DIY: Sabun ASIP

Do It Yourself kali ini diilhami dari stok ASIP beberapa botol yang menganggur di dalam kulkas. Resep didapat dari sini. Di translate dan di convert ukuran takarannya. Saya menambahkan butiran muesli yang nganggur ke setengah dari adonan sabun, supaya sabunnya ada scrub / exfoliation. Takaran yang saya dapat dari resep tersebut menghasilkan banyak sekali sabun. Saran saya, gunakan 1/4 dari bahan yang saya tulis, supaya tidak merepotkan.

Bahan:

  • 1361 gr Vegetable Shortening / Mentega Putih
  • 482 gr Dark Olive Oil (saya pakai Extra Virgin Olive Oil)
  • 510 gr Canola Oil / Corn Oil / Soybean Oil / Peanut Oil (saya pakai Canola Oil)
  • 1462 gr ASI defrost (jangan dimasak)
  • 340 gr NaOH / soda api
  • 28 gr borax (saya tidak pakai)
  • 2 sdm madu
  • 3 liter es batu

Peralatan:

  • Baskom stainless steel
  • Sendok stainless steel / kayu
  • Koran untuk menutup bagian atas
  • Termometer tusuk
  • Gelas ukur
  • Timbangan
  • Hand Blender / Mixer
  • Gunakan sarung tangan dan kaca muka, soda api bisa membakar kulit
  • Jangan gunakan baskom, panci, sutil/sendok, maupun cetakan dari bahan Alumunium atau Copper (tembaga) karena akan bereaksi dengan soda api, ini bukan hal yang kita inginkan.

Cara Pembuatan:

  1. Lelehkan mentega putih dalam panci dan tambahkan minyak. Naikkan suhu sampai semua meleleh. Jangan terlalu panas atau mendidih.
  2. Sumbat wastafel, isi wastafel dengan air dan es batu. Rendam baskom/panci berisi ASIP, ASIP harus tetap dingin. Masukkan soda api sedikit demi sedikit ke dalam ASIP cair (jangan tuang ASIP dalam soda api, BAHAYA), jangan sampai ASIP panas/matang. Penambahan soda api ke dalam cairan ASIP akan membuat suhu ASIP memanas. Ukur suhu ASIP menggunakan termometer supaya menjaga suhu ASIP tetap dingin. Aduk perlahan-lahan. Putar-putar es batu di luar panci/baskom isi ASIP, supaya suhu dingin merata. Hindari menghirup asap yang dihasilkan soda api. Lakukan proses ini di tempat yang berventilasi dengan baik. Penambahan soda api pada ASIP memakan waktu, jangan terburu-buru menambahkan, karena ASIP akan memanas/matang. Kalau kena tangan, segera bilas. Setelah tercampur semua, tetap aduk selama 5 menit. Campuran ASIP dan soda api akan berubah menjadi kekuningan, itu normal.
  3. Tambahkan madu dan boraks ke minyak yg masih hangat tapi tidak panas.
  4. Sekarang, perlahan-lahan dan hati-hati tuangkan campuran ASIP alkali ke dalam panci minyak. Aduk terus sampai itu semua tercampur rata. Gunakan mixer/hand blender dengan kecepatan pelan, lalu sedang (demi keamanan, 60 putaran / sec).
  5. Tuangkan adonan ke dalam panci yang bersih. Ulangi proses blender untuk kedua kalinya. Ini adalah waktu untuk menambahkan minyak esensial jika mau. Setelah campuran telah dicampur dua kali, akan siap untuk dituangkan ke dalam cetakan. Adonan akan mengeras dan siap untuk dipotong setelah 24 jam.
  6. Potongan sabun siap dipakai, 2 – 4 minggu setelah pembuatan.

Setahun

Setahun ngga ngeblog, rasanya kyk cuti panjang. Materi sih banyak, tapi tingkat privacy sudah berubah. Yang dulu dengan mudahnya mengumbar nama, lokasi, foto, sekarang sepertinya ngga gitu lagi. Umur bertambah, tingkat keparnoan juga bertambah. Apa kabar yang masih ngeblog? Apa blog ini masih ada pembaca? Sudah sangat sedikit ya, yang blog walking. Apalagi berharap kuantitas pemberi komen. Ibarat mencari follower di twitter. Follow dong kak.

Sibuk, itu yang aku rasakan. Bersyukur harusnya, punya kegiatan baru, lingkungan baru, kehidupan baru. Ngga pernah menyesali resign dari kantor, karena hidup harus muvon. Semua dinikmati. Pikiran kreatifku masih liar, bikin ini itu, coba ini itu. Yang penting otak terpakai, menghasilkan sesuatu.

Tadinya mau ngeblog lagi pas tanggal 2 Agustus, ya biasalah, kelupaan. Padahal udah install WP di hp Android. Udah kepikiran mau pasang alarm, tapi koq berasa lebay. Mau bikin postingan dengan tanggal yang di set tanggal 2, tapi rasanya ngga seru. Lebih seru nulis langsung saat itu juga, biar nulis impulsif. Ribet yah. Hihi.

Ya segini dulu nulisnya. Mudah-mudahan masih bisa rajin nulis.

8 tahun 7 bulan

Hari ini sudah serah terima tugas kerjaku ke orang baru. Yup, I’m resigning. Cukup mellow mengingat kebiasaan perjalanan ke kantor, lika liku tugas di kantor, teman-teman sekantor. I’ll be missing you all.

Saatnya melihat ke depan, sabtu nanti akan ada serah terima yang baru. Yay.