Sindrom Takut Tahun Baru

Aneh ya? Dari judulnya aja udah aneh.. bisa jadi postingannya lebih aneh lagi..

Plurk

Postingan Plurk di atas bukan hanya asal posting, tapi sudah berasa sekitar beberapa jam sebelum memasuki tanggal 31 Desember 2009. Yup, setelah memasuki tahun 2010 ini, kita ngga bisa lagi secara apal di luar kepala untuk menuliskan ” ’09 ” lagi.. pasti harus ” ’10 ” yang menurut gw ngga keren blas *alesan ga penting ya?*.

Memori pada tahun 2009 jelas sama banyaknya dengan tahun-tahun sebelumnya, 2008, 2007, 2006, 2005, dst.. porsinya tetep sama. Bobot juga bisa dikatakan sama lah. Orang-orangnya pun ngga gitu jauh beda. Pengalaman, masing-masing tahun memang ada serunya. Mungkin yang beda, di tahun ini database foto-foto tidak sebanyak tahun sebelumnya. Minat memotret sudah rada menurun, tapi ya masih motret sih.. Coba liat aja di flickr, database di tahun 2009 kan tidak banyak, padahal udah bayar flickr premium 2 tahun sekaligus.. *brasa rugi.. dasar cina pelit*

Tahun ini.. akhirnya gw berhasil menguruskan tubuh, menurunkan berat badan. *yay*.. Dari sempet 66 kilo (ugh.. kalo nginget ini rasanya keki berat, ga bisa beli baju yang freesize yang kadang-kadang suka lucu bentuknya).. perlahan-lahan menjadi 60 kg di sekitaran bulan April. Rahasianya? du du du.. mending nanya langsung pas ktemu aja ya.. lagi males nyeritain sih. Begitu sudah kurus, diikuti dengan kebiasaan buruk yang baru.. (yang mana sebagian besar dari kalian juga sudah mulai ngeh, tapi ga perlu gw sebutin di sini) gw jadi lebih pecicilan untuk pergi sana pergi sini. Dunia serasa baru.. mencoba ini itu yang baru.. ketemu temen-temen lama yang baru ketemu lagi, ketemu temen-temen baru juga yang makin asik dan seru, dan hal-hal seru lainnya. Rupaya perubahan menjadi kurus memang dampaknya banyak 🙂

Tahun lalu dan tahun sekarang diwarnai dengan pindah rumah. Tidak banyak yang bisa diceritakan dalam kepindahan rumah ini, selain merepotkan dan menguras dompet. Makin banyak barang-barang yang gw butuhkan tapi gw udah buntu nyarinya dimana. Sepatu All Star fav gw entah nyelip dimana.. Software Notebook Vaio gw juga lupa naruhnya dimana, padahal tu Vaio pengen gw jual. Buku komik cerita tentang nabi-nabi Islam juga entah lagi dimana.. di kontainer yang mana, yang ketika ngeliat tumpukan kontainer, udah nyerah duluan untuk nuruninnya. Soalnya ditumpuknya menjulang tinggi dan berat.

Tahun ini untuk pertama kali gw tinggal sendiri tanpa pembantu. Makanannya lebih berantakan lagi. Di rumah hanya nyetok indomi. Sekali-dua kali sebulan masak (selain indomi lho ya). Tapi gw akhirnya bisa minum jus atau yoghurt hampir tiap pagi, yang menurut gw menyehatkan *at least*. Makan siang tinggal nyari di seputaran kantor, seputar Soto Ayam yang hanya 6000-an (i know.. i know.. kalian mungkin sudah bosan membaca plurk gw setiap siang berturut-turut makannya itu terus.. habis enak sih), Fettucine Carbonara yang hanya 10.000-an, dan makanan standart lainnya untuk orang kantoran.

Ohya!! Berkaitan dengan kurus, nafsu makan gw juga berubah. Porsi lambung gw udah mengecil, 2-3 suap udah kenyang (kenyang jawa). Beneran! Jadi tahun ini tidak tertarik wisata kuliner sama sekali. Plain! Apa adanya di depan mata, cukup deh. Yang penting perut bisa diisi ketika diperlukan. Banyak-banyak minum juga udah kenyang. Malem juga udah jarang makan, kecuali ngemil ceplok telor, atau apalah ..

Sukurlah, gw dikelilingi orang-orang yang care dengan gw,.. salah satunya Pak Agung yang mau aja mbersihin rumah gw (sapu ngepel) sebulan sekali.. yah itung-itung buat tambahan dia. Lagian rumah gw juga jarang dikotorin, paling ya debu, rambut rontok, yang tinggal disapu seminggu sekali juga beres. Sekalian juga Pak Agung cek cek kali aja ada kebocoran, ini itu.. *senangnya*.

Tahun ini, pastinya ada suka dan ada duka.. akan tetep tahun yang menyenangkan buat gw. Dan gw sangat berat hati harus menutup kalender (bukan ngomongin “KB sistem kalender” koq) tahun 2009.. untuk mengganti ke kalender 2010. Kalender meja gw yang dikasih bokap (Unicon, perpajangan kabel, percabangan stopkontak, dll) , harus diganti sama kalender baru dari produk Kefit (kefir + rasa jus).. Ini bikin gw makin doyan pesan Kefit buat sarapan sehari-hari *?!?* setelah setahun mikirin bentuk-bentuk percabangan stopkontak yang lucu-lucu.. *damn*.. Untungnya, kalender Japanese Restauran Kin No Taki udah gw kasi ke si Rini, akunting di kantor gw.. biar pipinya makin tembem, hahaha..

2009.. I will miss you so much. Maaf ya, 2009, gw jadi jarang ngeblog, jarang moto-moto juga.. jadi memorinya hanya numpluk di kepala.. yang kian hari akan terkikis dengan hari-hari baru di 2010 *tendang 2010 si tukang nimpa memori!*

This Fucking Day

Kyknya bulan ini menjadi bulan terberat di tahun 2009. Sibuk di kantor sih ngga begitu, so so lah. Tapi sibuk berpikir, ya. Sangat menguras ruang otak gw, menguras energi (pastinya, sampe udah tidur 10 jam, tapi di kantor masih aja ngantuk), mempermainkan emosi.. mellow, kesepian dan membosankan.

Gw harus menentukan jalan hidup gw untuk kedepannya. Sebuah keputusan yang harus gw tentukan arahnya, yang mana gw juga ngga tau akan mengarah kemana. Gw coba kasi deadline sebulan, dimulai di minggu pertama di bulan Desember ini. Oke, masalah durasi waktu berpikir ini, gw ga gitu mau mematok, tapi gw usahakan keputusannya sudah bisa muncul di minggu ke empat.

Pikiran ini selalu muter muter muter muter muter .. lalu lalang di kepala gw. Membuat gw juga susah fokus ke kerjaan. Saat ini, sudah melewati minggu kedua. Bayang-bayang keputusan yang akan gw ambil sudah ada. Ketika gw review dari pemikiran gw seminggu yang lalu, ternyata beda. Itu menunjukkan bahwa keputusan gw masih bisa berubah nantinya, tapi gw juga ngga tau ke arah mana.

Berbagai orang sudah gw ajak diskusi, dengan berbeda cara pola pikir, macam-macam jawabannya. Intinya, gw harus memutuskan sesuai dengan hati, bukan secara rasional. Udah lama gw ngga mendengarkan apa kata hati gw. Udah terlalu sibuk dihujani dengan problem-problem kehidupan selama setahun ini, sampai gw ngga tau lagi harus berpikir apa.. gw hanya mengikuti arus air saja, let it flow.

Gw sudah menyendiri, tapi gw kesepian. Gw mencari hiburan sesaat, melupakan sejenak problem, mengenyahkan beban ini.. tapi kembali juga. Tiap gw mau tidur.. pikiran ini pasti muncul lagi muncul lagi. Beberapa kali garis besar pemikiran ini gw catet di notepad supaya gw ga lupa ketika nanti gw bangun, .. tapi ketika gw bangun, pikiran gw udah berubah lagi. Ngga ada yang fix, semuanya berubah-ubah.

Mood gw juga berubah. Dari tadi pagi senang, siang biasa saja, sore sudah mellow, dan berubah menjadi bithcy. Tiba-tiba denger lagu di radio di perjalanan pulang, bisa nangis. Sampai rumah yang tadinya pengen tiduran, berubah menjadi bosan.. pengen jalan, tapi ngga tau kemana, sama siapa. Kebetulan lagi ngga ada yang ngajakin jalan sih.

Dari yang care, menjadi cuek, menjadi panik dan resah.. dan menjadi super cuek. Don’t ask.. gw juga ngga tau.

Beberapa hari yang lalu sempet enjoy dengan distraction, merasa ‘kuat’ untuk memikirkan problem ini, tapi hari ini malah merasa sangat amat berat.. ingin rasanya mengenyahkan semua pemikiran ini keluar dari kepala. Arrrggghhh.. kenapa sih masalah dateng bertubi-tubi? Kenapa sih makin kita bertambah umur, makin sulit untuk mengambil keputusan? Makin banyak parno, makin luas jangkauan pemikiran, kurang impulsif.

I need Baileys to relax my mind.

Blast From The Past

Sudah lamaaaaaaaa sekali gw tidak menulis sesuatu yang berbobot di blog ini. Entahlah, mungkin karena topik pembahasan sudah terlalu tercurahkan di miniblog semacam plurk dan twitter maupun status FB. Damn, them all, haha..

Semalem lagi ubek-ubek file lama, nemu hasil tulisan gw yang menurut gw termasuk bagus. Kalo ga salah, gw nulis ini sekitar awal tahun 2005, menjelang gw lulus dari UI. Topik dari tulisan gw adalah penjelasan putus dengan mantan gw waktu itu. Berhubung dia penulis yang bagus, gw jadi tertular untuk menulis dengan bagus juga.. Sayang aja kalo dibuang begitu saja. Membacanya, membuat gw bersemangat untuk menulis lagi..

Noted: isi tulisan di bawah ini tidak ada hubungannya dengan keadaan gw sekarang..

Aku baca-baca kumpulan email kita. Aku suka baca yang isinya ‘mengapa kamu mencintaiku’. Membuat aku bersemangat untuk bersabar. Semua yang aku ragukan sudah kamu jawab di sepanjang email tersebut. Bahkan tentang statusmu, future kita, keinginan kamu. Ada baiknya kalau aku lagi resah, dengan membaca itu jadi agak tenang. Karena tidak selamanya kamu sabar menghadapi keresahanku.

Kadang aku bingung berpikir tentang hubungan kita. Kita kembali lagi kepada hubungan saling sayang saling cinta, tanpa future. Ya benar kita saling cinta, ingin bersama, ingin menikah. Lalu aku bertanya, apakah kamu mau mewujudkan hal tersebut? Kalau mau, kenapa tidak berusaha? Kenapa tidak melakukan sesuatu?

Bingung aku. Tidak mengerti!

Ketidak mengertian ku membuat aku marah, kesel, nangis, kecewa. Aku tidak mengerti apa maumu. Aku tidak mengerti apa tujuan hubungan kita. Aku tidak mengerti musti bagaimana. Aku sumpek dinasehati oleh mama, atau oleh tante. Aku bingung dengan sikap apa yang harus ku ambil. Meninggalkanmu? Aku terpuruk, aku menderita.

Hatiku tidak mau berpisah. Hatiku masih menginginkanmu. Hatiku bingung harus bagaimana. Otakku marah karena hasilnya tidak sesuai dengan keinginan. Otakku marah dan ingin meninggalkanmu. Diriku tambah bingung menghadapi semua emosi dan pikiran ini. Bisa kamu lihat sendiri, aku menerima, aku minta putus, aku bingung, dan kita bareng lagi.

Kamupun mungkin juga bingung. Kamu sulit memutuskan. Kamu juga nangis dengan keadaanmu yang susah untuk mengambil keputusan yang benar. Kamu sendiri punya masalah yang tidak mudah.

Kita sempat berdiskusi. Mengenai masalahmu secara overall. Aku mencoba membantu.

Dua hari aku berpikir (ah, kalau ‘berpikir’ sih setiap saat). Ya aku mencoba menerima. Aku mencoba beradaptasi. Aku bukan dinosaurus yang punah karena tidak bisa beradaptasi. Kemampuan adaptasi ku pun tidak selamanya ada. Ada keinginan dari diriku yang membuat aku bisa beradaptasi. Maksudnya, bila ada kasus serupa, belum tentu aku mau bertahan, bisa saja aku memilih mundur dan mencari yang lain. Aku masih punya keyakinan akan dirimu. Itu yang membuatku bertahan. Tidak tahu dari mana datangnya.

Orang disekitarku mulai tidak sejalan dengan pikiranku. Mungkin mulai mencerca, tapi aku tidak peduli. Ya, aku memang terbiasa memilih jalanku, meskipun kupingku panas mendengar mereka. Tapi aku yakin, sampai kapanpun mereka tidak akan berhasil merubah keinginanku. Aku memang keras kepala, dan inilah hasilnya.

Aku masih ada keyakinan, keinginan, harapan, optimis. Tapi aku harus me-reduce nya sedikit. Tidak sebanyak kemarin. Kalau tidak, jatuhnya akan sakit. Apa sih yang aku hadapi di singapore? Sama halnya dengan saat kamu akan pergi ke singapore. Menghadapi hal baru, lingkungan baru, suasana baru (bahwa tidak serumah dengan mama lagi), dll. Semua itu exciting!

Kejadian kemarin membuatku berpikir kembali. Ah, yang namanya berpikir mana pernah berhenti?! Ya kan?

Kamu gelisah, kamu marah, kamu sms terus, bahkan sampai menelpon. Tidak, aku tidak mengeluh sedikitpun. Tidak juga ‘menikmati’ dalam hal konotasi (bahwa aku menyiksa kamu, sehingga kamu gelisah), tapi membuat aku merasakan bahwa kamu membutuhkan aku. Kamu mencari aku.

Secara umum aku menilai, hubungan kita baik-baik saja. Jealous, hal biasa. Mencari-cari, normal. Saling membutuhkan, sehat. Apa yang kita jalani persis seperti orang bisa pacaran, berhubungan. Aku membelikan kamu sesuatu, kamu pun juga begitu.

Keadaan kita ini, kita sendiri yang membuat. Kita yang mengatur. Kita yang mendesain. Kita yang menjalani. Dan hanya kita yang mengerti.

“Seperti apa arah tujuannya?” Tidak tahu. Yang penting kita saling cinta, saling sayang.
“Sampai kapan?” Sampai kita tetap saling cinta dan saling sayang.
“Bukan, maksudnya, sampai kapan hal ini terus berlangsung seperti ini?” Ngga tau deh. Lho.. bukan aku yang tahu. Hal ini hanya tergantung kamu.

Nah, sekarang, apa yang bisa aku lakukan, selain tetap mencintai, menyayangi, memberikan perhatian ke kamu? Kesabaran.

Itu kuncinya. KESABARAN. Aku mencintai, menyayangi, memberikan perhatian, semuanya.. tidak terbatas. Tidak ada batas waktu sampai kapan. Tidak ada deadline. Tidak tergantung apapun. Jalani saja seperti air mengalir.

Tidak berharap? Enggak juga, aku punya harapan. Aku ingin bersamamu. Mungkin saat ini hanya itu yang bisa aku inginkan. Tidak, aku tidak ingin menikah denganmu dalam watku dekat. Ah, aku masih muda. Ngga mau punya buntut dulu.

Sekarang, bagaimana menanggapi statusmu? Ah, bingung aku. Disatu saat aku ingin cuek dan tidak peduli, disaat lain aku ingin tahu untuk memuaskan keingin tahuanku. Aku bukan orang yang akan menyesal untuk tahu semua hal, baik atau jelek. Tidak perlu menyembunyikan dariku. Aku akan marah bila disembunyikan. Yah, beri saja jawaban bila aku menanyakan. Aku toh sudah tahu konsekwensinya, jadi buat apa menyesal? Tidak ada gunanya.

Aku membingungkan? Tidak juga. Bagiku, aku adalah paling mudah dimengerti. Lho, ada apa-apa, tanya saja. Aku akan buka mulut kapanpun, dimanapun, saat apapun, dalam senang, marah, sedih, dll. Aku tidak akan diam.

Sampaikan apa maksudmu. Keinginanmu. Pandanganmu. Ceritakan ke aku. Buat aku mengerti. Buat aku memahami kamu. Menulislah lagi padaku. Luangkan waktumu. Aku butuh kamu, butuh tulisanmu, butuh curahanmu.

Welcoming December

berakit-rakit kita ke hulu
berenang-renang ke tepian
bersaki dahulu senang pun tak datang
malah mati kemudian

Dimulai tanggal 1 Desember, gw tergerak untuk memasang pohon natal. Moment memasang pohon natal itu seru dan haru.. reminds me of my dad.. dulu pas kecil suka pasang pohon natal bareng *miss you dad*. Tapi entahlah, di hari berikutnya, koq tetep belum masuk ke gudang untuk ngubek-ubek pohon natalnya. Padahal pohon dan hiasannya ada di box yang sama. Coba kali aja habis mosting ini, aku tergerak untuk mengambilnya.

Tanggal 5 Desember nanti akan ada kopdar akbar di Savoy Homann, Bandung, kawinan Kang Jay dan Shinta. Ketika mereka mulai memasang foto pre-wed, lalu membagikan undangan kepada beberapa anak Bandung, dan akhirnya mengundangku via invitation facebook, I’m so happy for them. Tentu saja gw pengen nikah suatu saat. Tapi paling tidak dengan menikahnya mereka, gw udah berasa excited.

Jojo, my little bro udah rencana ngajak ke Bali.. awalnya. “Lebaran kemarin kan CC ngga bisa, jadi diganti liburan Desember aja”, ceunah. Hmm.. masih mikirin harga tiket yang pastinya melambung, ya secara belum pesan karena belum tau tanggal pastinya. Tapi Akhir November kemarin Jojo ngubah rencana. PaMa mau ngajak ke Malaysia sekalian mau cari-cari Uni buat David. Wah, jalan-jalan ke Malaysia? Mauu.. (padahan cuman kepengen ngecap paspor doang.. hahaha). Jalan-jalan ke KL mah.. aku nya aja kali ya yang ngga tau mau kemana..

Minggu lalu, aku udah nyempetin ke Singapore untuk ketemu Mom. Udah 1.5 tahun ngga ketemu Mom *kangen abis*. Mom udah pindah apartemen (kalo di Spore sih nyebut nya Condo). Very nice, Mom. Mom sendiri emang bakat nata rumah, ga kyk anaknya yang satu ini, hihi.. Paspor sudah ke-cap untuk tahun ini (padahal tahun ini hampir habis).. pfiuhh! Kalap belanja-belanji. Beli kacamata baru, beli banyak rok (dan dapet banyak lungsuran rok juga), mumpung ah, sekarang kan lagi jaman pake stocking hitam pekat.

Kemarin sempet pulang dari Tasik, lanjut kopdar ceria (semacam pre-kopdar nakal, ga jadi kopdar nakal beneran seperti ajakan Donceh). Nginep rumah Abi .. sempet merasa canggung, tapi Abi udah gw anggep kakak gw yang mengerti betapa nakalnya adiknya ini.. hihi. Temenku di Bali yang doyan dugem dan selalu nungguin kapan gw dateng *waving on Ngurah* sempet chat ma gw.. setiap chat, selalu nanyain kapan ke Bali, kangen mabok-mabokan ama Mbak Golda. Aduh.. Ngurah, Bali kejauhan, lagian suasanya udah ga enak, ya secara udah ngga dapet Panther buat bolak balik Gianyar – Kuta lagi. Di Bandung aja udah bisa dapet itu semua.. hahaha *duh bandel banget sih gw*.

Undangan kawinan pun datang lagi.. berhubung gw udah di tag duluan, jadi gw mencoba berusaha menepati janji, agar bulan Desember ini ngga pergi ke luar kota. Jatah Singapore sudah dilaksanakan. Jatah Malang bisa Imlek nanti. Jatah ke Yugo ada kemungkinan Juni tahun depan bareng Mom & adek. Jatah ke Malaysia (diajakin temen nyokap) bisa nanti-nanti lah.. ngga urgent. Jatah ke Bali.. err.. mending si Ngurah yang gw ajak ke Bandung, secara dia ngejar cewek yang lagi kerja di Bandung.. hihihi. Jatah kemana lagi? Belum ada kyknya *twist my finger*.

Rencananya, anak pertama adek bos (bos juga sih jadinya) bakal lahiran. Aku udah pasti harus standby buat wira-wiri, bantu ini bantu itu, paling tidak munculin muka lah di rumah sakit nanti. Tuh kan, sudah pasti ga bisa kemana-mana deh.

Lucu aja, tadi sempet nerima info/berita yang cukup mengagetkan. Tentunya ngga mungkin aku cerita di sini, meskipun nama disamarkan. Walopun tadi pas lagi unpacking belanjaan, sempet kepikir untuk nulis betapa berliku-likunya info tersebut. Si A bilang sesuatu rahasia. Si B bilang sesuatu rahasia. Padahal rahasia tersebut ada hubungannya. Gatel sih.. tapi gw terikat janji untuk tidak bilang ke siapapun, dan gw bermaksud menepatinya. Sukur-sukur suatu saat rahasia tersebut sudah menjadi rahasia umum, mungkin aku bisa cerita betapa lucunya rahasia yang aku simpen ini.

Bulan penghujung tahun ini aku juga menunggu suatu keputusan yang sangat penting sih sebenernya. Tapi aku ngga tau kapan saat yang tepat untuk mempertanyakan tentang keputusan ini. Nunggu wangsit, kalo kataku ke Tante. Si tante malah bilang, duh udah lama ngga denger kata ‘wangsit’.. haha. Biasanya, I will let it flow ajah.. ngga pusing mengatur sikon, ngga pusing cari jadwal, ngga pusing cari tanggal baik *halah*.

Di bulan Desember ini, aku pengen menikmatinya sebagai bulan musim dingin (dingin sih kalo di Bandung) .. dan hujan terus di Jakarta, bulan penuh kenangan masa natal di Malang, bulan untuk mencoba rajin ke gereja (haha), bulan untuk pasang pohon natal, bulan yang ditemenin playlist lagu-lagu natal, bulan terakhir sebelum mempersiapkan tahun baruan mau di mana ya?