Resep: Aglio Olio yg Mudah

Sudah lama aku kenal makanan enak yang satu ini gara-gara si bos selalu pesan menu ini di resto italia. Gara-gara bos juga yg kalo makan suka ngga habis 1 porsi, dan suka memaksa aku untuk mengambil setengah porsinya *tau gitu kan gw ngga pesen menu komplit*.. Untung enak. Kesan pertama, kyk mie goreng nya mie instan, tapi jauh lebih enak. Setelah beberapa kali, akhirnya mulai ketagihan. Sempet lupa melulu sama namanya, akhirnya inget juga.

Aglio Olio

Sudah lama juga pengen eksperimen di rumah untuk membuat makanan ini. Aku yakin pasti mbuatnya mudah koq. Googling menu, dapat, langsung mencoba mempraktekkan. Aku sengaja menggunakan mie dari mi instan yang ada di rumah, supaya mudah.

Pertama-tama, siapkan dulu bahan-bahannya:

Mie Instan. Aku lebih suka rasa yang kuah ketimbang rasa goreng. Kita memakai bumbu MSG setengah porsi saja. Bubuk cabe-nya tidak dipakai. Minyak dipakai.
Mi Instan

1 – 2 siung Bawang Putih, cincang halus
Bawang Putih
Bawang Putih Cincang

1 sendok teh Bubuk Cabe Kasar
Cabe Kasar

1 sendok serpihan teh Daun Basil kering / segar
Basil

2 sendok makan Minyak Olive / Kedelai (klo bisa jangan Bimoli)
Minyak

Daun Seledri, cincang halus, secukupnya untuk garnis

Cara pembuatan:

Rebus mi setengah matang. Awas jangan sampai lembek. Tiriskan. Sisakan kuah rebusan mi sedikit (setengah gelas cukup).
Rebus Mi
Tiriskan Mi dan Sisakan Air Rebusan

Panaskan teflon setengah api. Masukkan minyak bawaan dari bungkus mi instan, dan juga 2 sendok makan minyak olive / kedelai.
Masukkan Minyak Mi Instan
Masukkan Minyak Tambahan

Masukkan bawang putih cincang, bubuk cabe, serpihan daun basil, setengah porsi bumbu MSG bawaan bungkus mi instan. Tambahkan air rebusan sedikit (2-3 sendok makan) untuk memudahkan mencampur semuanya. Tunggu sampai bawang putih dan basil menjadi wangi.
Masukkan Cincangan Bawang Putih
Masukkan Bubuk Cabe Kasar
Masukkan Bubuk Daun Basil
Masukkan Air Rebusan
Masukkan Bumbu Mi Instan

Masukkan mi yang sudah matang tadi ke teflon. Aduk-aduk mi dengan campuran bumbu tadi. Tambahkan 1-2 sendok makan air bila perlu. Aduk-aduk sampai mi terlihat kering. Angkat & taruh di piring. Beri taburan cincangan halus seledri di atasnya.
Masukkan Rebusan Mi Instan
Aduk-aduk
Aduk-aduk
Angkat

Aglio Olio yg Mudah, Done
Ukuran: 1 porsi.

Berita Akhir Tahun 2008

Menurut buku tabungan BCA ku, aku membeli hengpon Bebe tertulis di tanggal 19 November 2008. Kalo aku ngga salah, sejak saat itu kegiatan ngeplurk, nge-fesbuk dan ngebales email otomatis dilakukan di Bebe. Ya seperti pemakai Bebe yg lain, kebiasan mulai autis dengan Bebe muncul. Aku nya sih cuek aja, tapi Nugi nya yang suka ngeluh. Dalam hati, kyk dia ngga tau aja pas dia baru pake Bebe juga autis .. crang cring crang cring melulu.

Bebe termasuk gadget yang kupelajari tanpa membaca manual book. Bukan karena males, aku memang tidak malas membaca (termasuk manual book).. tapi karena udah ngga sabar pengen pake dan belajar otodidak, jadi ngga sempet baca, udah lumayan bisa. Menurutku, cara penggunaannya jauh lebih mudah ketimbang OS Windos for Mobile (yg sampe sekarang masih ngga ngerti). Kadang ada waktu sambil menunggu ngantuk, aku mengutak atik isi Bebe hingga ke pelosok detail setting, ya paling ngga supaya tau mesti kemana-mananya. Sedikit banyak juga sudah pernah mencoba Bebe nya Nugi, jadi ngga gitu kaget lagi.

Bulan Desember kemarin lumayan disibukkan oleh kegiatan dan kedatangan adek dari Malang, jadi bisa dibilang jarang sekali nyentuh komputer, tidak seperti sehari-hari biasanya. Kegiatan menjawab email kantor pun sudah bisa dibalas dari Bebe, dan juga masih sempet-sempetnya mengupdate plurk, hingga sekarang karmaku sudah 80-an dan mencapai nirvana (evil_grin).

Ketika adekku si Calon Artiz dateng, sudah kuracuni dengan Bebe, Kamera, Plurk, dan other cool things lainnya. Maklum, namanya juga calon artis, mesti uptodate sama apa yang ada di Jakarta, kan? Beberapa hari aku ajak dia jalan-jalan .. walopun masih sebatas mall (FX, PIM, err.. itu doang kyknya) dan MG Music, .. mestinya cukup. Karena kebetulan ada 2 resepsi yang bertepatan, mau ngga mau calon artis harus menemani managernya untuk ke salon dan ke resepsi itu. Yah, paling tidak Bandung sudah sempet dikunjungi, lah..

Hari pertama calon artiz dateng sudah terjebak macet di tol bandara yg dilanjut ke Dufan. Sepulangnya dari Dufan malah terjebak macet sampe 3 jam .. (gila ya bo, gw dari Mangdu aja ngga sampe 3 jam di jam yg sama). What a first day. Tapi hari-hari berikutnya calon artis sudah tidak kaget lagi dengan kemacetan karena tidak ada yg mengalahkan 3 jam itu. Thanks to kamera dan sunset, jadi ngga bosen juga di atas flyover.

Tanggal 24 Desember, aku dan calon artiz terbang ke Malang untuk mengembalikan calon artiz ke ibunya, dan sekalian liburan bagi manajer nya. Aku memang janji untuk pulang ke Malang untuk Natalan dan Tahun Baruan. Calon artiz sudah nge-tag aku untuk main capsa banting tiap malam. Katanya, dia bosan main capsa banting sama kakak dan papa doang.. (cozy).

28 Desember 2008 adalah hari yang ter-buruk (i think) yang semoga di kehidupan mendatang tidak akan terjadi lagi. Hari itu, kita sekeluarga diundang makan-makan di rumah tante (adek papa) dengan tidak tau dalam rangka apa. Gosip nya (halah.. gosip) kakek ultah. Tapi pas ditanya ke tuan rumah, bukan karena itu alasannya. Kami, para sodara sepupu 3 + 2 + 3 + 4 ditambah 2 anggota baru ipar (dan 2 calon ipar) dan 1 keponakan kecil ngumpul. Kami ber-12 termasuk cukup dekat dan sering ngumpul sejak kecil. Ketika sudah besar ini, rata-rata sudah agak jaim. Kami yang lebih urakan, memutuskan main capsa banting yang kemudian aku ajak ke taman belakang. Tidak lupa berfoto-foto. Mereka yang lebih jaim dan merasa dewasa, ngumpul di ruangan bergosip sambil menjaga keponakan pertama kami, Ivi.

Sepulangnya dari acara, kami menuju perumahan dekat Univ Ma Chung di daerah Tidar, untuk menemani calon artis belajar naik motor dan kakaknya belajar naik mobil. Tidak disangka tidak dinyana, di sanalah dimulai kejadian yang tidak enak sepanjang tahun. Rasanya seperti kerampokan! Kesal, marah, sedih, benci, stress, pusing, panik, cari solusi, sampe akhirnya capek dan ketiduran. Sleep is the best remedy.

*postingan ini sengaja ditutup dengan sad ending*