Looking 4 Roomie

Tapi bukan roomie yg ini. Tentu saja maksudnya adalah room-mate. Hitung-hitung buat bantu keuangan dan nemenin aku biar ngga kesepian.

Nomer satu, harus berjenis kelamin perempuan. Bukannya aku ngga mau, tapi daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari, ya maaf saja.

Lokasi rumah kontrakan yang aku inginkan masih belum fixed. Ada kandidat di Taman Rempoa Indah, Bintaro (dari sektor 3 sampai 9), Lebak Bulus, BSD (no way lah, *tendang BSD dari option*). Intinya sih kepengen yang melawan arah macet orang berangkat kantor (ketika aku berangkat kantor ke Pondok Indah), AMAN (karena yg tinggal cecewek), bebas banjir, rumah kecil tanpa furniture (karena aku mau bawa furniture) dengan 2 kamar tidur, kondisi bersih (tentu saja), bisa parkir mobil.

Daftar barang-barang yang mau dilelang masih belum fixed, jadi mohon sabar yah.

Pindah Rumah

Tulisan ini dibuat karena sudah berhari-hari tidak bisa tidur nyenyak karena selalu kepikiran. Tidak perlu kuceritakan asal muasal masalah, yang penting dalam bulan Februari ini aku berkeinginan untuk keluar dari rumah yang sudah kutinggali dalam kurun waktu 5 tahunan ini.

Yup, pindah rumah.

Pilihan lokasi, bentuk rumah (atau kos) segalanya tergantung dengan banyaknya barang dan budget yang ada. Untuk itu, mari kita urutkan satu persatu.

Mungkin beberapa orang sudah tau kalo aku sudah tinggal sendiri sejak 2,5 tahun yang lalu. Tidak benar-benar sendirian sih, tapi ya aku tinggal tidak dengan orang tua, tidak dengan adikku. My mom hanya kadang-kadang saja datang ke Jakarta, itu pun maksimum 3 hari, dalam kurun waktu 3-6 bulan sekali. Aku tinggal dengan Mbak Susi dan keluarganya (suami dan 2 anak) yang sangat care terhadapku.

Barang-barang yang ada sangat banyak. Dari barang-barang junk di gudang (entah apa saja isinya), beberapa furniture yang ingin aku bawa. Barang elektronik aku tidak begitu inginkan, karena elektronik cepat berganti. Lebih baik cepat aku jual, uangnya kupakai untuk biaya pindahan. Tapi furniture nya cukup banyak yang ingin ku simpan dan kubawa dan kupakai suatu saat aku punya rumah sendiri dengan calon suamiku.

Barang elektronik yang ingin kujual seperti 1 set tv (lupa brapa inch, besar deh) beserta sound system merk Sony, 1 player DVD yg juga bisa record langsung ke DVD merk Phillips. AC ku tinggal. Kulkas ingin kujual jika memang ada harganya.

Nah, barang-barang ini yang bisa dikatakan berharga ingin kujual via apapun lah. Mungkin ada dari kalian yang tertarik, atau akan ku pasarkan via bekas.com.

Untuk furniture, akan kutitipkan dulu ke suatu tempat yang akupun belum tahu dimana. Mungkin dari kalian ada ide mau kutitipkan dimana. Gudang sewaan mungkin (pastinya ngga ada tikus lah.. kalo ngga, kasur ku bisa rusak deh). Untuk sementara aku akan tinggal di kosan supaya irit biaya.

Kosan sih pengennya buat tidur aja selama aku di Jakarta. Beberapa barang pribadi saja yang akan aku bawa, sisanya ya dititip bareng dengan furniture.

Ada kemungkinan juga kalau waktunya ada, mencari rumah kontrakan di daerah Bintaro yang cukup budget (yang kosong, tanpa furniture). Tidak perlu besar, yang penting muat menampung barang-barangku. Tidak banjir tentu saja.

Bagi siapa saja yang ingin membantu, niat, informasi, dan tenaga, aku sangat berterima kasih. Aku tidak mengharapkan bantuan uang koq.

Soulmate

Omong kosong semua tentang soulmate, once i thought. Kalau hati sedang berbunga-bunga, kita merayu dengan sebutan such asyou’re my soulmate” .. “kita kan soulmate”.

TV series favorit ku, The Simpsons, menceritakan pasangan Homer Simpsons dan Marge Bouvier. Sejak awal mereka kenal semasa SMA, Homer terkenal dengan murid bodoh dan terkesan gagal, sedangkan Marge menjadi murid cerdas dan top of the class. Dengan perbedaan yang mencolok itulah mereka ya koq akhirnya bisa menikah dan punya 3 anak. Apakah mereka soulmate?

Soulmate sendiri penjelasannya kadang rancu. Masyarakan umum mendeskripsikan dengan mudah bahwa soulmate adalah jodoh (memang jodoh dari sananya). Di wiki, soulmate dijelaskan sebagai made for eachother seperti halnya Adam dan Eve (ya iya lah, saat itu kan cuman ada mereka berdua – JK).

One could see another person they have never met in this lifetime and instantly hate or love them because of previous interaction(s) with the other in one or more previous lifetimes. The most popular use of this concept is the idea that devoted lovers may reincarnate together.

Tentu saja, kalau kamu percaya karma, kamu juga bisa percaya arti di atas.

Episode The Simpsons yang El Viaje Misterioso de Nuestro Jomer (The Mysterious Voyage of Homer) menceritakan bahwa Homer melakukan perbuatan yang Marge tidak suka, lalu berhalusinasi bahwa ia di datangi Coyote dan disuruh untuk mencari soulmate nya. Homer yakin sekali Marge adalah soulmate nya. Homer kembali ke rumah dan menemui Marge. Homer ketahuan bahwa melanggar janji, Marge jadi sangat marah. Marge malah membantah “Don’t soul mate me!“.

Homer pergi dengan kecewa dan berharap menemukan soulmatenya. Dia berjalan masih dalam setengah halusinasi. Akhirnya perjalanan Homer berhenti di sebuah mercusuar. Bukannya mencari soulmate, malah memecahkan bohlam mercusuar. Tiba-tiba Marge dateng out of nowhere dan membantu Homer. Homer kaget, bagaimana Marge bisa menemukan dirinya.

Homer: But how did you find me?
Marge: Well, I was sure you’d be on foot, because you always say public transportation is for losers. And I was sure you’d head west, because Springfield slopes down that way. And then, I saw the lighthouse, and I remembered how you love blinking lights. Like the one on the waffle iron.

Begitulah bagaimana Marge sangat mengenal diri Homer. Itulah yang dinamakan soulmate.

Sekarang, bagaimana mengaplikasikan kata ‘Soulmate’ ke keadaan realita? Apa iya ada? Kyk contohnya: kejadian paling sering adalah kebetulan lagi mau sms/nelpon eh tiba2 di telpon duluan :p