Risma, Ferry dan Deswita

Di tengah2 sibuknya pindahan barang2 ke rmh kontrakan yg baru, ada berita menyedihkan dari tanteku. Keponakannya, Risma, yang menikah sama Ferry Maryadi, dikabarkan retak gara-gara orang ketiga. Orang ketiga itu adalah Deswita Maharani.

Risma yang secara orangnya masih muda (11 tahun sama Ferry) dan masih lugu, kesian banget deh. Mereka kenal di dunia artis (Risma pernah main di Pernikahan Dini bersama dengan Agnes Monica). Pas melamar Risma, Ferry sudah ditolak sama orang tua Risma. Mungkin berasa kali ya, attitude nya kurang bagus. Tapi Ferry sampe melamar kedua kalinya, orang tua Risma ngga enak.

Begitu sudah menikah, Risma diminta Ferry langsung mengandung. Saat melahirkan, Ferry melihat prosesinya, dan selama setahun setelah melahirkan Ferry ngga mau berhubungan sama Risma. Ngga jelas alasannya apa. Yah, gampang lah ditebak, Ferry-nya jelas tetep butuh menyalurkan hasrat, gituloh. Aneh.. si Ferry maunya apa sih?

Baru aja hari ini masuk di detikhot, Risma mergokin Ferry dan Deswita keluar dari hotel. Anak-anak Ngelenong Yuk cuman bisa bilang sabar ke Risma. Ferry dikenal matre dan memandang sebelah mata orang yang tidak punya duit. Sampai berita ini turun, Ferry sudah ngga berani memunculkan wajahnya ke keluarga besar Risma.

Ceriwis Berakhir

Kebetulan banget, Ceriwis edisi hari ini, adalah edisi terakhir. Mereka sudah mengudara selama 4 tahun. Pasangan Indy ‘Tendy’ Barends dan Indra Bekti beserta Simply Fresh Band memang paling lama. Olga Syahputra baru masuk setahun belakangan sudah bisa memperlihatkan kecocokannya bekerjasama dengan Duo Tendy dan Bekti.

Di episode Special Moment ini mereka memutar kembali episode-episode seperti 1001 Malam Show, Hari Kartini, Hari 17-an, sampai juga ngerjain Bekti dan Tendy, dan yang paling seru ngerjain Olga. Olga dimarahin sama pejabat, sama Dorce, sampe bengong, gara-gara banyolannya membuat orang tsb tersinggung. Tampangnya kesian banget.

Aku sedih banget Ceriwis berakhir.. sama sedihnya pas Indy dan Farhan brenti mengudara di Hard Rock

Sama sedihnya juga pas Melaney Ricardo dan Lusi atau Melaney Ricardo dan Iwet Ramadhan.

Ceriwis bener-bener menyegarkan, jauh lebih baik daripada Dorce Show yang ingin ikut-ikut seperti Oprah, tapi materinya ngga dibuat dengan serius. Aku paling sebel kalo Dorce motong dengan ke-sok-lucu-an, padahal host nya ingin menyampaikan informasi berharga buat pemirsa.

Efek Kopi

Aarrrggghhh…

Kebiasaan tidur terbalik kyk kalong memang menyebalkan. Kebiasaan ini mulai sejak sekitar SMP. Sebenernya sejak SD pun suka tiba-tiba kecepetan tidur jadi jam 4 sudah terbangun, atau ngga ngantuk-ngantuk sampe jam 2 pagi trus jam 6-7 susah banget bangun dan berangkan sekolah. Kalo dulu ngga bakal bisa bolos sekolah gara-gara ngantuk karena tanggung jawab *halah! padahal bilang aja males bolos karena takut ketinggalan catetan / tugas-tugas.. daripada ngerjain sendirian*.

Kebiasan ini mulai merajalela ketika kuliah. Ya mungkin beberapa kali bolos (tanpa masuk kuliah sama sekali) karena semalaman begadang dan siangnya malah tidur pulas, walopun tidak sering. Paling parah adalah ketika besoknya sidang, semalam suntuk bikin contekan untuk baca (mem-presentasikan) isi skripsi. Oh yeah, I don’t like to speech in front of class.

Alhasil, pagi-pagi harus disogok dengan segelas kopi susu. Tidak perlu kopi pahit tanpa gula.. plus susu pun sudah cukup bisa membuat mataku melek. Skripsi sukses (sukses menurutku lho ya..) ketika bagian pertanyaan dari dosen pembimbing dan dosen penguji, aku tidak panik dan menjawab dengan apa adanya (jujur dan terbuka).

Aku bayangkan, klo misalnya aku tidur yg cukup, kondisiku pasti normal.. yaitu.. grogi, panik, cemas, malu, gemetaran, dsb. Tapi gara-gara ngantuk sambil didopping kopi, ya jadinya begitu.. mreketenteng kalo kata anak-anak mah.

2 malam ini aku tidak tidur. Malam yg pertama adalah Minggu ke Senin, ngga bisa tidur karena pas wiken kelewatan jam tidurnya yg akhirnya malah terbalik (siang kebanyakan tidur, malamnya ngga ngantuk-ngantuk). Malam itu dihabiskan membaca Harry Potter #7. Malam kedua dihabiskan main Age Of Emipre #3 yg campaign sampai tamat.

Oke, itu berarti di hari Senin aku bolos kerja untuk tidur sesiangan. Tapi ngga bisa terus-terusan begini. Hari ini selasa dan aku harus masuk kerja. Bukan, bukan ada meeting atau apa, ya tanggung jawab aja. Rasanya kelewatan aja klo mau bolos sampai 2 hari. Toh bos ku mengerti ada yg namanya ‘hari malas’ untuk sesekali waktu, tapi ya bukan untuk 2 hari.

Pagi tadi, aku minum kopi susu. Kopi susu itu bukan minuman kebutuhan setiap hari atau karena suka rasanya. Bisa dibilang, aku bukan peminum kopi. Apalagi kopi pahit. Nenek dan kakek dari mom kebiasaan minum kopi sore-sore jam 4. Masaknya pun pakai semacam panci khusus kopi, dari besi, khas daerah sono deh pokoknya. Mom sendiri terbiasa minum double shot setiap pagi, kalau ngga bisa sakit kepala. Bokap pun terbiasa minum kopi tubruk / seduh (?!) untuk pagi dan sore, masing-masing segelas.

Efeknya? Dahsyat!!! Pokoknya pagi tadi kyk keranjingan kerjaan. Pas mandi pun mikirin kerjaan, pas nyetir nelp sana sini ttg kerjaan, ngecek ini ngecek itu. Tiba-tiba otak jadi giat bekerja dan berpikir.. buset deh. Apa ini artinya efek kopi benar-benar mantabh sampe harus menjadi kebiasaan tiap pagiku? Oh no!