DIY Insektisida Ramah Lingkungan

Jaman sekarang pestisida jenis racun ada di mana-mana. Tiap beli brokoli (misalnya), suka ragu-ragu, kalau tidak menemukan ulet, langsung curiga petaninya pakai pestisida. Tapi kalau menemukan ulet, geli dan jijik, malah jadi parno (paranoid) saat mencuci, sampai harus dibongkar kecil-kecil (membutuhkan waktu yang lama), padahal sudah direndam dengan garam dan cuka apel. Dampak konsumsi pestisida ke tubuh kita cukup fatal. Belum lagi dampak pada lingkungan. Bisa dibaca di sini.

Mari beralih ke bahan yang aman dan alami. Indonesia kita ini benar kaya alam dan segala jenis flora fauna. Apalagi sekarang jaman internet, mudah mendapatkan informasi, essential oil sedang rame, mari kita kenalkan.. Neem Oil. Pertama kali dengar Neem Oil saat mencari mosquito repellent yang aman untuk anak. Ketemu website ini. Tidak hanya menjual cairan yang sudah dicampur untuk aman kita gunakan pada kulit sebagai mosquito repellent, tapi juga menjual variasi ekstrak dari pohon neem untuk pengendalian hama pada pertanian.

The best part is: murah.

Saya beli Neem EO (essential oil) yang pure, 110ml hanya Rp.
Penggunaannya hanya 10-20 tetes dalam 1 botol semprot (sekitar 500ml), cukup dicampur air.
Tidak hanya mengusir serangga dewasa, tapi juga membunuh telur dan larva. Tapi harus diperhatikan, dosis Neem Oil harus kecil karena bisa berdampak pada manusia. Khususnya ibu hamil, menyusui dan bayi dan anak-anak jangan sampai terpapar Neem Oil.

Jangan lupa, selalu mengocok botol kuat-kuat semprot tiap mau memakai.

Selain Neem Oil, masih ada:

  • Rosemary Oil: mengusir nyamuk, lalat, kutu, ulat daun
  • Peppermint Oil: mengusir aphids, squash bugs, lalat putih, semut, kepik, kutu, laba-laba, curut, tikus)
  • Thyme Oil: mengusir chiggers, kutu, kecoak
  • Clove Oil: mengusir serangga terbang
  • Tea Tree Oil: untuk menanggulangi jamur pada tanaman (dosis: 1 sdm per 1 cup air, semprot pada tanaman yang terkena jamur atau 1-2 kali per minggu)
  • Pine Oil: mengusir bekicot, slug

..dan oil favorit adalah Citronella Oil. Citronella Oil diambil dari daun dan batang dari tanaman sejenis sereh dapur (lemongrass). Bedakan dengan lemongrass (sereh dapur / Cymbopogon). Walau dilarang untuk digunakan sebagai insektisida secara massal, tapi untuk menanggulangi serangga pada taman di rumah cukup ampuh. Citronella Oil menanggulangi jamur pada tanaman (antifungal), dan insektisida

Saya sudah lebih dari 5 tahun tidak lagi menggunakan obat semprot nyamuk yang dijual bebas mengandung racun (DEET). Saya menggunakan kombinasi tirai nyamuk (kasa nyamuk), lilin citronella, raket nyamuk, diffuser dengan Lavender Oil (saya tidak begitu suka wanginya), dan mosquito repellent alami:

Citronella Mosquito Repellent:

  • 2 oz (60 ml) air
  • 30 tetes Citronella Oil

Selain Citronella Oil, untuk mengusir nyamuk juga bisa menggunakan: Lavender Oil, Lemongrass Oil, Rosemary, Tea Tree, Cajeput (Kayu Putih), Eucalyptus, Cedar, Catnip, Mint. Perbandingan EO dengan carrier oil atau air atau Witch Hazel adalah 10-20 tetes untuk 2 oz air (atau 1 oz air dan 1 oz Witch Hazel). Perbandingan ini tidak mutlak, tapi EO bisa ditambah untuk variasi aroma dan juga segi kekuatan daya kerja. Jangan lupa kocok kua-kuat sebelum memakai.

Perlu diperhatikan, selalu campur EO dengan carrier oil atau air sebelum digunakan pada tubuh kita (dihirup, diminum maupun dioles).

Resep Mosquito Repellent ada banyak, bisa dicari di internet. Beberapa yang sudah saya kumpulkan: sini, sini, dan sini.

DIY Masker Wajah Mochaccino

Nemu resep masker DIY mudah, bahan bisa didapat dari dapur saja. Sumber dari sini. Takaran aku ubah supaya sesuai dengan sekali pakai.

Mochacinno Face Mask

1/4 sdt kopi bubuk
1/4 sdt coklat bubuk
1/8 sdt madu
1 sdt plain yoghurt

Untuk menakar, saya campurkan 2 sdm kopi bubuk dan 2 sdm coklat bubuk dalam 1 tempat kecil, lalu dikocok hingga bercampur rata. Tiap pakai, saya tinggal ambil 1/2 sdt dari campuran kedua bubuk tersebut. Madu tinggal colek (hihi).

Khasiat:
Kopi & coklat kaya banget antioksidan. Secara alami mengandung kafein yang bisa mengurangi kemerahan dan mengencangkan kulit (sifatnya vasodilator = mengerutkan pembuluh darah). Yoghurt, mengandung asam laktat yang secara alami mengelupas sel kulit mati secara lembut. Kalau manfaat madu, banyak banget. Melembutkan, menenangkan kulit, anti bakteri, melembabkan.

Digunakan setiap pagi, rasa dingin dari yoghurt membuat wajah tambah segar.

DIY: Sabun ASIP

Do It Yourself kali ini diilhami dari stok ASIP beberapa botol yang menganggur di dalam kulkas. Resep didapat dari sini. Di translate dan di convert ukuran takarannya. Saya menambahkan butiran muesli yang nganggur ke setengah dari adonan sabun, supaya sabunnya ada scrub / exfoliation. Takaran yang saya dapat dari resep tersebut menghasilkan banyak sekali sabun. Saran saya, gunakan 1/4 dari bahan yang saya tulis, supaya tidak merepotkan.

Bahan:

  • 1361 gr Vegetable Shortening / Mentega Putih
  • 482 gr Dark Olive Oil (saya pakai Extra Virgin Olive Oil)
  • 510 gr Canola Oil / Corn Oil / Soybean Oil / Peanut Oil (saya pakai Canola Oil)
  • 1462 gr ASI defrost (jangan dimasak)
  • 340 gr NaOH / soda api
  • 28 gr borax (saya tidak pakai)
  • 2 sdm madu
  • 3 liter es batu

Peralatan:

  • Baskom stainless steel
  • Sendok stainless steel / kayu
  • Koran untuk menutup bagian atas
  • Termometer tusuk
  • Gelas ukur
  • Timbangan
  • Hand Blender / Mixer
  • Gunakan sarung tangan dan kaca muka, soda api bisa membakar kulit
  • Jangan gunakan baskom, panci, sutil/sendok, maupun cetakan dari bahan Alumunium atau Copper (tembaga) karena akan bereaksi dengan soda api, ini bukan hal yang kita inginkan.

Cara Pembuatan:

  1. Lelehkan mentega putih dalam panci dan tambahkan minyak. Naikkan suhu sampai semua meleleh. Jangan terlalu panas atau mendidih.
  2. Sumbat wastafel, isi wastafel dengan air dan es batu. Rendam baskom/panci berisi ASIP, ASIP harus tetap dingin. Masukkan soda api sedikit demi sedikit ke dalam ASIP cair (jangan tuang ASIP dalam soda api, BAHAYA), jangan sampai ASIP panas/matang. Penambahan soda api ke dalam cairan ASIP akan membuat suhu ASIP memanas. Ukur suhu ASIP menggunakan termometer supaya menjaga suhu ASIP tetap dingin. Aduk perlahan-lahan. Putar-putar es batu di luar panci/baskom isi ASIP, supaya suhu dingin merata. Hindari menghirup asap yang dihasilkan soda api. Lakukan proses ini di tempat yang berventilasi dengan baik. Penambahan soda api pada ASIP memakan waktu, jangan terburu-buru menambahkan, karena ASIP akan memanas/matang. Kalau kena tangan, segera bilas. Setelah tercampur semua, tetap aduk selama 5 menit. Campuran ASIP dan soda api akan berubah menjadi kekuningan, itu normal.
  3. Tambahkan madu dan boraks ke minyak yg masih hangat tapi tidak panas.
  4. Sekarang, perlahan-lahan dan hati-hati tuangkan campuran ASIP alkali ke dalam panci minyak. Aduk terus sampai itu semua tercampur rata. Gunakan mixer/hand blender dengan kecepatan pelan, lalu sedang (demi keamanan, 60 putaran / sec).
  5. Tuangkan adonan ke dalam panci yang bersih. Ulangi proses blender untuk kedua kalinya. Ini adalah waktu untuk menambahkan minyak esensial jika mau. Setelah campuran telah dicampur dua kali, akan siap untuk dituangkan ke dalam cetakan. Adonan akan mengeras dan siap untuk dipotong setelah 24 jam.
  6. Potongan sabun siap dipakai, 2 – 4 minggu setelah pembuatan.

← Newer posts

Older posts →