Proper Babywearing

Makin hari makin bertambah produsen gendongan yang muncul di sekitar kita. Jaman anak pertama saya, produsen gendongan lokal bisa dihitung tangan, sekarang jumlahnya bisa 2-3 kali lipat. Sayangnya, sebagian besar penjualan tidak dilengkapi panduan pemakaian. Ketika saya jalan di area publik masih banyak menemukan anak digendong dengan posisi kurang aman dan kurang nyaman. Sejatinya, apapun jenis gendongannya, nomor satu yang harus diperhatikan adalah keamanan, kedua kenyamanan. Anak adalah harta yang tak ternilai harganya, tentu kita ingin anak senantiasa aman. Kenyamanan untuk penggendong dan anak yang digendong, bisa dirasakan dan bisa dilihat ketika sedang menggendong, kita masih bisa mengubah posisi atau jenis gendongan ketika dirasa kurang nyaman, anak pun masih bisa ‘komplain’ (walau dengan tangisan) kalau merasa kurang nyaman.

Berikut adalah 5 hal yang harus diperhatikan dalam keamanan menggendong anak. Aturan ini dikeluarkan oleh International Babywearing.

T – Tight: Ketat. Eratkan gendongan sehingga badan anak menempel di badan anda, anak serasa dipeluk (nyaman). Kalau ada kain yang longgar, membuat anak jadi mudah bergeser / susah bernafas.

I – In View At All Times: Posisi wajah anak harus selalu bisa terlihat. Supaya penggendong dapat melihat cues / tanda-tanda dari wajah anak (misal: mengantuk, resah, takut, dsb). Wajah anak tidak boleh sampai tertutup oleh kain gendongan, bisa menganggu pernafasan.

C – Close Enough To Kiss: Kepala anak terjangkau untuk dicium. Bagian atas kepala anak dekat dengan dagu penggendong.

K – Keep Chin Off The Chest: Posisi badan anak jangan terlalu melengkung / menunduk, apalagi sampai dagu anak menempel ke dada anak, karena bisa mengganggu pernafasan. Pastikan ada jeda 1-2 jari antara dagu dan dada anak.

S – Supported Back: Dalam posisi gendong tegak, dada dan perut menempel di tubuh anda, dan punggung anak tersanggah dengan aman (sesuai umur anak).

Di atas adalah gambar posisi gendong sesuai dengan umur anak. Posisi kaki anak terbuka mengangkang sesuai posisi alami bayi ketika di dalam kandungan (fetal frog position). Hal ini disebut M-shape, seperti ketika kita duduk, seluruh paha dan pantat tersanggah dengan baik (knee-to-knee).

Sedangkan C-shape adalah posisi punggung bayi 0-4 bulan yang disarankan, mengikuti bentuk alami bayi dalam kandungan. Nanti secara perlahan ketika bayi sudah bisa menopang kepalanya dengan kuat, posisi C-shape tidak diperlukan lagi. Perhatikan juga bahwa untuk menggendong 0-4 bulan, kain gendongan menutupi sampai telinga bayi (tidak menutupi seluruh kepala bayi).

Semoga info di atas bermanfaat.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *