Jimat?!?! #2

Kembali lagi berurusan dengan per-jimatan! Kali ini bukan rumahku, bukan juga ditujukan ke aku ataupun orang yang kukenal, thank God.

Ketika Pak Agung, mandor sedang menggali sebagian area taman dengan kedalaman sekitar 2 meter, dia menemukan sebuah botol kaca, semacam botol dari kaca warna coklat. Mungkin bagi Pak Agung yang sudah mengenal barang-barang ajaib yang suka ditanam dengan maksud tertentu, segera memanggilku, memperlihatkan hasil temuannya.

Awalnya aku ragu bahwa botol ini ada maksud tertentu ditanam.. siapa tau memang maksudnya rongsokkan yang ingin ditimbun tanah *lugu bener sih pikiran gw?!*.. Tutupnya yang terbuat dari besi tipis itu segera dibukanya.

Terlihat seperti gulungan kertas yang diikat oleh kain panjang warna biru muda. Eh? Berhubung rada susah mengeluarkan kertasnya, akhirnya kita ambil keputusan, ayo kita pecahkan botolnya biar ramai! Biar gaduh sampai mengaduh!

Sebelum dipecahkan, kita berdua berdoa dengan agama masing-masing. Semoga orang yang membongkar botol ini (kami berdua), yang membuat, yang memesan, dan orang yang ditujukan, tidak terjadi kejadian apapun. Bahwa botol dan isinya ini tidak ada gunanya, tidak mengakibatkan kejadian apapun, dan dilindungi sama Tuhan Pencipta Kita Semua. Bahwa botol dan isinya akan segera dimusnahkan, supaya tidak disalahgunakan oleh orang lain.

Langsung saja gulungan kertasnya dibuka dari ikatan kain biru *nafsu pengen tau isinya*..

Ternyata, isinya beneran kertas yang sudah dicoret-coret dengan gambar perempuan (ala stickman) lengkap dengan anting-anting segitiga, tapi tanpa rok.. *aneh*.. Kita sempet tertegun beberapa saat dengan pikiran masing-masing..

Aku berpikir, betapa kasihannya orang yang ditujukan oleh jimat ini 🙁 entah itu untuk mencelakakan atau supaya perempuan ini naksir kepada si pemesan jimat.

Kertasnya saja keliatan main asal nyomot kop surat perusahaan di daerah tanah kusir..

Gambar stickman perempuan ditusuk 2 buah paku, melintang di area kepala dan area dada. Entah apa itu maksudnya. Pak Agung sempet bilang, “ih bau minyak mistis” *hai donceh*.. yang menurutku mirip minyak aromaterapi frangipani *hahaha* ..

Akhirnya kita putuskan untuk dibakar saja..