Review Beberapa Baby Carrier

Diposting di TUM pada: 2013-12-16 02:10:03

Moms, aku mau review baby carrier nih. Sekarang anakku udah 6 bulan.

Pas lahir, dapet kado Hanaroo Wrap dan Pupsik Sling. Oke, ini jenis wrap yang stretchy (melar) dan sling (ada ukurannya, aku dapet ukuran #2, yang besar). Jarik sudah aku lupakan karena gagal melulu makenya. Disarankan model jarik tapi pakai ring, aha, namanya Ring Sling, beli deh merk Obayiku. Sempet beli juga Wrap Bobita (bahan fleece) , beda bahan sama Hanaroo (bahan jersey, 2 lapis).

Aku mulai beranikan gendong pakai baby-carrier ketika anakku umur 1 bulan. Maksud hati mau ‘digendong kemana-mana’ di seputaran rumah aja. Berhubung aku terbiasa menggendong tangan anakku dengan model berdiri (maksudnya sambil disendawakan), jadi anakku ngga begitu suka digendong tiduran ala NB. Percobaan pertama pada Bobita Wrap. Oke, nyaman, anakku nyaman, tidur. Tapi aku mulai kegerahan. Lalu di posisi tertentu Bobita terlalu stretchy, jadi aku pegangin anakku, takut jatuh. Mungkin aku kurang kenceng ngiketnya, tapi ngga berani kenceng karena baru 1 bulan.

Hanaroo Wrap, dingin di kulit, stretchy tapi tidak semolor Bobita. Tapi lama-lama aku kepanasan. Anakku sih nyaman-nyaman aja, tidur juga. Berarti pakainya kalau ngemol doang nih..

Umur anakku 2 bulan, baru aku diajarin enaknya pakai Ring Sling. Ooo baru tau caranya. Posisi tegak, tiduran, sambil menyusui tipe a, menyusui tipe b. Tapi leherku pegal. Ternyata setelah googling, salah taruh penyangga. Harusnya di bahu, bukan di samping leher. Otot samping leher tidak sekuat otot di bahu. Sedangkan model Ring Sling Obayiku ini ngga bisa ditaruh di bahu karena bidangnya sempit. Jadi lari-lari terus ke leher. Ring Sling Sakura Bloom baru bener nih, bidang untuk di bahunya lebar jadi ngga mudah bergeser. Tapi harganya alamakjang. Oke lewat.

Flea TUM ada Manduca? Racun memang. Beli deh. Anakku masih 3 bulan aja udah punya Manduca. Cobain Manduca ke anakku, kyknya kakinya masih kurang lebar untuk posisi ngangkang. Tapi kalau pakai infant insertnya, ngga muat (paha anakku gede). Huft.. belum sukses juga pencarian baby carrier ini.

Berhubung masih beranggapan bahwa carrier yang nyaman adalah bentuk wrap, maka.. racun kedua = Baby K-Tan. Beli yang half mesh biar ngga kepanasan. Sukses dipakai hampir tiap hari, tiap bepergian, mantap, nyaman, praktis, simpel, ringan, tapi mahal. Habis beli, baru liat website yang bilang kalo Baby K-Tan itu kejelekannya adalah: MELAR. Ternyata, umurnya hanya sampai anakku umur 5 bulan. Karena bahan kaosnya molor sampai aku ngga bisa cium kepala anakku lagi (tadinya bisa).

In the mean time, aku akhirnya mencoba Sling Pupsik yang sejak awal sudah punya karena dapet dari kado. Awalnya ngga tertarik sama gendongan ini, tapi ternyata menyenangkan juga. Dan bagusnya, bisa dikaitkan di bahu, bukan di samping leher! Jeleknya, bagian kantong tempat anakku duduk rada ngablak, jadi kudu agak hati-hati. Atau akunya yang salah pakai? Haha.

Ring Sling Obayiku masih dipakai, gantian dengan Sling Pupsik, kalau di rumah.

Setelah TUM meracuniku 2 baby carrier mahal.. apakah berhenti sampai di sini saja? Hahaha. Padahal mata suami udah melotot aja tiap aku browsing baby carrier.

Yang bikin penasaran sejak anakku umur 2 bulan adalah: Mei Tai. Kenapa di Indonesia ini sulit sekali mencari yang jual Mei Tai. Setelah banyak waktu aku habiskan untuk mencari The Ideal Baby Carrier *tsahhh*, menurutku Mei Tai jenis woven dengan bagian bahu yang melebar pasti nyaman! Pilihanku jatuh pada Baby Sachi, buatan Malaysia. Tapi belinya lewat mana?

Hari berganti, saatnya anakku sudah muat di Manduca. Yay, gendong sana gendong sini.. hmm.. gendongan mahal nih, mestinya nyaman.. gendong sana gendong sini.. koq pegel ya? Aaak! Ternyata pegelnya ada di bahu. Walaupun kaitan di belakang SSC ini bentuk X ataupun H, tetep aja pegel. Kenapa? Karena busa pada bahunya relatif sempit (dibanding wrap yang bisa menyebar lebar di bahu). Sedih bener deh. Tapi Manduca (atau jenis SSC lainnya) memang praktis untuk dibawa kemana-mana. Mulai dari mall megah sampai pasar tradisional. Tinggal CLAP di pinggang belakang, taruh anak di dada, kalungkan penyangga bahu kiri dan kanan, CLAP di bagian belakang (model H), siap jalan. Pengalaman bersama Manduca, .. lebih dari sejam = pegal. Selain sakit pada bahu, sendi lutut juga pegal. Ups, anakku sudah 8 kilo.

Di tengah kegalauan, akhirnya aku memberanikan diri beli.. Mei Tai Bebe Sachi. Baru bilang ke suami setelah transaksi, hiks (jangan ditiru, Moms). 2 minggu paket sampai, langsung dicoba. Aaak, ringan, nyaman, my first woven baby carrier (maklum, woven wrap termasuk tipe baby carrier yang mahal dan eksotis). Tipenya mirip wrap jadi berasa ‘menyatu’ sama anakku. Selamat tinggal bahu yang pegal karena penyangga bahunya lebar seperti wrap. Dari semua baby carrier, sepertinya anakku paling terlihat ceria ketika bersama Bebe Sachi Mei Tai ini. Mudah-mudahan ini pertanda bahwa dia akhirnya menemukan kenyamanan, aku juga nyaman, suamiku juga ‘nyaman’ (ngga melotot lagi). *peluk suami*.

Oia Moms, hormon oksitosin ngga boleh dijadikan alasan pembenaran untuk belanja kalap ya. *pengalaman pribadi*, hihi.

Sekian dulu. Mudah-mudahan menjadi bahan pertimbangan buat Moms sekalian.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *