tetap membayar CBN yang sebulannya Rp. 605.000/bulan karena saya ingin tahu problem apa betul dijaringan atau bukan.

Tanggal 28 Juni 2007 saya dihubungi oleh pihak billing KabelVision atas nama Bapak Acin menanyakan tentang pembayaran. Saya menyampaikan keberatan alasan mengapa saya sengaja tidak membayar bulanan HANYA karena ingin dihubungi oleh kepala CS yang mana sampai sekarang tidak ditanggapi. Saya sebagai customer berhak untuk minta penjelasan keadaan masalah saya. Buat saya, membayar Rp.200.000 tidak sebanding dengan ruginya saya akan kehilangan (200.000 + 605.000) x 6 bulan = 4 juta-an. Bpk Acin (dengan pengetahuan yg kurang ttg masalah saya) malah menyalahkan saya kenapa tidak komplain ke CBN. Saya kembali lagi menceritakan secara lengkap ke Bpk Acin masalahnya, dan dia menyarankan saya untuk komplain ke CBN WALAUPUN infrastuktur dipegang oleh KabelVision HANYA KARENA saya tidak memakai ISP dari KabelVision. Akhirnya saya bilang saja bahwa sinyal TV cable KabelVision juga tidak bagus untuk nomor 40 ke atas (saya tidak memakai decoder). Saya berdebat cukup lama sekitar setengah jam dengan Bapak Acin, akhirnya Bpk Acin sedikit mengerti dan kembali membuatkan jadwal teknisi untuk datang.

Tanggal 1 Juli 2007 hari minggu kebetulan saya di rumah tiba-tiba teknisi KabelVision datang. Saya melihat Surat Perintah Kerja yang sudah diminta datang sejak APRIL (ketika CBN menghubungi KabelVision untuk menjadwalkan teknisi datang ke rumah saya), dengan status Must Do: NO, dijadwalkan datang tanggal 1 Juli. Bayangkan, bahkan teknisinya bilang: “ya ampun mbak, kalau saya tau itu sejak April, saya ngga bakal berani datang”. Nah, begitulah cara kerja KabelVision. Mereka menerima permintaan teknisi datang dari CS dan diolah sedemikian rupa untuk memilah-milah mana yang penting dan yang tidak karena keterbatasan hari (waktu), jumlah mobil dan jumlah teknisi. Teknisi tersebut mengecek kabel di luar rumah saya, dan menyampaikan hal berikut:

Terdapat kabel KabelVision besar (yg untuk antar TAP/booster, bukan yang untuk ke dalam rumah) antara TAP ke rumah saya, tapi tidak disambung (tidak disambung ke TAP maupun ke rumah saya).

peta

Teknisi menyarankan agar dipasang TAP di depan rumah saya supaya koneksi jernih. Saat teknisi masih di rumah saya, saya sambungkan telp ke CS KabelVision kepada Teknisi supaya proses penambahan TAP ditulis di log, supaya permintaan penambahan TAP di-“dengar” oleh yang bersangkutan & berkepentingan. Teknisi juga berjanji untuk melaporkan sendiri kepada atasannya supaya pemasangan TAP segera dilakukan. Saat itu, teknisi tidak melakukan apapun karena sudah jelas yang harus dilakukan adalah memasang TAP dan untuk itu harus ada approval dari atasan teknisi. Teknisi juga menyampaikan, kalau tidak ada action dari KabelVision dalam seminggu, mendingan beralih ISP saja. Saya sudah memikirkan itu, tapi saya tidak puas dengan KabelVision, koq malah saya memutuskan langganan dengan CBN.

Akhir bulan Juli saya ditelpon kembali oleh pihak billing KabelVision. Saya lupa tanya nama, tapi saya jelaskan dengan sabar keadaannya, dan saya minta untuk dipasangkan TAP tersebut lebih dahulu, sebelum saya lunasi iuran bulanan. Saya ingin make sure mereka mengerti apa yang saya maksud. Ternyata beberapa hari kemudian internet saya mati. Ketika saya tanyakan ke CBN, mereka bilang bahwa saya belum bayar iuran KabelVision, maka internet diputus dari KabelVision.

Detik itu juga saya marah besar. Saya hubungi Judith MS (JMS) yang kenal dengan petinggi ISP dll, dan beliau mengenalkan saya kepada Bpk Johan dari CBN. Bapak Johan mendengar masalah yang sudah berpanjang-panjang ini. Beberapa hari kemudian internet saya disambung kembali. Beberapa hari kemudian juga Bapak Johan mengabarkan saya bahwa proses pemasangan TAP sudah dikabulkan, hanya saja menunggu jadwal teknisi datang. Baiklah saya tunggu.

7 Agustus 2007 (beberapa hari yang lalu) saya dihubungi oleh pihak billing KabelVision ketika saya sedang menyetir. Suara perempuan tsb meminta saya membayar iuran. Saya menjawab, “apakah mbak sudah tau track record saya ketika menelpon saya?”. Dia membaca dengan cepat, dan menjawab dengan cepat juga: “oh mbak itu masalah internet silahkan laporkan saja ke CBN, bukan ke KabelVision”. Emosi saya meledak bersamaan dengan saya kurang konsen mengemudi, saya bilang: “saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar lagi mengapa saya tidak mau membayar. Saya menunggu … “, saat itu mbak mbak ini langsung nyerocos membantah omongan saya sambil mengancam internet saya akan diputus dan omongan dia sangat kurang ajar. Saya akhirnya membentak: “saya tidak mau bayar dan saya tidak mau internet saya diputus” lalu saya tutup telpon saya. Saya menghindari kecelakaan ketika saya sedang menyetir.

Sebentar kemudian saya menelpon kembali ke KabelVision bagian CS. Kecurigaan saya benar adanya. CS membacakan log yang ditulis oleh mbak-mbak billing tadi seperti berikut: CUSTOMER TIDAK MAU MEMBAYAR. CUSTOMER MEMINTA INTERNET DIPUTUS. Kurang ajar sekali. Berhubung CS ini baik dalam hal menjawab keluhan saya, akhirnya saya jelaskan kembali, BAHWA SAYA AKAN MEMBAYAR SESUDAH TEKNISI MELAKUKAN TUGASNYA YAITU MEMASANG TAP DI DEPAN RUMAH SAYA. DAN SAYA MENOLAK INTERNET DIPUTUS. CS menuliskan kembali ke dalam log, dan berjanji akan memberi kabar selanjutnya langsung pada hp saya.

—————————————————————

Saya sebagai pelanggan KabelVision sangat kecewa atas lamanya penanganan dari KabelVision. Saya merasa tidak dianggap, tidak didengarkan. KabelVision tidak treat customer dengan baik, padahal di kantor dan rumah atasan saya juga terpasang KabelVision dan CBN atas saran saya. Saya sangat menyesal bila dikemudian hari terdapat masalah yang berlarut-larut terjadi pada kantor dan rumah atasan saya, saya malu mengenalkan KabelVision pada mereka.

Note: Nama pelanggan KabelVision untuk rumah saya adalah nama ibu saya. Sekarang hanya saya yang tinggal di rumah tersebut. Nama pelanggan CBN sudah atas nama saya. Saya sudah meninggalkan nomer hp kepada KabelVision bila ingin menghubungi saya kapan saja, khususnya saya menunggu kepala CS untuk menjelaskan semua ini.

—————————————————————

10 Agustus 2007 saya di e-mail kembali oleh petinggi KabelVision sbb:

Dear Golda,

Apakah account tersebut atas nama Ibu XXX? Kalau benar, saya sudah melihat eskalasi untuk kelengkapan justifikasi untuk segera bisa di implementasikan.
Saya akan informasikan jadwal pemasangan TAP baru.

Kemudian jam 3 kurang saya dihubungi oleh Bapak Andi dari bagian CS. Bapak Andi dengan sopan memberitahukan hal yang sama seperti di atas, bahwa akan diinformasikan jadwal pemasangan TAP dan meminta saya untuk bersabar karena harus melewati beberapa proses. Oke, saya terima itu. Tapi kemudian Pak Andi meminta saya melunasi pembayaran yang sudah mencapai 3 bulan. Kembali saya tekankan bahwa saya tetap pada pendirian saya: SAYA TIDAK AKAN MEMBAYAR SEBELUM SEMUA MASALAH BERES (TERMASUK PEMASANGAN TAP). Bapak Andi berkata bahwa pembayaran dibutuhkan juga untuk pengadaan TAB (Bapak Andi sempat berkata “penggantian TAP” tapi saya koreksi, bukan “penggantian” melainkan “penambahan”. Rupanya Bapak Andi kurang teliti dalam membaca persoalan pada e-mail saya). Saya katakan lagi bahwa saya sudah rugi 4 juta-an, jadi saya tidak peduli bagaimana caranya KabelVision menyediakan TAB bukanlah tanggung jawab saya. Saya tidak bisa pegang janji KabelVision dalam menentukan kapan penjadwalan pemasangan TAB, jadi saya tangguhkan pembayaran dengan sengaja. Saya tekankan lagi bahwa saya tidak mau dihubungi oleh pihak billing. Saya juga tekankan bahwa setelah pemasangan TAP, bagi saya hal mudah untuk hanya pergi ke ATM untuk membayar billing saya.

You Might Also Like

57 thoughts on “Pengaduan Sangat Amat Kecewa Terhadap KabelVision
  1. Wah wah wah. Jualan zaman sekarang itu gak gampang, apalagi kalo menyangkut jasa. Mari kita tunggu tanggapan KabelVision. Jangan2 tetap cuek karena cuek adalah bagian dari iman. πŸ˜€

  2. dulu, waktu masih sama si cumi, dia juga pake kabelvision. dan mba angel itu udah komplen berat sama mereka.

    nah, waktu tau kmu pake kabelvision, sebenernya ragu. tapi karena waktu itu bagus2 aja, jadinya sih gag aku bilang. eh, dulu aku sempet bilang apa ngga sih? *lupa*

    kabel vision jangan di singkat jadi KaVi. gag kena di google. sayang kan kalo protesmu gag nyangkut di google.

    langkah selanjutnya, taro tulisanmu di koran-koran.

    aku ikut dukung dengan kasih link!

  3. kalau saya sih, pakai shortcut. kasih duit ke teknisinya untuk langsung tarik kabel ke rumah, khusus buat modem. singkat, cepat, sangat memuaskan, tapi melanggar prosedur.

  4. bagus sus,
    Memang musti ditulis kayak begini
    baru mungkin akan ada reaksi. Gue lebih setuju lagi kalau elo tulis surat ke Kompas. Panjang banget, tapi gapapa lah. Biar melek mereka.

    Bagus juga ya, lo masih inget semua kronoligisnya. Sucks banget KabelVision.
    Kayaknya emang mendingan pindah ke Indovision deh
    etapi gada internet ya

  5. Thanks for your comment on my blog. Since then I have gotten so frustrated with Kabelvision that I canceled my account with them and subscribed to Uninet. Cost me three times as much but there is much satisfactionn in canceling Kabelvision. They are too unreliable for my business to depend on them.

  6. yg sabar ya mbak..keliatanya semua isp juga gitu deh..suka nelantarin konsumen…ngak usah buang2 energi buat marah2 sayangkan tuh energi dibuang buat marah…mending buat hajar aja tuh kepala csnya lebih berasa tuh……wkwkwkkwkwk

  7. Berarti perhari ini sudah OKAY pemasangan atau penambahan TAP nya sust?

    Sebenernya TAP atau TAB sih? Kok aku jadi gak mudeng baca update-nya!

  8. Walah … barusan saya cari di google tentang kabelvision, karena direkomendasikan temen bahwa it’s ok! Kok yang dapet kayak cerita gini … jadinya ngeri juga, :(( ambil .. gak .. ambil .. gak .. gak!

  9. Kalo menurut aku, pelayanan jasa di indonesia *gag smua seh* rada aneh. Antara Teknisi, CS kadang juga team Billing mreka pada gag kompak.
    Sbenernya juga seh tem CS mreka harusnya orang TI juga. Biar ngarti duduk persoalan, jadi bisa solve problemnya, ato meneruskan ke Dept. yang berkompeten.
    *mudah2an tulisanku nyambung dengan topik*
    πŸ™‚

  10. BETUL… hari ini 1 september dari jam 7 pagi ampe jam 9.40… internet mogok!!! tlp ke kabel vision malah di tawarin first net… katanya mynet dah mo di ganti… lho saya bilang apa2an ini? mau di ganti apa kek,,, yg penting jaringan kabelnya bener ga??? mau tlp aja musti wait 30 mnt lebih… coba deh… ke 55777333…. di amput. kalo YLKI tdk menindak lanjuti maka akan banyak korban deh… bisnis kita yg online juga terganggu. dulu aku pake CBN dgn jaringan kabel vision juga… hbs itu ditawarin ganti my net. eh begitu juga skrg di tawari 1 net. first net. coba deh pihak KABEL VISION kalo mo kerja sama dgn provider di TILIK yg bener dulu, toh mrk akan pake jaringan kabel anda!!!

  11. atau kah ini salah satu mereka menghemat BYTE yg mereka gunakan? lumayan toh beribu langganan ga menggunakan inet…. hampir tiap bulan ada aja perbaikin ini itu ampe bosan dengernya… yg namanya CS mah di bilangin gitu cuma bs ngetik doang n iya iya… pelaksanaannya? anjing menggonggong kafilah berlalu. kalo ga bayar di putus!!!! tanpa melihata apakah service mereka bener or not ….

  12. emang dableg tu kabel vision.hari ini sudah dari malem internet ngadat.sampae sekarang ud jam 2 lom bener juga.kayanya ada hubungannya dengan mereka..bisnis gw jadi terhambat.

  13. Problem yang Golda dapat 100% identik dengan problem yang saya dapatkan … terus terang susah memang berhadapan dengan “penyedia jasa jaringan” yang hirarki bisnisnya begitu.

  14. Wow, Complain mulai dari bulan Mei sampe Agustus pun belum terselesaikan dengan baik. Pasti ada sesuatu yang salah tuh di Business Process Kabelvision. Klo masalah dah kelar, langsung pindah ke provider lainnya ajah.

  15. emang kabel vision suck, hari pemasangan di coba bagus tp sorenya gak bisa akses. Apalagi sekarang pake nama first media. Csnya juga bukan orang IT nya mau bicara ama org IT malah gak bisa, bisanya minta pembayaran cepat. Respon lama. Suck.

  16. wah, mirip2 deh pengalamannya. in my case, gue amat sangat kecewa dg digital 1 & mynet (yg notabene adalah kabelvision juga).

    here’s my story:
    http://lisette.livejournal.com/22027.html

    setelah bbrp bulan gue tegang urat terus (cape bgt, asli!), akhirnya gue putusin itu mynet & gue pake telkom speedy aja deh.
    paling engga CSnya lebih ok. ada apa2, lgs dateng rumah gue the next day ato 2 hari.

    tp kayaknya gue tertarik pengen nyoba fastnet, walopun itu ya mereka juga, yg ganti nama. dasar deh.
    kalo customer service ga dibenerin, mau ganti nama 10x juga percuma.
    lama2 juga dibabat ama customers, apalagi laris manis krn murah bgt.
    ya siap2 aja makin di-complain deh.

  17. yg bener nih kv bermasalah gaswat dong,pdhl gw br mau pasang fashnet bis murah seh..trus langganan apa dong yang murah dan sevis okeh..jadi bingung nih

  18. Sekarang koeksi gua morat-marit,.. ISP indonet lewat TV kabel (K-V) klo tau masalah dari KV gak bakalan gua bayar tagihannya !!
    kotoran monyet tu prusaha-an dan manajemennya,.. biarin kulat ma costumernya!!
    brengsek!!

  19. Terima kasih, anda telah berbagi pengalaman anda. Thanks God, saya search di google 1st sebelum memutuskan untuk memasang internet dgn kabel vision untuk adik saya. Layanan jasa di Indonesia sangat poor. Saya tidak mengerti mengapa internet service di Indonesia masih sangat mahal dan poor service. Di UK Saya hanya bayar £17 sebulan untuk layanan 8mg broadband, unlimited time atau paling murah dapat 2mg broadband dgn hanya £6.49 sebulan pakai Tiscali.co.uk (tidak ada biaya2 lain lagi). Saya rasa perusahaan2 itu terlalu banyak ambil keuntungan, kasih poor quality service. Bagaimana Indonesia bisa maju? Saya rasa, a good internet connection akan banyak membantu pengusaha kecil atau perorangan mendapatkan peluang business di negara2 lain. Mudah-mudahan suatu saat ada seseorang yg tergugah untuk memajukan bangsanya and not thinking about profit all the time.

  20. Sejak beberapa bulan lalu koneksi Kabelvision Mynet (Indosat) saya bermasalah (drop) mulai sore sekitar 17:00 dan putus total mulai sekitar 19:00 sampai dengan pukul 01:00 atau 02:00 dinihari. Aktyi lagi normal setelah itu. Anehnya pagi kenceng dan siang normal. Jam 14:00 mulai drop sedikit. Kalau dugaan saya benar, masalah ini mulai terjadi sejak Kabelvision berubah nama menjadi Firstnet dan gencar memasarkan Fastnet. Melihat siklus koneksi yang drop secara teratur, hal ini menimbulkan dugaan bahwa Firstnet menjadwal distribusi bandwidth ke pelanggan. Dan karena saya pelanggan MyNet yang berlokasi di ruko (Bona Indah), dianggap bukan residential, dan dianggap tidak pakai internet setelah jam-jam kerja. Prioritas adalah ke mereka yang baru pulang kantor dan ingin buka internet. Melihat sudah sekian lama Kabelvision terlibat dalam bisnis internet (secara tidak langsung), sudah sepantasnya masalah teknis dan layanan jauh dari yang sekarang diberikan kepada pelanggan. Kesimpulan saya: 1) ada kecurangan, mengalihkan bandwidth dari satu customer ke customer lain, dan/atau 2) teknisi dan sdm kurang, baik dalam jumlah staf maupun skill/pengetahuan teknis. Saya sudah komplain ke Indosat, yang mana tanggapannya sangat baik dan sangat professional, walaupun s/d detik ini belum jelas penyebab masalahnya. Saya minta agar hal ini dituntaskan oleh pihak Kabelvision dan Indosat. Saya nggak usah ikut mikirin, karena itu tanggung jawab mereka. Titik. Saya juga lapor ke Kabelvision (sekarang Firstmedia) namun cuma sekedar masuk di catatan log complain mereka karena s/d detik ini belum ada tindakan yang berarti dari Kabelvision. Satu lagi, malas telpon Kabelvision karena response time di telpon parah sekali. Mesin penjawab langsung bilang ‘seluruh CS kami sedang sibuk’, artinya memang sibuk melayani banyaknya komplain setiap hari (seking parahnya) atau cuma ada satu orang CS doang ? Kecewa ? Ini Indonesia. Anything that can go wrong, will. Ini adalah masalah last-mile koneksi internet di Indonesia. JELEK !!! Kalu mau puas, kudu harus satu gedung dengan si ISPnya sendiri. Baru nggak putus.

  21. Hah.. kaya ginian mah udah penyakit ‘service’nya perusahaan di indonesia. Memang gak semua. Ada beberapa yang saya sangat puas dengan pelayanannya. Saya juga pernah mengajukan pemasangan FASTNET di rumah orangtua saya di KOMPLEKS GRAHA HIJAU2, CIPUTAT, TANGERANG. Namun, karena pernah ada riwayat bahwa di rumah saya tersebut pernah dipasang KABELVISION, maka saya harus kembali memasang KABELVISION sebelum memasang FASTNET. Ngapain??? orang saya butuh internetnya! bukan KABELVISION nya! Mau catet nama saya? silahkan.. tuh ada linknya! Untuk teman-teman semua, kalo pernah ada masalah yang kaya gini diekspos aja! perlindungan konsumen dan hukum di Indonesia SUCKS! keluarga saya merasakannya sepanjang umur saya 31 tahun.. Terimakasih!

  22. golda wrote :
    sori, tp setau aku provider fastnet memang pakai jaringan kabelvision
    alias firstmedia..


    First media memang memakai jaringan kabel vision. Tapi TIDAK HARUS pasang fasilitas tv kabelnya juga. bisa internetnya saja. Beberapa teman saya begitu.

    Salam.

  23. Temans,
    Terima kasih atas info kalian semua. Saya baru saja mau pasang kabelvision plus internetnya, tapi GA JADI deh, kalo gitu caranya… Saat ini saya sudah punya indovision dan untuk internet saya pake IM2 (PCMCIA card). Selama ini ga ada masalah. Kalau ada apa2 CSnya juga ramah dan very helpful. Tadinya saya mau jadikan satu ambil paket kabelvision + koneksi internet untuk efisiensi biaya. Ternyata setelah hitung2, efisiensi ga seberapa, tapi denger cerita kalian yang “makan hati”, GA JADI lahh.. Sekali lagi thanks buat semua infonya. Dan untuk Mba Golda, mudah2an masalah anda cepat dapat solusi.

    Cheers.

  24. Dear Golda,
    Memang Kabelvision payah biarpun sekarang dengan nama First Media juga payah. CS mereka juga tekhnisi tidak merespons keluhan pelanggan dengan baik. Decoder diganti tapi service mereka tetap tidak baik. Signal tidak on dan juga banyak channel yang tidak di install oleh tekhnisi. Banyak pertanyaan yang diulang-ulang terus oleh bagian Customer Service. Padahal penggantian decoder adalah mau mereka sendiri. Wah baik Internet maupun Homecablenya sangat tidak bagus ya? Mereka sangat un-proffesional. Saran saya lebih baik menggunakan provider lainnya deh daripada stuck di satu perusahaan ini saja.Kan sekarang banyak provider lainnya yang lebih baik dalam service , kelengkapan acara dan yang paling penting proffesionalitas staffsnya.

  25. Saya mencoba help Bos saya Kyle (Expat), utk membantu akses acara internet tv-nya. si Boss pakai first media sbg provider.Kenetulan Saya IT dikantor, saya tanya-2 tentang Port yg dibuka/di tutup, Routing, server etc, ternyata bener Cs-nya bukan orang IT.
    Mereka hanya seperti baca/menghapal jawaban-2 standard, seperti akan di cek dulu ..or ..setelah dio check koneksi ok kok pak ..!?@#~.. padahal pertanyaan bukan hanya masalah koneksi tapi tentang streaming video yg patah-2 memakai paket 3000kbps (3 meg)nya …?! dan port 5000&50001 yg ditutup!.

  26. yea kabelvision sucks HUGE TIME!! CS na nyolot, ditelpon sibuk mulu, 1 jem gw redial telpon kesana tapi sibuk mulu, please deh, plg jg line telp na di hold ato mereka sibuk ngeladenin pelanggan “temen” lain yg lg telpon,, 1 minggu ini teve drumah ga bsa dtonton, acces denied, no signal, no tv channel list, wtf lah,,

  27. First Mdia beli bandwith ke Singapore menurut desas desus. FM mungkin kehabisan kuota bandwith so pelanggan yg abodemen 512kbps atau 768k atau apapun itu namanya speedstream yg didapat pelanggan paling 10%-50% dari seharusnya akibat jaringan F.M overload atau dibatasi manajemen IT. Kalau tidak demikian F.M tidak bisa untung donk kalau pelanggan boros pemakaian BANDWITH. Makanya jatah bandwith kita dicekekik !
    ALIAS kita beli bensin 10000=1L kita bayar 10000 cuma dapat 1/2 atau 1/4 liter !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *