It’s a new dawn, It’s a new day, It’s a new life

Birds flying high
You know how I feel
Sun in the sky
You know how I feel
Reeds driftin’ on by
You know how I feel
It’s a new dawn
It’s a new day
It’s a new life
For me
And I’m feeling good

Per tanggal 1 Juni, aku mengontrak rumah di Bintaro Sektor 9. Jauh memang, tapi karena aku sudah cukup familiar dengan daerah Bintaro, dan juga akses jalan tol ke Pondok Indah maupun Tanah Kusir sangat mudah (asal tau jam menghidari macet). Dari Mei, aku dan simbak di rumah sudah membongkar one by one kardus mama dan aku yang dari sejak pindahan Rempoa – Kemang (tahun 2003-an) belum pernah dibuka. Believe me, bahkan masih ada dus dari jaman pindahan dari Pondok Indah – Rempoa (tahun 1994) yang juga belum kebuka. Jangan ditanya seberapa banyak barang yang waktu itu bongkar, dan berapa banyak yang sudah dibuang / dikasihkan ke orang lain, dll. Mblenger itu namanya.

Akhir bulan Mei, Pak Agung, tukang langganan nemu rumah kontrakan di komplek yang sama dengan Tublub tinggal. Bagus deh.. Bisa fokus untuk memindahkan barang-barang. 40% barang-barang pribadi mama dan aku masuk ke rumah itu. 1 kamar tidur dipakai untuk gudang (yang juga sudah penuh sampai hampir nempel plafon) dan 60% ke rumah BSD. Kali ini giliran aku yang menjadi anak kos.. cukup dengan 1 kamar, 1 kamar mandi, dan dapur.

Rumah kontrakan ini ternyata enak. Cukup mudah merawatnya (mestinya). So far masih bisa di-handle, hanya saja kejijik-an ku dengan kecoak masih belum bisa disepakati kedua belah pihak (aku dan kecoak blum ada agreement untuk tidak saling trespassing). Lumayan juga karena googling, aku bisa menyiapkan bubuk soda kue, semprotan air cuka, dan kapur anti serangga dari Bagus™, tapi ya harus rajin-rajin apply itu semua di jalur trans-kecoak.

Sekarang posisi-posisi barang masih semi berantakan, belum ditata layaknya rumah. Kamar utama sudah cukup nyaman untuk ditinggali. Ada kasurku dari jaman masih di Rempoa (dari Latex ternyata, aseekk), ranjang putih lamaku dipotong ngikutin ukuran kasur ini, lebar 160cm soalnya. Trus lemari baju masih 50% baju yg sering dipakai, sisanya dipenuhin handuk dan seprai (harus kupindahkan entah kemana). Meja komputer masih seadannya, punggung makin melengkung dah..

Ruang tamu masih banyak dus dan barang-barang di sudut tembok. Daerah kamar mandi juga belum total menatanya. Masih harus ubek-ubek 3 kardus isi peralatan kamar mandiku dulu. Dapur sudah bisa dipakai dengan nyaman dan luas. Meja bulat dipojokan sudah bisa dioperasikan, dikasih taplak dan bantal kursi. Dispenser mini sudah ada, cukup air dingin saja. Kompor 1 burner dengan tabung biru (lebay ga se?) juga sudah beroperasi dengan baik. Keran cucian sudah diganti yang melengkung biar nyuci nya enak. I love washing the dishes, daripada pekerjaan rumah lainnya. Kulkas 1 pintu juga sudah ok, walopun isinya penuh-nuh. Sudah ada rice cooker mini yg kalo masak nasi cuman stengah cup saja (haha), trus bread toaster yg bisa loncat klo dah mateng (ni berguna kalo males masak buat sarapan), dan microwave (aku memang anak microwave sejak SMP.. hihihi). Mesin cuci baru dipasang instalasinya kemarin, tapi blum dipakai soalnya gantungan bajunya belum beli.

Kebiasaan juga sudah berubah. Sudah harus nyapu sendiri, ngepel sendiri (walopun ada vacuum cleaner), nyuci dishes (ah ini sih ngga masalah), kunci rumah klo pergi dari rumah (pernah kucinya HAMPIR aja ketinggalan nyolok di pintu utama sbelah luar, blaen iki!), trus harus dibiasakan beli bahan makanan biar ngga kering/basi di rumah, tapi juga ngga boleh beli over *gmana cobak???*. Ohya, jangan kaget kalo ada yang mampir ke rumah, aku minta tolong buangin kecoak *YUCK*.

Kebiasaan pagi-pagi: bangun dan menyiapkan makanan sambil ditemani acara gosip pagi (tv akhirnya diputuskan untuk ditaruh di luar kamar aja dengan kipas menghadap bagian kursi dimana aku duduk sambil nonton dengan membelakangi pintu ke arah taman yg kalo pagi cukup sejuk). Lalu mandi (heater yg instan, tanpa nunggu 15 min buat memanaskan air). Pintu depan masih tertutup rapat, karena aku masih lumayan anti-sosial.. hahaha.. Mandi, dandan, pakaian, langsung brangkat. Tadi sempet pengen mampir tukang sayur, tapi koq kyk masih kagok ya? Padahal telor tinggal satu, dan aku blum punya sayuran di rumah selain daun bawang. Habis itu mampir deh ke tempat cuci mobil yang biasanya 15rebu-an.. eh ada pengumuman per tanggal 1 Agustus mau naik ke 20rebu *hmph*.

Yang punya sudah mandi, mobilnya juga harus mandi biar bersih *clean freak*.

You Might Also Like

9 thoughts on “It’s a new dawn, It’s a new day, It’s a new life
  1. persiapan jadi ibu rumah tangga, nanti tinggal nambah 1 orang lagi yang diurus hihihi.
    btw tiap hari cuci mobil? seminggu sekali aja

  2. Mulai bertanggung jawab sama diri sendiri… Bertanggung jawab sama hidup, kalo telor mah beli yg banyak sekalian… Jangan makan indomie mulu… Makan sayur dong… Selamat menempuh hidup baru ya… Hahaha…

  3. PEMILU LEGISLATIF 2009
    Mbah Man Ayo Terus Maju

    Pada pemilu legistlatif 2009 dilingkungan Mbah Man ada yang NGACO, yang NGACO itu adalah PENGURUS LDII (KETUA DPD LDII), sudah tahu bahwa dan telah disebutkan dalam teks bahwa kalo ada Anggota LDII yang mencalonkan diri maka anggota yang lain supaya memilih masih saja dilanggar aturan ini.

    Bukti nyata di DAPIL VIII (Kab. Mojokerto, Kota Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kab. Madiun, Kota Madiun) sudah ada AMROZI anggota LDII puluhan tahun mencalonkan diri sebagai CALEG, tapi dengan sengaja diKACO oleh DIDIK TONDO SUSILO (KETUA DPD LDII, WAKIL DPD LDII PROP. JATIM, DEPARTEMEN HUKUM DPP LDII) bersama temannya SOFYAN JAUHARI (PONDOK GADINGMANGU) membawa jago lain yang bukan anggota LDII. Kedua orang tersebut mendatangi seluruh pimpinan LDII di 6 Kota tersebut dengan membawa KATABELECENYA orang kuat.

    Diperkirakan motif ke dua orang ini adalah telah menerima duit.
    Jadi kalo anda didatangi kedua orang ini supaya hati-hati karena kasus lain akan segera kami ungkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *