Dilema Pembukaan vs Yugo

Kalo Bang Aip bisa koar-koar ngga jelas menjelang sahur.. di Bali sini malah ngga terasa sekali kesan bulan puasa. Beberapa orang lapangan muslim pun tidak semua menjalankan puasa, jadi kita juga ngga terlalu membatasi makan, minum maupun pandangan yang merokok dimana-mana.

Jadwal tugasku mulai tanggal 12 September sampai tanggal 1 Oktober di Bali. Lama memang, tapi sekalian daripada pulang-pergi bikin ribet, biaya lebih dan kurang maksimal. Pembukaan sudah diundur-undur dari Juni ke Oktober gara-gara main bridge roboh diterpa banjir pas Juli kemarin.

Sudah 11 hari aku disini, belum sempet juga yg namanya ngeblog. Setiap hari hectic, membuat catatan apa saja yang akan dikerjakan. Pemesanan barang harus dilakukan belakangan, pemesanan & desain fixtures + kasir juga harus dilakukan dari dulu-dulu. Kyknya emang mesti ke bali sejak kemarin-kemarin deh. Hecticnya disini bukan saja tentang deadline untuk pembukaan (umum) tanggal 9, tapi juga keterlambatan macam-macam karena kurang SDM, ribet & bentrok dengan orang-orang tidak berotak cerdas, macam-macam deh.

Selama di Bali, malas sarapan, malas makan malam, bahkan makan siang saja dikit-dikit.. yah.. asal ada nasi sesendok, sup, daging dan sayur. Ngga nimbang, ngga perhatiin badan, bahu + punggung pegel melulu tiap di depan komputer karena posisinya ngga ergonomis. Habis gmana dong, namanya kerja di field, belum ada kantor untukku sendiri. Ya memang sedang pesan sih, tapi ruangannya masih harus disiapkan, dibersihkan, dipasang yg namanya listrik, kabel telpon dan internet.

Foto-foto banyak, lihat saja di flickr-ku. Tidak semua foto-foto hasil jepretanku (ya iya lah, kalo ngga kapan aku narsisnya) tapi bagus-bagus. Saking banyaknya tugas dan yg perlu dipikirkan, rasanya ingin membagi tubuh jadi beberapa. Kalau besok hari senin anak-anak kantor bakal dateng ke sini, Ririn dan Tia, aku harus ke Tegalalang untuk beli kap lampu dari bahan bambu 4 macam @ 25pcs. Kenapa harus aku? Soalnya mereka percaya mataku. Nah, itulah alasannya kenapa harus aku. Padahal besok aku janjian dengan beberapa SPG untuk di interview untuk dibagian divisiku.

Ribet ribet ribet. Tapi ya itu yg namanya kerja di proyek. Belum ada yang rapih, belum ada yg terorganisir. Pengalaman memang .. aku ngga merasa rugi koq. Walopun siang-siang bos marah-marah kyk ikan koi mangap-mangap, tapi malamnya masih bisa menikmati indahnya Bali *ciyee..*. Gak gak.. emang apaan sih, hehehe. Beberapa malam dihabiskan dengan tidur sendirian di mess, kapan itu malah dugem bareng bos (bos ku ada yg lagi dideketin sama Bella Saphira, tp bos ku ngga mau) di Hu’u Bar dan Bacio. Sempet-sempetin nengok Herbi dan Ebo yang baru punya Chiara, bareng Dental dan Saylow.

Rencananya, tanggal 1 Oktober nanti aku pulang untuk siap-siap ke Yugo. I know.. menyebalkan memang harus melewatkan yg namanya pembukaan, walopun ribet, tapi pasti seru. Habis gimana lagi, planning ke Yugo sudah direncanakan sejak awal tahun mengikuti hari libur Tibi (my bro), karena kita kan brangkat bareng. Aku bakal berangkat tanggal 3 Oktober nanti, dan pulang tanggal 21. Habis itu, tanggal 27 masih harus ke Malang karena sodaraku, Sherly, bakal merit (dan aku sudah janji untuk datang).

Bener-bener ngga enak, tapi ya mau dikata apa, aku sudah pesan tiket sejak dulu. Kebetulan aja pembukaannya diundur. Dilema, tapi mau dikata apa. Ya begitulah.

You Might Also Like

3 thoughts on “Dilema Pembukaan vs Yugo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *