Saking Sibuk Sampai Hilang Eksistensi Hati

Gw ngga tau mesti posting blog serius atau santai atau hanya sekedar cacian dalam hati.. Sudah beberapa kali posting rada serius (menurut gw) dan sekarang gw merasa ngeblog itu hanya sebagai tuntutan supaya blog tercinta ini ngga dicuekin seperti hal nya Jeng Enda dan Mas Priyadi. Menurut Ichanx, kita harus rajin blogwalking dan meninggalkan jejak (seperti yang rajin kita lakukan jaman medio 2004-2006) supaya menambah banyak komen yang nantinya akan banyak menambah semangat untuk terus menulis. Yah, well, gw ngga punya kebiasaan menjawab para komentator sih, ngga kyk di fesbuk. Why? Karena si penulis ngga 100% akan mengunjungi balik untuk hanya melihat apa komennya dibales / engga. Emangnya fesbuk, kalo dibales, ada notifikasi ke pemberi komen sebelumnya.

Beberapa kejadian penting baru terjadi bulan ini. Mulai dari tidak konsen di kantor, berteman dengan teman lama, mantan yang ulang tahun (jadian = makan-makan, putus = minum-minum, ultah = karaokean) berita baru dari kampung halaman yang akan mengubah hidup, dimulainya kesibukan pencarian jati diri *eh* maksud gw pencarian produk lain koq.. Belajar hal baru mengenai birokrasi, dan hal-hal penting-ngga-penting lainnya. Kesibukan di akhir bulan adalah kedatangan nyokap ke Jakarta setelah beberapa tahun belum menginjakkan kakiknya di Jakarta.. tiap hari menelpon minta ini itu.. untungnya gw masih patuh (ahai!) belum ngedumel.

Intinya, gw merasa bulan Maret ini seperti nasib diombang ambing. Kadang di atas, kadang di bawah (emangnya posisi apaan? Huh.. jangan ngeres dulu!), perasaan yang on-off-on-off, emosi yang berputar dari 0 – 360 derajat, kesibukan yang gonta ganti topik (dih, si Topik suka dibawa2 deh), kadang konsen ke kerjaan .. kadang konsen ke main-main dengan sesama ring FX-ers. Gila ya, tiap pulang kantor mampir ke FX, udah kyk rumah kedua aja. Belum lagi dapet info-info sedap buat para cecewek.. apalagi bukan gosip? Hai Dharmawanita Id-Gmail! Curhat session dimulai deh..

Satu hal yang pasti, kali ini ‘hati’ gw banyak ‘diem’.. gw ngerasa ‘otak’ gw yang bekerja terus menerus. Mungkin porsinya memang lagi ngga ada space, kalah eksistensi dari ‘otak’. Dunno, gw suka banyak termenung ngga jelas pas lagi sendirian. Tapi berhubung selalu bersama keramaian, walopun cuman berdua, jadinya itu semua ketutup. Dear ‘heart’.. where are you? What happen with you? Are you OK? D’you need space untuk eksistensi? *pasang lagu Roxette sambil jongkok di pojogan*

Termasuk bulan tersibuk, rupanya.. Entahlah, kita lihat deh beberapa bulan mendatang, kira-kira ada kabar baru apa lagi ya dari gw?

You Might Also Like

4 thoughts on “Saking Sibuk Sampai Hilang Eksistensi Hati
  1. Dasar Sunda PITNAH! Jelas-jelas elo ngomong di postingan sebelumnya! Daripada elo, link gosip itu kan jelas-jelas gw yang ngasi tau. Ngga ada disclaimer! Pelit!

  2. Wah, diriku juga sadeng mencoba meniti karier untuk menjadi web freelancer nih, sangat terlambat memang, tapi tentu saja tidak ada yang tidak mungkin untuk terus belajar đŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *