Counting The Days

Tinggal beberapa hari lagi, akan terjadi satu perubahan dalam hidup. Beberapa orang bisa mengalaminya sekali, dua kali, bahkan tidak sama sekali. Idealnya memang untuk sekali. Sekali seumur hidup.

Memasuki gerbang perubahan ini ngga gampang. Technically, mudah. Emotionally, susah.

Bagi yang sudah biasa membuat event walaupun kecil-kecilan seperti kopdar dadakan, sampai reuni sekolah, atau yang besar seperti Pesta Blogger, maupun acara peresmian perusahaan yang melibatkan kedatangan Presiden, rasanya sudah pasti yakin bisa kalau hanya membuat event untuk 200 orang saja.

Venue sudah dipesan, tidak perlu rebutan. Tanggal sudah ditentukan dengan mempertimbangkan availability kebanyakan orang (tanggal baik? hari baik? apaan tuh?). Model baju pun semunculnya ketika mau memesan (selama ini ngumpulin, ga kepake). Detail acara, ah.. yang simpel, unik, nyaman.

Simpel aja, ga usah ribet, ataupun merepotkan orang lain. Unik, supaya beda dari biasanya. Nyaman, supaya betah, dan diingat terus momentnya.

Persiapan dilakukan tiap weekend. Sibuk kesana kemari. Sibuk hubungi ini itu. Tapi masih sempet memberikan porsi untuk ngurusin pekerjaan (delegasi dong!) dan untuk bermaiiinnn! Kopdar jalan terus. Hangout jalan terus. Pokoknya eksistensi™.

Ngga sedikit yang heran, kami seperti ngga sedang merencanakan suatu event. Masih cuek, masih santai, tingkat multitasking memang bertambah, tapi masih bisa senyum, tidur nyenyak.

Nah, lagipula, buat apa dibikin ribet sih? Bener ngga? Event siapa sih? Buat siapa? Siapa yang menikmati? Semua kan kembali ke situ.

My days are numbered.

You Might Also Like

3 thoughts on “Counting The Days

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *