Cinta Blackberry

Bukan apa-apa, Blackberry itu termasuk handphone yang memberi keuntungan kepada pemakainya. Aku sendiri, sudah memakai Blackberry sejak .. err.. akhir 2008 kalo ngga salah. Beli seken dari seseorang di Surabaya, dikirim paket, harganya masih 3 juta kalo ngga salah, padahal tipe curve standard 8300 tanpa wifi tanpa EDGE (masih GPRS). Selain kebutuhan untuk selalu eksis di Ym!, Gtalk, dan tambah lagi yaitu BBM. Dengan membayar paket bulanan fixed, aku mau chatting sampe ketiduran tiap hari juga hayuk (maksudnya chatting sambil tiduran di kasur).

Kelebihan kedua.. ini terjadi 2 minggu yang lalu.. Blackberry Javelin ku hilang di acara Pesta Blogger. Atas kekurang hati-hatianku, kurang awas sama keadaan sekitar, ketika kelas pertama berakhir dan kelas kedua dimulai, lantai 1 di Epicentrum Walk sangat ramai. Entah lagi dipegang, ditaruh di kantong belakang, atau memang jatuh dan aku tidak sadar, pokoknya BB itu hilang dan ketika ditelpon, kena divert (padahal aku ngga mengaktifkan divert). Ah sudahlah, itu tandanya dimatikan oleh pengambil. Saat itu juga melapor ke provider untuk diblokeer, login ke provider.bb.com untuk hapus semua email.

Problem dimulai ketika aku sudah beli (dibelikan deng) BB baru, Javelin juga (aku suka scrollpad) dan sudah me-restore backup semuanya (contacts, sms, emails, settingan, bahkan daftar pin bb teman-teman).. aku mengalami kesulitan di pin bb ini. Pin yang sudah aku re-invite (kenalan lagi) ternyata bolak balik minta re-invite. Di saat yg sama, aku berusaha menghubungi pemegang BB lamaku yang hilang itu dengan cara PIN Message. Kebetulan, aku rempong banget mau meng-‘harrasing’ untuk apa, ngga tau. Masih ada ketidak relaan karena kehilangan itu. Problemnya, ternyata PIN BB lama masih nyangkut di providerku. Ketika mau release lewat provider.bb.com, katanya harus dari device *plak*

Dari cara pelan, sampai cara kasar pun aku hubungi. Hihihi.. c’mon lah, itu gunanya punya BB. BB itu akan tetap terdeteksi dengan PIN dan IMEI tersebut. Langkah terakhir, aku bisa hubungi polisi & provider untuk minta dilaporkan ke RIM untuk mematikan layanan PIN dari BB tersebut. BB itu akan hanya jadi handphone biasa, sms dan telp saja.

Anyway, cerita berlanjut, BB sempat dijual oleh pencuri ke toko hp di Jatinegara, dijual dengan seharga 1.680.00 (handset dan charger saja) kepada seorang yang kemudian memakainya dan ketahuan jati dirinya, sebut saja namanya Dyana. Harrasing tetap berlanjut, sampai akhirnya mereka menyerah dan mau bertemu denganku. Gara-garanya, ketika Dyana ini sudah memegang BB tersebut dan mengganti profile BB nya, tiba-tiba di BB ku juga ikut berganti secara otomatis (ya karena nyangkut tadi itu)! Dammit!

Hilang di hari sabtu, hari rabunya aku bertemu kembali dengan BB ku itu, sekali lagi, untuk terakhir kalinya. *hiks*

Aku minta bertemu untuk Erase Handheld / Wipe Device. Lalu melakukan proses release PIN pada provider terkait. Done and done. Itulah.. tidak ada gunanya nyolong BB.. rugi dah!

Ketiga, sudah menjadi kebiasaanku untuk membaca email kantor (dan email pribadi) lewat BB karena layanan push email itu sangat membantu memberitahu ku seketika ketika ada email. Tingkat kepentingan email sudah setara dengan sms dan telpon (dibutuhkan jawaban saat itu juga). Khususnya untuk email kantor, kalau hanya berupa tulisan, bisa kujawab saat itu juga. Kalau berupa file attachment, aku lebih memilih untuk membukanya di komputer.

Settingan awalku, ketika email itu masuk ke BB, lalu ku baca, aku ingin di mailbox masih berstatus unread. Gunanya, ketika ada email yang sudah kubuka di BB dan kuputuskan untuk membalasnya lewat browser, akan masih ada tanda berupa unread. Ini penting buatku.

Sejak memakai BB Javelin, settingan ini hanya berlaku pada 1 email pribadi, tidak pada email kantor. Keadaan ini sangat mengganggu, tapi aku tidak mengerti harus mengubah settingan yang mana dan di mana. Tanya sana sini, googling, pun belum membuahkan hasil.

Di BB baru ini, otomatis settingan semua emailku berlaku sama: Handheld read, Mailbox read. Padahal maunya: Handheld read, Mailbox Unread. Setelah nanya ke @bbgue, ternyata caranya mudah *plak* = Message Option – Email Reconciliation – pilih email – Delete On: Handheld, Wireless Reconcile: OFF, On Conflict: Mailbox Wins.

Dalam hati, perasaan dari dulu nyari-nyari juga gemes mau coba yang tentang Wireless Reconcile musti di OFF-kan.. tapi ga berani karena ngga ngerti dan takut salah, jadi we dicuekin aja.

Tambahan lagi yang sangat membantu: men-delete Enhanced Gmail Plugin. Tapi caranya bisa dicoba sendiri di sini.

Hatur nuhun pisan nya, On, mari kita mendaftar di www.rim.com/careers/ siapa tau gajinya dolar!

Nb: rajin-rajinlah mem-backup BB. Nyalakan password kartu sim dan password device.

You Might Also Like

8 thoughts on “Cinta Blackberry
  1. yak, semoga bb yg baru itu mendatangkan lebih banyak keberuntungan buat kamu seperti halnya bb yg sekarang aku pake ini 🙂

    eh btw nggak pingin ngincipi gadget lain, iphone ato android gitu? hihihi 😀

  2. Mudah2an BB ini selalu membantu!
    Kalo iPhone sih sudah nyoba sejak belum pegang BB, punya bos, diminta setting-kan. Ngga cocok krn ngga bisa ngetik cepat â?º & aplikasi2nya pun biasa aja untukku.
    Kalo Android, jg pernah pegang2 & liat2 punya temen. Sama, ga gitu suka touchscreennya, kurang cepet untuk ngetik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *