Menanggapi Pengaduan Terhadap Kabelvision

Sejak pengaduan ke Kabelvision yg sudah pindah menjadi First Media, kyknya blog ku makin banyak pengunjung baru dengan kiwot tsb. Itu artinya, makin susah lah untuk ngeblog ttg hal pribadi. Walopun teknisi First Media atau CBN ngga bilang ke aku, aku tau kalo mereka juga melihat-lihat blog ini *waving!*. Entah cuman postingan kemarin atau mungkin cari-cari tau tentang postingan yg lain. Reminds me untuk tidak lagi menulis tentang pribadi.

Tau darimana aku kalo mereka suka ngeliat? Ya iya lah, secara mereka juga cari ‘surat pembaca’ komplain di internet. Trus, pas aku nelp ke teknisi CBN, seakan mereka sudah tau siapa aku. Trus jg ada yang ngajak ngebahas ttg masalahku itu.. *nyanyi lagunya Matta Band*..

Tadinya kepikir mau nulis blog lagi di channel blog gratisan, tapi males harus memulai ‘promosi’ alamat blog baru dengan blogger lainnya. Males ber-blogwalking. Yasudah, toh aku merasa hidupku ngga begitu ada perubahan yg signifikan.

Niwey, hasil Google Analytics ku menunjukkan bahwa URL postingan ttg Pengaduan Kabelvision menduduki prosentase terbesar dari postingan lainnya. Tapi keyword “kabelvision” tidak banyak. Artinya, banyak yang mengakses page tersebut beberapa kali dengan cara menyimpan url-nya lalu diakses sesekali. Mungkin untuk melihat adanya update-an.

10 list kiwot

10 list url

Penasaran? Nih aku bagi update-annya.

Kemarin pagi sekitar jam 10 aku dihubungi oleh Bapak Reza dari First Media, memberitahukan bahwa TAP sudah dipasang kemarin. Sambil ditelpon via HP, aku yang kebetulan masih di rumah (sudah mau brangkat kantor) langsung mengecek TAP di depan rumah. Uh, ngga keliatan yg mana yg namanya TAP, tapi aku lihat kabel nganggurnya sudah tidak ada, ya artinya sudah ada perubahan. Memang, kata orang rumah, teknisi Kabelvision tidak mampir masuk.

Aku cek di TV, channel 45 ke atas sudah bersih, bahkan sampai 50 ke atas juga bersih. Gembira hatiku 🙂

Kebetulan dalam semingguan ini internet di rumah mati. Kemarin-kemarin sih masih kadang-kadang bisa. Lha koq tiba-tiba malah mati total?! IP cable yg di router sudah di refresh, yang tadinya 202.73 dll dll eh malah balik ke 192.168.100.1. Sudah nelp teknisi CBN beberapa kali, masih aja begitu. Sudah di clear IP (kabar dr CBN, kemarin sempet bersih2 IP address) tetep aja begitu.

Ketika aku tanyakan tentang matinya internet, Bapak Reza langsung bilang, “oh iya, itu memang dimatikan dari kita”. Detik itu juga aku kesel. Koq ngga konfirmasi dulu? Apa-apaan ini? Bapak Reza langsung bilang bahwa sengaja dimatikan supaya billing CBN jg berhenti dan tidak dibebankan ke aku. Emang bisa begitu? So far, aku tidak ada masalah dengan ‘berat hati’ membayar tagihan CBN karena kerugian. Toh namanya langganan dengan iuran fixed ya memang begitu. Tapi kan ya bisa toh konfirmasi dulu, tanya dulu kek.. jangan langsung maen matiin dulu dong.

Nonsense ah, kalo alasannya begitu. Kalo memang ‘berbaik hati’ mau matiin internet ya mbok dari kapan tau dong.. pengaduanku ke bos First Media kan sejak Agustus, ini sudah September. Trus dimatikan beberapa hari sebelum pemasangan TAP??!! Kagak ngefek kaleeee. Alasan lu basi, Pak Reza!

Yasudah, daripada berlama-lama ngomel, yang penting sekarang TAP sudah dipasang, yasudah.. internet nyalain dongs. Eee.. Pak Reza bilang, pelanggan harus menelpon dari CBN untuk minta diaktifkan. Yaelah. “Pak Reza, sudah deh, jangan pura-pura. Yang matiin kan First Media, yasudah saya minta dari bapak nyalain langsung aja. Daripada muter-muter ke CBN segala. Buang-buang waktu saya”.

Ngga sampai 15 menit Pak Reza ini nelpon lagi. Katanya internet sudah nyala. Aku coba restart modem, buka browser, sudah nyala. Nah gitu dong Pak..

Langsung aku menulis email kepada bos First Media, mengabarkan bahwa TAP sudah dipasang, internet yang tadinya mati jg sudah menyala dan ucapan terima kasih atas tanggapan dari komplain aku. Tidak lupa juga aku mengabarkan berita yang sama ke Bapak Johan dari CBN. Lalu tagihan selama 4 bulan langsung aku lunasi. Aku telah memegang kata-kataku.

Case closed, walaupun aku telat masuk kantor.

Banyak yang meninggalkan komentar di postingan kemarin tentang keluhan kepada Kabelvision. Aku hanya bisa kasih saran:

  • Tuliskan pengaduan dan kirim ke email First Media (email bisa ditanyakan ke CS). Dengan ini, pengaduan bisa diteruskan kepada pihak yang lebih mengerti ketimbang CS front line. Sayang aja, sebagian besar CS Kabelvision/First Media memang kurang dibekali dengan cara-cara yang baik dalam menanggapi komplain keras. Mereka lebih mengedepankan sikap ‘defensif’ ketika diserang. Suatu sikap yang salah untuk bagian CS. Mereka juga kurang dibekali informasi teknis, yang notabene Kabelvision adalah Home Cable.
  • Tunggu dalam seminggu untuk adanya feedback (teknisi datang ke rumah, jawaban dari pihak CS, dll). Kalau tidak ada feedback, kopipes saja pengaduan anda ke Surat Pembaca Detik.
  • Kalau masih belum ditanggapi, tulis ke beberapa Surat Pembaca selain Detik untuk pengaduan lebih keras lagi.

Aku pribadi sebagai pelanggan sebenernya cukup sabar menghadapi lambatnya penanganan dari Kabelvision/First Media. Beruntunglah mereka.

You Might Also Like

8 thoughts on “Menanggapi Pengaduan Terhadap Kabelvision
  1. emang susah kalo dapat klient yang ngerti IT…maunya audubilah….tapi gue salau masih ada suster yang ngak gaptek…ayo kapan suster-2 yang lain nyusul…luv u golda X-D

  2. Tunggu dalam seminggu untuk adanya feedback

    Seminggu ? Allamak…!
    Kenapa ngga sebulan ?
    Kayak kita dijaman batu aja.. Pengaduannya kayak pake merpati pos aja.. Nunggu burungnya kembali satu mingguan.. Poor Indonesia !!

  3. Semoga kedepan akan semakin banyak pilihan. Siapa lambat, MATI lah dia! seminggu sih keterlaluan. Sementara tagihan harus dibayar tepat waktu kan? emang pada mau kita mundurin bayarnya? Untuk yang mau seenaknya ke pelanggan, monggo MAMPUS. Jadi pengen cerita juga nih..

  4. So far, masalah saya dengan Fastnet (First Media) cuma bandwidth yang turun sampai 150 kbps dari 384 kbps, dan selalu dijawab oleh CS walaupun telat. Itu cuma mengurangi kenyamanan browsing dan main online-game.

  5. Sukuurrr deh mba Golda, masalahnya dah beres.. Tapi saya rasa ada Golda-Golda lain di luar sana yang suaranya ga sempat kita dengar. Gimana mau maju bangsa kita, kalo perusahaan segede itu aja “ga becus” tangani complain customer.. (perlu ikut penataran lagi kayaknya bapak-bapak terhormat, huehehhe..).

    Yang jelas Perusahaan itu sudah kehilangan 1 calon customer, SAYA. Mungkin banyak SAYA-SAYA lainnya.. Di saat perusahaan sibuk cari customer baru, cusstomer lama malah ditelantarkan. Emang gampang yah pak, hari gene cari customer? Masak sih, harus di komplain habis2an ampe heboh baru bergerak..?? Maluu dooong..

    Saran saya:
    1. Buat bapak2 dan ibu2 di kabelvision, tingkatkan jiwa entrepreneurship kalian..
    2. Buat para konsumen, hati2 dan lakukansurvey sebelum membeli suatu barang / jasa.
    3. Buat Mba Golda.. BRAVOOooo.. Keep it up, and thanks sudah mengijinkan saya ikutan comment

  6. First media g jelas,dari aal berlangganan tidak pernahmemberikan kepuasan, yang ada hanya bikin jengkel dan kesal. semua personal firt media tolong diberikan pelatihan supaya tidak merugikan Customer, apalagi Customer servicenya, informasi yang diberikan kepada customer berbeda-beda, sehingga saya sebagai Customer sangat dirugikan. untuk pemasangan kembali mebutuhkan waktu 1 bulan setelah pembayaran, pemutusan tanpa konfirmasi hanya sepihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *